Marathon Tidak Untuk Semua Orang

October 18, 2026 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Iya marathon tidak untuk semua orang, makanya saya bersyukur Amsterdam Marathon menyediakan event 7,5k yang terjangkau buat saya yang half marathon saja belum pernah. Walaupun secara distance hanya kira-kira seperenamnya, event ini tidak dianaktirikan dari race utamanya. Di luar hal-hal yang race-related, nyaris semuanya sama bahkan di marathon expo nama peserta 7,5k dicetak setara dengan pelari full marathon di dinding (saya nggak tahu di kalangan pelari sebutannya apa, tapi ini dinding yang memuat nama semua peserta).





Amsterdam Marathon 2026 diikuti oleh lebih dari 65.000 pelari dari 100+ negara. Rangkaian acara sudah dimulai dari hari Kamis 15 Oktober kemarin dengan Marathon Expo di RAI Amsterdam. Selain pameran apparel dan aksesoris lari dari berbagai brand, di tempat ini pula pengambilan bib dilakukan. Pada Sabtu pagi antriannya puaanjang sekali karena kebanyakan orang mengambil nomor di hari ini. Tapi walaupun mengular sampai pinggir jalan, panitia profesional sekali seperti sudah sering mengurus ini. Beberapa ada yang antri sambil menggeret koper, mungkin mereka datang dari luar negeri dan berniat mengambil nomor sebelum cek in hotel.

Epicentrum event ini ada di Olympisch Stadion Amsterdam. Ini adalah stadion legendaris yang dibangun untuk Olimpiade Amsterdam 1928. Bentukannya tidak seperti stadion modern, stadion ini masih mempertahankan desain Yunani kunonya lengkap dengan tulisan citius altius fortius dan logo Olympics. Lokasinya agak minggir di sisi selatan kota. Ketika ada event besar dan ramai seperti ini cara terbaik untuk mencapai tempat ini adalah dengan transportasi umum + siap jalan kaki agak banyak. Di area ini lah start dan finish untuk seluruh cabang lari dilakukan. Event 7,5K dimulai pukul 14.15 start dari depan stadion, saya dapat start wave 3 dan mulai berlari 14.42. For the record, marathon dan half marathon diadakan besoknya (Minggu 18 Oktober).


Course 7,5K didesain melewati berbagai area yang berbeda, mulai dari jalan raya besar, neighborhood lawas dengan rumah khas Amsterdam di kanan kirinya, sampai taman Vondelpark. Di hari Sabtu yang kadang cerah kadang gerimis ini banyak warga berderet di sepanjang course dengan berbagai aksinya. Mulai dari anak-anak yang menjulurkan tangannya untuk high-five, penonton yang random menyebut nama pelari, kakak-kakak kreatif yang bikin sign run like the Belastingdienst is after you, sampai komunitas lansia yang main musik tradisional Belanda. Nyaris tidak ada area yang sepi sepanjang 7,5 kilometer ini.

Finish-nya adalah yang paling keren. Semakin dekat finish semakin banyak orang berjejer berlapis-lapis di pinggir jalan ke arah stadion. Setelah memasuki pintu stadion bertuliskan citius altius fortius tadi peserta lari 200 meter tarakhir di track lari stadion sambil disoraki penonton dari tribun. Berasa olahragawan beneran, padahal hanya pelari kalcer yang larinya nggak kencang-kencang amat. Sampai tulisan ini dibuat hasil resmi panitia belum keluar karena masih menunggu full dan half marathon, tapi aplikasi saya menunjukkan pace 6:27. And just like that, medali lari ketiga tahun ini dan keempat secara total.



Hari masih terang saat lari selesai, masih ada sedikit waktu untuk menikmati Amsterdam sebelum matahari terbenam. Saya paling senang Amsterdam saat sore dan awal malam, sangat nyaman untuk duduk santai memandangi kanal. Untuk makan malam kami beli fries yang kata istri saya sering dibeli public figure Indonesia yang traveling ke Amsterdam, sampai viral dan direkomendasikan Helmi Yahya katanya. Yeah let me call it kentang goreng artis.


Alhamdulillah, terimakasih Amsterdam.

Chandra




0 comments:

Post a Comment