Saya kemarin nonton beberapa pertandingan Premier League dan menyadari ada yang berbeda di jersey beberapa tim. Tim-tim seperti Brentford, Forest, dan Sunderland tidak lagi menggunakan sponsor judi seperti musim lalu. Indeed yang sebelumnya hanya sponsor di training kit Brentford sekarang naik jadi sponsor utama. Forest kini punya sponsor baru Marex, sebuah penyedia layanan keuangan. Sementara Sunderland spot sponsor utamanya masih kosong.
Saya jadi ingat soal aturan yang melarang brand judi jadi sponsor utama di jersey tim-tim Inggris. Aturan ini sudah disepakati beberapa tahun yang lalu dan tampaknya mulai berlaku musim ini. Ini memaksa tim-tim yang sebelumnya bersponsor judi mencari partner lain. Rata-rata yang terpengaruh adalah tim menengah karena tim besar biasanya sudah punya kesepakaran jangka panjang dengan brand ternama misalnya Etihad, Emirates, atau Standard Chartered.
Tanpa perlu mengambil fatwa agama dan norma sosial, sebagai fans bola saya jauh lebih senang klub bola disponsori real company. Ada ikatan antara nama klub, jersey, dan sponsor. Orang kalau bicara jersey ikonik pasti teringatnya Juventus Sony, Milan Opel, Inter Pirelli, MU Vodavone, Arsenal O2, Valencia Toyota, atau Ajak ABN Amro. Semua itu real brand, beberapa bahkan mungkin kita pernah bersinggungan langsung.
Lagipula menurut saya aneh ketika platform judi menyeponsori klub olahraga. Kita tahu bahwa judi adalah akar dari match fixing, kankernya dunia olahraga. Gimana logikanya klub-klub malah menerima uang dan mempromosikan mereka? Belum lagi visual sponsor di jersey bisa dilihat anak-anak. Ini sama saja seperti rumah sakit mengiklankan rokok.
Cek grafis dari BBC ini, tampak betapa dua musim yang lalu lebih dari setengah klub Premier League disponsori oleh brand judi. Ini sudah bukan anomali lagi, ini sudah jadi tren. Mungkin sulit bagi klub-klub ini untuk mendapat sponsor organik, di sisi lain platform judi berani membayar cukup tinggi.
Sementara ini adalah distribusi sponsor musim ini. Dari gambar ini saja tampak lebih exciting karena variasinya lebih banyak, apalagi kalau melihat jersey yang sebenarnya. Satu catatan, Forest belum terupdate (masih No Sponsor) karena deal yang baru saja mereka dapatkan.
Ketika dipakai turun ke lapangan beberapa jersey jadi tampak segar. Bahkan menurut saya Fulham (Clickhouse) dan Palace (Temporal) keren banget dengan sponsor barunya. Apakah saya tahu brand-brand itu? Tidak, yang pernah saya dengar hanya Indeed dan Rwanda. Tapi ini masih jauh lebih baik daripada Bet something.
Ini pergerakan yang sangat bagus dari Premier League. Lagipula melihat betapa makmurnya tim-tim Inggris sekarang, harusnya mereka tidak butuh uang dari bandar judi. Real brand semestinya juga bisa melihat bahwa kini Liga Inggris adalah liga paling populer dan ditayangkan di banyak sekali negara. Saya berharap brand-brand yang familiar dengan kita akan masuk di masa depan. Toyota, Samsung, atau Garuda sekalian boleh lah.
Sebagai penutup soal jersey dan sponsor baru, pemenangnya musim ini menurut saya adalah Newcastle. Walaupun tim ini sering dibully di transfer window, tapi soal kit mereka nyampe.
Beranjak dari perbincangan soal jersey dan sponsornya, ini adalah beberapa di antara aturan baru yang diterapkan musim ini:
1. Hitung mundur 5 detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang jika wasit menilai pemain sudah mengulur waktu terlalu lama. Jika lewat 5 detik bola diberikan pada lawan (tendangan gawang jadi sepak pojok)
2. Waktu maksimal pergantian pemain 10 detik, jika lewat dari itu pemain yang masuk harus menunggu bola mati berikutnya setelah 1 menit.
3. Pemain cedera harus keluar lapangan 1 menit.
4. Jika kiper cedera dan perlu perawatan, pelatih harus memilih satu pemain depan untuk kemudian keluar selama 1 menit. Ini untuk meminimalisir kiper pura-pura cedera demi mendapatkan tactical time-out.
5. Pemain dilarang mengelap bola menggunakan handuk sebelum lemparan ke dalam.
Bagaimana menurutmu?
Chandra
0 comments:
Post a Comment