Goofy
Padelisme
Kramp Run Varsseveld
Pace
Bulutangkis Punya Satu Masalah
TVRI Sport
Craziest F1 Season Ever!
Formula 1 musim 2021 adalah musim paling gila sepanjang saya mengikuti seri balapan ini. Dua belas jam setelah berakhirnya balapan terakhir musim ini, masih jadi perdebatan apakah kemenangan dramatis Verstappen sepenuhnya sah. As it stands, Verstappen sudah dinyatakan sebagai juara dunia, namun Mercedes masih akan mengajukan gugatan setelah dua protesnya kemarin ditolak FIA.
Mundur sedikit tentang apa itu Formula 1 dan how it works. Formula 1 adalah kasta tertinggi balap mobil dunia. Secara teknologi mobil, mobil F1 adalah mobil balap paling canggih dan rumit, literal rocket science karena derajat engineeringnya bisa disejajarkan dengan teknologi space. Di sisi pembalap, untuk bisa sampai ke F1,pembalap harus berlaga di level-level di bawahnya lebih dulu. Best cars, best drivers.
Formula 1 2021 diikuti oleh 10 tim, masing-masing tim punya dua pembalap. Sejak tahun 2014, F1 didominasi tim Mercedes dan pembalap andalannya, Lewis Hamilton. Dari musim 2014 hingga 2020 nyaris tidak ada gangguan berarti dari tim lain terhadap dominasi ini. Tim Red Bull Honda dengan pembalapnya Max Verstappen hanya sesekali mampu merangsek memenangi balapan. Tapi di akhir musim tetap Mercedes yang juara. Sejujurnya saya sebagai penonton mulai agak bosan Mercedes terlalu sering menang.
| Verstappen (merah hitam) dan Hamilton (biru hitam) dalam balapan |
Barulah pada musim 2021 ini Verstappen dengan mesin Honda yang sudah diupgrade berhasil memberikan perlawanan sengit untuk Hamilton. Sesengit itu hingga ketika musim 2021 menyisakan satu balapan lagi, Hamilton dan Verstappen punya total poin yang exactly sama! Hal yang baru dua kali terjadi sepanjang sejarah F1 yang sudah digelar sejak 1950an (kejadian satu lagi di tahun 1974).
Berikut adalah sistem poin yang saat ini berlaku di Formula 1, pembalap yang finish di posisi 10 besar akan mendapat poin sesuai tabel. Poin ini akan diakumulasikan sepanjang tahun. Pada tahun 2021 ini ada 22 balapan, pembalap dengan akumulasi poin terbanyak setelah 22 balapan menjadi juara dunia.
Dengan persebaran poin yang sangat disperse, jumlah balapan cukup banyak, dan jumlah pembalap yang ada (20), sungguh hampir mustahil dua pembalap punya poin yang sama persis setelah 21 dari 22 balapan terlaksana. Tapi itulah yang terjadi antara Hamilton dan Verstappen. Against all odds, menuju balapan terakhir di Abu Dhabi, keduanya punya poin 365,5!
Note: poin setengah (0.5) ada karena sempat ada balapan yang terhenti di tengah disebabkan cuaca buruk.
Hamilton adalah juara bertahan yang sudah bertahun-tahun menduduki tahta. Verstappen adalah pembalap muda (24 tahun) yang tampil sebagai penantang. Nerve menuju balapan terakhir ini benar-benar tinggi di kalangan pecinta F1. Kualitas mobil dan pembalap tidak perlu diragukan lagi, tinggal mental, strategi, dan keberuntungan yang berbicara.
Dengan poin yang sama seperti ini, siapapun yang bisa finish lebih depan satu peringkat saja (10 besar) di GP Abu Dhabi akan memastikan diri sebagai juara dunia. Winner takes all. As context, saking dominannya Hamilton di musim-musim sebelumnya, balapan terakhir seperti ini biasanya jadi formalitas saja karena poin Hamilton sudah tidak mungkin terkejar lagi apapun hasil balapannya. This season finale will be legendary.
