Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Main Raja-Rajaan

June 06, 2026 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Selama ini ketika mendengar istilah 'kerajaan' yang terbayang di pikiran saya adalah tua, kuno, budaya, kraton, dan kirab. Itu adalah gambaran-gambaran yang terbentuk sebab tinggal berdekatan dengan Kraton Jogja. Dua kata pertama, tua dan kuno, tidaklah bermaksud menjelekkan tapi buat saya kraton sudah berada di ruang yang berbeda dengan kehidupan sebenarnya yang modern, cepat, dan minimalis.

Vibe kerajaan yang damai, mendayu-dayu, teduh, pelan, dan penuh simbol rasanya sudah berjarak dengan realita. Walaupun Kraton Jogja berterima dengan baik di masyarakat dan bahkan rajanya menjabat posisi gubernur di pemerintahan, orang-orang menempatkan kraton sebagai produk budaya saja. Kebanggaan iya, turisme tentu, tapi saya berpikir nowhere in the modern world should monarchy remains relevant, and that's oke.

Maksudnya oke saja kerajaan masih eksis dalam dimensi budaya tapi untuk memimpin masyarakat modern rasanya sistem monarki sudah usang. Mungkin sudah betul sebuah negara dipimpin presiden saja seperti Indonesia, tidak perlu ada raja. Buat apa masih 'main raja-rajaan' seperti banyak negara di Eropa.

Tapi melihat bagaimana Indonesia diurus akhir-akhir ini dan membandingkannya dengan peran serta posisi kerajaan Belanda di kehidupan masyarakat, saya memikirkan ulang hipotesis itu, jangan-jangan posisi presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan adalah ide yang buruk dan mungkinkah Indonesia akan lebih stabil jika juga punya raja di level negara? 

Menjadi negara yang stabil saja sudah cukup, tidak harus menjadi super prosper atau super power. Negara-negara barat bisa punya PDB tinggi dan maju secara ekonomi karena mereka punya headstart menjelajahi bumi dan mengeruk keuntungan dari negara-negara lain, bukan semata-mata karena mereka lebih pinter. Jadi tidak adil membandingkan dengan angka-angka dan harga-harga. Airbus A380 ya begitu itu, Cessna 172 ya begitu itu, ukuran nggak masalah yang penting terbangnya stabil.

Seberapa monarki sih Belanda? Kerajaan Belanda masih aktif sampai sekarang dan saat ini yang bertahta adalah His Majesty King Willem-Alexander. Beliau adalah buyut dari Ratu Wilhelmina yang bertahta di paruh pertama abad 20 ketika masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia sehingga namanya sering ada di buku sejarah.

PSSI-nya Belanda KNVB secara harfiah adalah Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (Asosiasi Sepakbola Kerajaan Belanda). Sementara KLM adalah singkatan dari Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (Maskapai Penerbangan Kerajaan). Warna oranye yang identik dengan Belanda sampai sekarang berasal dari royal family. Ulang tahun raja pada 27 April (Koningsdag) diperingati sebagai hari libur nasional dan mungkin adalah hari libur dengan peringatan paling meriah di Belanda. Bicara soal penghormatan pada raja, orang Belanda tidak kalah dengan orang Jawa.

Itu tadi dari sudut budaya, bagaimana dengan pemerintahan? Dua poin ini tertuang dalam konstitusi:

1. The government consists of the King and the ministers.
2. The King is inviolable; the ministers are responsible.

Raja dan para menteri (yang dipimpin perdana menteri) bersama-sama adalah yang disebut sebagai pemerintah. Kebijakan-kebijakan dirumuskan bersama dengan menteri-menteri sebagai eksekutor dan raja bisa ikut menyetujui proposal yang diajukan. Tapi meski posisi raja tidak bisa diganggu gugat, raja tidak punya jangkauan sampai level praktis. Simpelnya, raja adalah kepala negara sementara perdana menteri adalah kepala pemerintahan.

Apa keuntungan di balik pemisahan peran itu? Kepala pemerintahannya jadi tidak berlagak selayaknya seorang raja. Perdana menteri adalah pekerja, dia dipilih dan digaji untuk menjalankan perannya sebagai pegawai negeri. Dia tidak butuh panggung, tidak butuh wajahnya dikenal, tidak perlu sorak sorai, dan walaupun punya partai pengusung dan warga pemilih, dia tidak berharap 'disembah'.

Urusan penghormatan, tahta, dan pengkultusan itu domainnya raja, tapi di sisi lain raja:
(1) Tidak khawatir soal mempertahankan kekuasaan karena tahta akan diteruskan keturunannya.
(2) Tidak pegang APBN sehingga tidak menggunakan uang rakyat untuk kepentingan dirinya.
Dua hal itu (suksesi dan anggaran) adalah exactly yang jadi sumber masalah jika kepala negara dan kepala pemerintahan jadi satu, presiden bisa menghamburkan uang rakyat bukan untuk kebijakan produktif tapi untuk program populis demi pemilu berikutnya.