Let's go to the track. Abu Dhabi Grand Prix 2021 dimulai Minggu 12/12 pukul 20.00 WIB. Hasil kualifikasi hari Sabtu menentukan Verstappen start dari paling depan, Hamilton tepat di belakangnya di posisi dua. Namun ketika start Hamilton lebih cekatan dan berhasil merebut posisi ke depan. Verstappen strugling, kocar-kacir mengejar dan tampak kesulitan.
Hamilton semakin jauh meninggalkan Verstappen. Pitstop berjalan lancar untuk keduanya. Satu-satunya drama yang terjadi di depan hanya ketika Sergio Peres (Verstappen's teammate) berhasil menahan laju Hamilton untuk beberapa saat, namun tidak cukup bagi Verstappen untuk mengejar. Semua berjalan begitu saja, Verstappen butuh keajaiban untuk bisa menyusul Hamilton. Hingga pada putaran 53 (total ada 58 putaran) keajaiban terjadi, Latifi crash menabrak dinding pembatas. Safety Car!
Highlight Abu Dhabi GP:
Unbeliavable, arguably one of the most epic battle in sports I've ever witnessed. Feel blessed to live in this era. Two teams and two drivers are on war to be the smartest guys in the room. Pinnacle of sports. Congratulations Max Verstappen and Red Bull Honda!
Tokyo 2020
Olimpiade adalah tempat dimana kita bisa menyaksikan olahraga-olahraga 'aneh' yang selama ini tidak mendapat akses broadcast mainstream. Dayung, anggar, menembak, panahan, triathlon, dan lain sebagainya. Buat saya cabang-cabang ini jadi refreshment diantara rutinitas nonton bola dan balapan. Di sepakbola kadang kita perlu menunggu puluhan menit sampai terjadinya sebuah goal dan balapan F1 bisa memakan waktu sampai hampir 2 jam.
Sementara itu olahraga olimpiade menjanjikan excitement-excitement rapid yang hadir beberapa menit sekali. Atlet angkat beban butuh kurang dari 1 menit untuk tiap angkatan, satu set dalam panahan selesai sekitar 3 menit, balap dayung dan renang berlangsung hanya beberapa menit tiap heat. Belum lagi setelah satu cabang atau partai selesai penonton bisa switch ke tayangan lain hanya dengan beberapa klik. Menyenangkan sekali.
Olimpiade adalah tempat dimana lebih dari 200 negara mengirimkan wakilnya. Dalam cabang badminton kita bisa lihat pemain Indonesia bertanding lawan wakil dari sebuah negara di Afrika atau Timur Tengah. Hal yang jarang terjadi dalam kompetisi World Tour biasa dimana didominasi beberapa negara Asia saja.
Pernahkah kamu dengar negara Aruba? Comoros? Sao Tome and Principe? Saint Lucia? Kemungkinan besar belum, sama seperti saya. Tidak semua negara lolos karena qualified, ada yang mendapat tempat di olimpiade karena 'undangan'. Bahkan ada tim bentukan IOC yang diperuntukkan bagi refugee yaitu Refugee Olympic Team (EOR). Di satu level Olympic adalah ajang bagi atlet papan atas untuk mengejar medali tertinggi, tapi lebih dari itu Olympic memberi ruang bagi semua negara untuk berpartisipasi.
Kebanyakan orang Indonesia tahu pasangan ganda putra Indonesia Kevin/Gideon serta Hendra/Ahsan karena namanya sudah sering lalu lalang di media sosial dan berita ketika mereka berprestasi di ajang badminton dunia. Sebagian dari kita juga mungkin tahu lifter Eko Yuli Irawan atau masih ingat sprinter muda Lalu Mohamad Zohri yang sempat trending beberapa waktu lalu.
Tapi barangkali belum banyak yang dengar nama Windy Aisah yang kemarin menyumbangkan medali pertama untuk Indonesia, atau tim panahan Indonesia yang cukup impresif setidaknya di level Asia, lalu atlet Rio Waida dari surfing, duet Mutiara-Melani dari dayung, Vidya Rafika dari menembak, dan anggota kontingen lainnya. Olimpiade memberi kesempatan bagi atlet di cabang yang belum begitu populer untuk berdiri di panggung yang sama dengan atlet media darling. Tidak semuanya berprestasi, tapi bisa tampil di Olympic saja sudah sebuah pengalaman tak terlupakan pasti.
Saya sebagai penonton merasa sangat dimanjakan dengan tayangan olahraga tanpa henti yang disajikan Tokyo 2020. Tinggal pilih mau nonton di TV atau ambil gadget untuk buka Vidio. Tidak harus Indonesia yang main tetap saya tonton karena kapan lagi nonton tayangan live olahraga-olahraga tak biasa. Masa tunggu datangnya musim bola berikutnya jadi terasa lebih ringan. Mantap dan terimakasih #Tokyo2020
Citius Altius Fortius
Faster Higher Stronger, Together
Ramadhan Writing : The Salah's Effect
Some people now think there are six salahs : Fajr, Dhuhr, Ashr, Maghrib, Isya, and Mohamed (Salah) - Mufti MenkSaya agak kaget ketika beberapa teman yang selama ini nggak ngikutin kabar sepakbola dunia tahu-tahu bicara soal Liverpool. Usut punya usut ternyata mereka membaca soal Mohamed Salah
Ketika sepakbola dunia 10 tahun terakhir adalah soal Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, tiba-tiba muncul pemain bola asal Mesir, bermain di Liverpool, yang menjadi pemain terbaik dan top scorer Liga Inggris plus memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim, membawa Mesir ke Piala Dunia 2018, dan mengantar Liverpool ke Final Liga Champions.
Kalau Salah berasal dari Jerman atau Spanyol, atau bermain di klub kelas satu dunia (Barcelona, Real Madrid, Bayern Munchen) mungkin efeknya tidak sebesar ini. Tapi Salah berasal dari Mesir, negara yang tidak tiap empat tahun masuk World Cup. Lalu dia bermain di Liverpool, tim yang walaupun terakhir juara liga sudah 26 tahun yang lalu tapi saya tetep suka.
Salah memulai karir di Eropa bersama FC Basel di Swiss, lalu pindah ke Liga Inggris setelah dibeli Chelsea. Sayangnya dia gagal bersinar di Chelsea. Jarang dimainkan dan hanya mencetak sedikit gol, 2 kalau gak salah. Dua musim gagal di Chelsea dia dipinjamkan ke Fiorentina (Italia) lalu hijrah ke AS Roma. Di Roma Salah mulai bersinar, di musim terakhirnya Salah bermain 31 kali dan mencetak 15 gol. Jurgen Klopp (manajer Liverpool) merekrutnya. and BOOM!!
Salah langsung jadi bintang di musim pertamanya di Liverpool. Total 44 gol dalam semusim menyamai rekor Ian Rush dan mengalahkan Roger Hunt, Robbie Fowler, dan Fernando Torres. Di liga saja, catatan 32 gol adalah yang terbaik dalam sejarah liga 38 pertandingan. Rekor sebelumnya dipegang Alan Shearer, Cristiano Ronaldo, dan Luis Suarez dengan 31 gol. Edan.
Fans Liverpool sampai membuat chants untuk mengapresiasi Mohamed Salah
Tadi malam saya nggak tidur sampai Subuh. Nunggu pertandingan final Liga Champions 2018 antara Liverpool melawan Real Madrid. David vs Goliath. Madrid juara 3 kali dalam 4 tahun terakhir. Sementara Liverpool tidak punya satu pemain pun yang pernah bermain di final Liga Champions hingga tadi malam.
Sayang malang tak dapat ditolak. MoSalah sebagai silver bullet-nya Liverpool menangis terduduk di menit 30 akibat cedera bahu setelah insiden dengan Sergio Ramos. Salah keluar dan rencana yang sudah disusun kacau. Ditambah dua blunder dari kiper Karius (plis musim depan beli kiper yang proper), pertandingan selesai dan Liverpool kalah 3-1. Heartbreaking. Ini pengalaman nonton bola paling menguras emosi seumur-umur.