Konsep kerajaan juga mencegah munculnya raja-raja kecil di daerah dan di sektor tertentu. Lha kalau perdana menterinya saja cuma pegawai, mana mungkin pejabat-pejabat di daerah mau sok-sok-an seolah raja. Bidang populer seperti sepakbola juga tidak bisa dikooptasi segelintir orang karena sudah dipagari dengan Asosiasi Sepakbola "Kerajaan Belanda", milik kerajaan lho ini, jangan macam-macam. 

Menurut Claude, ada 43 negara di dunia masih punya monarki aktif. Jadi sebenarnya jumlah raja yang masih bertahta tidak langka-langka amat. Tentu tidak semua dari negara itu juga stabil dan progressing. Tapi saya cuma mau venting bahwa daripada punya presiden yang macak jadi raja, piye nek sekalian Indonesia jadi kerajaan aja?

Chandra

 

Indonesia for Newcomers

May 17, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments
A Turkish friend asked me about places to visit in Indonesia as they are planning to go in July. They specifically ask for places that are not too touristy. So on my spare time I wrote this for them and I think it's also a good idea to repost it here. 

Mind you that this is a recommendation for foreigners that will come to Indonesia for the first time, not for Jakartans that plan to visit Jogja for lebaran holiday. So this will be more high level and mainstream like I will list Borobudur and Prambanan in which you might have visited some time during highschool. I would not recommend Wediombo for too far or Mangut Lele Mbah Marto for being too spicy.

1. (Some places in) BALI
Places like Kuta are very touristy, but there are still some calmer and more peaceful places: Ubud, Panglipuran Village, plus this good reddit post: reddit

2. LOMBOK (+GILI) & KOMODO
Both are island-ic area situated close to Bali, they have beautiful beaches with a lot of activities and more relax than Bali. Komodo Island is special for its Komodo dragon (big lizard). Tourist-infra is ready and local people are used to foreigners. Place to visit: Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Komodo Island.

3. JAKARTA
Capital city with malls, shopping centers, tall buildings, city lights, etc you can imagine from a big city in Asia. Most tourist landed or go via Jakarta so many of them will spend some days here. This is easy place for tourist, quite many people speak English, you have everything just around the corner. Place to visit: Monumen Nasional (Monas); Kota Tua (Old City) - Dutch buildings; city walking; Malls: Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Pondok Indah Mall 1-2-3, Senayan City, Plaza Senayan.


3. YOGYAKARTA (YOGYA/JOGJA)
The most cultural city in Indonesia, there is still literary an active kingdom here, there are 2 big temples Borobudur and Prambanan + many smaller ones. lt's combination of modern-traditional. City center is walkable for a city in Asia. Good food. Place to visit: Borobudur Temple, Prambanan Temple, Candi Sewu, Yogyakarta Royal Palace, Tamansari Water Castle, Malioboro Street, Vredeburg Fort, Batik (traditional clothing) shopping, Sate Ratu (internationally famous food), Tempo Gelato (ice cream shop)


4. EAST JAVA
There are serious nature here like big volcanoes, crater, and waterfalls. Places to visit are Bromo Tengger Semeru National Park, ljen Crater (blue fires), Tumpak Sewu Waterfall, Kajoetangan Heritage Village includes Cokelat Mojopahit. If you enjoy nature these areas are good to visit. There is also big city (2nd after Jakarta) here called Surabaya with big malls, etc.

5. BANDUNG
Temperature here is more chill and not so hot compared to other cities. The location is close to Jakarta and easily reachable by train (or high speed train). City center has many old Dutch style building. Place to visit: Kawah Putih (white crater), Tangkuban Perahu volcano, tea plantation, Ciater Hot Springs, Malabar Radio site (Dutch 1920s intercontinental radio station). Hotel to stay: Savoy Homann

6. RAJA AMPAT
Located in eastern Indonesia and very popular with beautiful sceneries. Many pics available on the internet to see. This place is quite far tho and long transport to reach (flying + local boat). Worth it if you are planning to stay at least 1 week.

7. PADANG
A city located in Sumatra island, known for food, culture, and good nature in the surrounding areas. Unique tourist experience expected.

Some other notes:
- Transport
Beside Jakarta, public transport is practically non existent. But to go around you can order online taxi via Gojek and Grab app (similar to Uber), they provide food deliveries too. Inter-city you can rent a car or between cities in Java you can use train which is I think the best option, buy ticket online via apps (Traveloka or KAI Access), English friendly, choose executive class for max comfort.

- Food
Tasty and spicy, for tourist please consider food safety and get food from clean places, some streetfoods are oke. McD, KFC, and similar are available. Coffee shops (real coffee, not Dutch style) are everywhere and pretty good scene. Most foods are halal dan pork free.

- Hotel
Book via Booking.com, Agoda, or Traveloka. The rest is as usual.

- Payment
QRIS is very popular option almost everywhere but you need at least 1 app installed (can be Gojek or Grab that you use for transport), credit/debit card usable at restaurant or hotel, the rest cash is still king.

Thanks,
Chandra