Walau gagal menutup musim dengan trofi Liga Champions, tapi Salah telah melakukan hal yang luar biasa musim ini. Tidak banyak yang bisa melakukan apa yang sudah dia lakukan. Demam Salah menjalar ke seluruh dunia.
![]() |
| Lebih dari sejuta pemilih Mesir 'nyontreng' Salah, lebih dari salah satu calon... |
Bicara soal Salah sebagai seorang muslim, komunitas dan tokoh-tokoh muslim menjadikannya kebanggaan. Seorang muslim yang taat bermain di Eropa, di tempat yang selama ini cukup dekat dengan Islamophobia. Dia menjadi pusat perhatian. Media-media memberitakan karena itulah berita yang laku dijual. Nama 'Mohamed' menyebar ke seluruh dunia.
Kehidupan Salah juga mulai disorot. Istrinya yang berhijab jauh dari rata-rata WAGs (wife and girlfriends) pemain bola yang biasanya adalah artis atau model seksi. Selebrasi andalannya dengan sujud mulai menjadi trend. Salah benar-benar tampak berbeda dari figur-figur yang ada saat ini.
Di Indonesia, beberapa ustadz memasukkan nama Mohamed Salah sebagai salah satu teladan bahwa di era modern dakwah harus dilakukan dengan cara yang disukai orang banyak dan menjadi magnet bagi media untuk menyiarkan. Untuk saat ini Salah adalah sosok paling fenomenal dan sesuai untuk penggambaran itu. Beberapa yang saya lihat videonya adalah Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Bachtiar Nasir, juga Mufti Menk dengan quote di atas.
![]() |
| What if Sujud celebration becomes trend in Europe ? in frame : Salah and Mane (Senegal) |
Sampai-sampai ada fans yang bilang, "kalau Salah bikin gol lagi saya akan jadi muslim", "Salah turns me into moslem".
Saya sendiri, sebagai muslim sekaligus fans Liverpool sejak pertama ngerti bola, sedang berada pada masa bangga-bangganya jadi fans. Liverpool is getting better and bigger in all aspecs. Waiting for amazing plays next season onwards.
Sulitnya Mengukur Kalori Untuk Orang Awam
Lima tahun yang lalu saya pindah dari Jogja ke Bandung. As you know, untuk kuliah. Waktu itu berat badan saya 55 kg dengan tinggi 174 cm. So skinny, right ?
Empat tahun kemudian, ketika lulus kuliah berat saya 70 kg dengan tinggi tetap. Dalam empat tahun berat badan naik 15 kg. Body mass index (BMI = BB/TB^2) naik dari 18.16 menjadi 23.12. Untuk ilustrasinya, lihat foto berikut
![]() |
| 2012, waktu SMA |
![]() |
| 2017, lulus kuliah |
Kenalan-kenalan di Bandung yang mengikuti perkembangan saya dari hari ke hari sih biasa saja. Tapi orang lama yang jarang saya temui sejak 5 tahun yang lalu impresi pertama yang dikatakan pasti bahwa saya tambah lemu.
Kenaikan berat badan paling drastis adalah waktu tingkat 2 dan 3. Waktu itu tugas-tugas kuliah di ITB memaksa kami sebagai mahasiswa untuk sering begadang. Saya telat tahu kalau begadang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan, tahu-tahu sudah nambah. Waktu yang tersita juga mengurangi kesempatan melakukan aktivitas fisik, walaupun untuk ini saya akui ada unsur malas hehe
Faktor ketiga adalah makanan. Saya yang sebelumnya tidak pernah punya masalah dengan kelebihan berat badan tidak terbiasa memerhatikan asupan makanan. Apa yang bisa dimakan, makan aja.
Tahun 2017 adalah pertama kalinya saya concern terhadap berat badan. Jangan naik lagi di atas 70 kg. Tahun 2018 untuk pertama kalinya juga saya concern terhadap makanan. Tapi ada sedikit masalah.
Ahli gizi, atau minimal mahasiswa gizi mungkin tahu kandungan zat-zat gizi dalam berbagai jenis makanan. Tahu kalau makanan A kalorinya sekian, B sekian, C sekian. Bisa ngukur kandungan gula pada makanan dan tahu berapa yang dibutuhkan seseorang. Tapi bagaimana dengan orang awam ?
Untuk orang biasa, aware sama kandungan gula pada kemasan minuman aja sudah syukur. Itupun kayaknya belum banyak yang melakukan. Informasi nilai gizi masih lebih banyak hanya sebagai hiasan. Hayo ada yang tahu sebotol teh pucuk berapa gram gulanya ?
Mungkin setidaknya kita paham lah bahwa junk food itu nggak baik, menyebabkan obesitas. Kita juga tahu bahwa dalam sehari harus ada asupan sayur/buah, protein dari ikan atau daging yang kalau bisa rendah lemak. Nasi ? kalau bisa jangan banyak-banyak.
Orang yang serius mengatur makanan (karena alasan kesehatan misalnya, atas perintah dokter) mungkin lebih dalam menghitung kalori, gula, dan zat lain yang masuk ke tubuh. Tapi untuk yang (alhamdulillah) masih normal, mengatur makanan untuk menunjang aktivitas dan biar nggak gampang ambruk kayaknya terlalu melelahkan kalau harus sampai itung-itungan angka...
Maaf ya, mungkin sayanya saja yang malah pusing kalau lihat ada orang itung-itungan gizi wkwk
Katanya pernah diteliti bahwa junk food punya efek lebih buruk pada orang yang sedang stres daripada orang happy. Artinya kondisi psikologis juga penting, bukan hanya soal apa yang dimakan. Jadi jangan sampai malah stres karena pengaturan makan. Nggak boleh makan inilah, itulah. Menurutku pengetahuan kualitatif tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan cukup lah. Jangan memaksa diri. Nafsu makan itu juga nikmat, tanya sama orang tua yang anaknya susah makan.
Fokus saya saat ini adalah mempertahankan berat badan di angka 70 tanpa medication atau diet ekstrem. Gradually menambah aktivitas fisik dengan beberapa olahraga, makan tidak lebih dari 3 kali sehari, fast food dikurangi karena banyak yang lebih sehat tapi sama enak dan lebih murah tapi sekali kali boleh lah.
Sebentar lagi kita masuk Ramadhan. Tujuannya ibadah tapi kalau dijalani dengan benar semoga menyehatkan terutama dalam urusan pengaturan BB. Pengurangan makan tanpa merasa tersiksa :)
Sebagai penutup, ada sebuah cerita. Saya ada teman yang bekerja di pertambangan batu bara di Bontang. Karena termpatnya terisolir, makanan sudah diberikan 3 kali sehari tanpa perlu jajan. Sebenarnya makanannya enak, sehat juga. Selalu ada nasi, lauk (daging/ayam/ikan), sayur, buah, dan minuman. Tapi lama-lama dia bosan. Karena sudah disediakan, dia tidak punya kuasa untuk memilih mau makan apa. Tersiksa juga lho lama-lama. Kemerdekaan memilih makanan itu juga penting. Merdeka!
Kalau ada yang punya tips mengatur makanan yang lebih benar, tolong ajaris saya...
Ahsan
Orang bilang jadilah besar karena prestasi, bukan sensasi. Namun tampaknya tahun ini nama Mohammad Ahsan terangkat lebih karena karena sensasi yang dibuatnya. Tapi sensasi tidak selamanya buruk. Ada pelajaran dan nilai-nilai yang patut disebarkan. Seperti yang dicontohkan Mohammad Ahsan.
Siapa tak kenal Mohammad Ahsan ? Semua yang mengikuti berita perbulutangkisan Indonesia pasti tahu. Bersama Hendra Setiawan, Ahsan sempat menjadi ganda putra ranking satu dunia. Sederet prestasi dipersembahkan Ahsan untuk merah putih, mulai dari 2 gelar juara dunia (2013 dan 2015), 9 title turnamen level Superseries, juara Asian Games, Sea Games (3x), belum termasuk posisi runner up dan juara tiga di berbagai kompetisi. Sampai beberapa tahun yang lalu Ahsan - Hendra adalah tumpuan Indonesia untuk meraih gelar, bersama Tontowi Ahmad - Lilyana Natsir tentu saja.
![]() |
| Ahsan-Hendra |
Bersama pasangan barunya, capaian tertinggi Ahsan baru mencapai silver medalist World Championship 2017 yang diselenggarakan di Glasgow. Tapi belakangan ini yang banyak disorot warganet justru beberapa tingkah Ahsan - Rian yang tidak lazim dalam sebuah pertandingan bulutangkis profesional.
Ahsan-Rian mulai mencuri perhatian setelah secara santun menolak bersalaman dengan seorang wasit perempuan. Wasit yang bersangkutan juga tidak tersinggung dengan hal ini, nampak dari wajahnya yang ikut tersenyum. Sejak saat itu gerak-gerik mereka, terutama Ahsan, semakin sering disorot kamera.
![]() |
| Menolak bersalaman dengan service judge perempuan |
Beberapa tahun yang lalu ada himbauan untuk pemain badminton putri agar mengganti penggunaan celana dengan rok. Tujuannya agar permainan terlihat lebih 'menarik', meniru pertandingan tenis. Ahsan justru mendemonstrasikan antitesisnya. Dalam beberapa turnamen terakhir Ahsan tampak mengenakan semacam legging. Tujuannya ? Untuk menutup aurat, tentu tanpa mengganggu pergerakannya. Apresiasi datang dari banyak pihak untuk Ahsan (dan Rian yang kemudian mengikuti) atas pilihannya ini
![]() |
| Menutup aurat |
![]() |
| Minum sambil duduk |
Ini adalah cerita 'hijrah' seorang Mohammad Ahsan. Menolak bersalaman, menutup aurat, minum sambil dudu adalah hal sederhana jika dilakukan oleh orang biasa. Tapi jika hal sederhana ini dilakukan oleh seorang yang powerful efeknya bisa sangat besar. Bagaimanapun Ahsan adalah salah satu pebulutangkis berpengaruh dalam satu dekade terakhir.
Layaknya kereta api yang meskipun berjalan pelan bisa melontarkan apapun yang ada di depannya, karena massanya besar. Begitu juga ini, contoh sederhana dari seorang atlet kelas dunia bisa mengajak banyak orang untuk ikut 'berhijrah'.
![]() |
| Bersujud |
Sore ini (2/12), bertepatan dengan saya memulai tulisan ini, Ahsan reunian dengan Hendra dalam Kejurnas PBSI 2017 di Bangka Belitung. Sebagai mantan pasangan nomor 1 dunia mereka masih terlalu tangguh untuk pemain kelas nasional. Dengan relatif santai mereka meraih gelar juara nasional. Sorak sorai berkumandang menyambut mereka. Rindu pada pasangan yang telah banyak mengharumkan nama Indonesia. Tapi yang paling penting, Ahsan tetap menjaga nilai-nilainya. Semakin tampak dia yakin dengan yang dilakukannya.
Salam,
Chandra
saya bukan siapa-siapa, isi tulisan ini juga tidak seberapa, tapi semoga ini dihitung sebagai upaya menyebarkan kebaikan, dan semoga apa yang saya tuliskan semakin bermanfaat setiap saat, dari hari ke hari, bukan menjadi semakin sia-sia.
Axelsen and His Mental Coach
Mungkin nama Viktor Axelsen belum begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia. Maklum, selepas era Taufik Hidayat Indonesia belum terlibat lagi dalam drama persaingan papan atas di nomor tunggal putra badminton dunia. Beberapa nama muncul namun masih belum bisa bersaing di jajaran, let's say, 5 besar dunia. Pemain MS (Men's Singles) Indonesia yang paling tinggi rankingnya saat ini adalah Jonathan Cristie (14). Di sisi lain, Axelsen-nya Denmark sukses meneruskan kebrilianan seniornya Peter Gade dan entah bagaimana Lin Dan masih menjadi pemain terbaik China dan saat ini ada di peringkat 3 dunia, bahkan ketika teman seangkatannya, Lee Chong Wei (Malaysia, rank 7) mulai keteteran. LCW (797) dan Lin Dan (701) adalah pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak di 20 besar dunia, maklum mereka seangkatan Gade dan Taufik.
Berbicara soal Viktor Axelsen, ada yang menarik dalam pertandingan-pertandingannya tahun ini. Dalam pertandingan bulutangkis profesional, selalu disediakan kursi untuk pelatih di sisi belakang lapangan pemain. Biasanya, namun tidak selalu, pemain tunggal putra ditemani oleh satu orang pelatih. Kalau pun ada dua, biasanya yang satu lagi adalah asisten pelatih. Tapi tidak begitu dengan Axelsen. Selain pelatih, dia juga ditemani seorang mental coach.
Axelsen termasuk pemain yang sering marah-marah. Coba cari di google atau youtube, banyak dokumentasi "Viktor Axelsen angry moments". Di usia yang masih muda tentu emosi yang meledak-ledak dan naik turun itu wajar. Tapi sebagai pemain andalan Denmark dia harus lebih dewasa kalau tidak ingin menjadi bulan-bulanan pemain senior dunia macam LCW atau Lin Dan. Untuk itulah dia sampai menyewa mental coach pribadi, Carsten Oldengaard.
Tugas mental coach-nya adalah menjadi tempat konsultasi dan memberi advice soal urusan psikis. Yah mungkin seperti psikolog, atau psikiater, atau apapun sebutannya. Patut diapresiasi bagaimana seorang pemain level atas dunia mau mengakui kekurangannya dan melakukan perbaikan dengan cara apapun.
Pemain badminton profesional berlatih ribuan pukulan dengan variasi yang luar biasa banyak. Itu dilakukan untuk menguasai teknik-teknik permainan. Tapi itu jadi sia-sia ketika emosi sudah tidak terkontrol dan tidak bisa bermain dengan kepala dingin. Mengingat badminton adalah olahraga dengan rate gerakan sangat cepat maka emosi ini sangat berpengaruh. Tapi bukan hanya dalam badminton, ini berlaku pula dalam olahraga lain, bahkan bukan hanya olahraga tapi juga segala aktivitas harian.
Axelsen dan tim Denmark menyewa mental coach profesional. Tapi sebenarnya dalam diri masing-masing kita ada sosok 'mental coach' itu, begitu kalau kata motivator. Katanya, ketika kita ingin marah, munculkan duplikasi dari diri kita, dia yang akan menjadi penasehat dan berkata "katanya mau jadi orang besar, kok gitu aja marah". Atau si duplikat itu juga yang akan mencari alternatif kemungkinan yang menjadikan pemicu marah itu menjadi logis. Misalnya lagi di jalan terus disalip orang dengan ngawur, dia akan berkata "mungkin lagi kebelet pipis".
Di sela-sela kesibukan dan lalu-lalang masalah sempatkan untuk ngleremke ati lan pikir. Itu seperti detoks, menghapus cache-cache tidak penting yang memenuhi memori dan jadi beban pikiran. Sebagai muslim kita beruntung punya salat sebagai 'meditasi' dan masjid sebagai tempatnya. Bahkan waktunya sudah dibagi, ketika akan memulai hari, pada tengah hari ketika fisik mulai butuh penyegaran. Selanjutnya dua kali salat dengan jeda +- 3 jam karena badan dan pikiran lelah butuh refreshment lebih frequent. Lalu terakhir untuk menutup hari dan membuka interval istirahat. Silakan ditambah yang sunnah karena pasti punya manfaat jasmani rohani.
Kemampuannya me-manage emosi mengantarkan Viktor Axelsen menuju kemenangan demi kemenangan. Yang terakhir adalah menjadi juara dalam 2017 World Championships di Glasgow setelah di final mengalahkan Lin Dan 22-20 dan 21-16. Sekarang Axelsen berada di peringkat 2 dunia, di usia 23 tahun, and he's not an Asian.
Chandra
My First Arrow
Mungkin agak norak ya, baru mulai main aja udah jumawa. Jangan-jangan cuma anget-anget tahi ayam, nanti bentar aja udah bosan. Kuharap tidak, hobi futsal dan badminton juga dimulai dari yang semacam ini, dan istiqomah sampai sekarang.
Sebenarnya sudah sejak beberapa bulan yang lalu saya penasaran sama jemparingan. Tapi belum kelakon gara-gara bingung mau main di mana dan sama siapa. Sampai akhirnya entah wabah dari mana hobi panahan masuk ke kantor tempat saya mengerjakan tugas akhir. Ditularilah saya olahraga sunah ini.
Akhirnya sekitar 2 minggu yang lalu saya beli busur panah. Nggak bagus-bagus amat memang. Riser-nya dari kayu bukan aluminium, limb-nya dari pvc yang di dalamnya dimasukkan kayu jadi tebal gitu. Ini linknya saya beli di sini : Mamlouk Archery Bukalapak. Review dikit barangkali ada yang minat beli :
+ pelayanan pelapak oke
+ fisik barang bagus, cocok untuk pemula
+ murah
- finishing nggak cantik
- belum ada arrow rest, harus beli terpisah
Harganya 300 ribu belum ongkir, murah untuk barang macam ini. Walaupun akhirnya saya kecelik teman-teman di kantor sana yang katanya mau beli yang 300an ternyata jadinya beli yang 1.5 jutaan -_-
Gak masalah lah ya senjatanya cupu yang penting skillnya mampu haha
Ada alasan kenapa saya memilih beli yang murah dulu. Saya pikir dulu demam panahan ini cuma kesenangan sesaat. Ternyata enggak euy, makin kesini makin bergairah, tadi siang waktu istirahat instead of ngrokok atau nonton tv orang-orang malah ngurusi bow dan arrownya buat persiapan main sore-sore setelah jam kantor.
Ceritanya saya ke sana tadi progress report TA. Ba'da jumatan saya kesana, ngobrol-ngobrol soal TA dan software. Beres itu ya saya nunggu jam kantor selesai, mau ikut main. Saya sudah bawa busur dan setengah lusin arrow yang saya dapat gratis dari kakak sepupu. Bahannya sih gratis, tapi ngrakit sendiri dipinjami jig-nya. Mengisi waktu saya nonton youtube : Olympic Archery 2012 dan Nu Sensei.
Berbekal ilmu dari youtube plus sedikit tutorial dari senior yang ada di sana saya coba layangkan anak panah pertama saya, lumayan. Anak panah kedua, not bad juga. Ketiga, meleset. Keempat, meleset lagi. Sampai 6 anak panah kesimpulannya manah itu nggak susah, yang susah itu untuk bisa konsisten.
Untung ada banyak bala bantuan. Saya dibantu memilih nocking point dan menandainya dengan dental floss. Sangat membantu untuk set anak panah berikutnya. Saya jadi tahu dimana harus meletakkan arrow nock. Ini dia yang saya harapkan. Bahwasannya salah satu tujuan saya memasukkan diri dalam demam panahan ini adalah untuk memudahkan diri beradaptasi dan mengenal orang-orang baru di tempat di mana mungkin saya akan berada 2 atau 3 tahun ke depan. Kenalan pas having fun lebih asik daripada waktu dibugging program kan ?
Saya menutup hari dengan puas, alhamdulillah. Di set-set terakhir menjelang pulang anak panah saya tidak ada yang meleset. Selain nocking point udah jelas, saya juga udah menemukan reference untuk membidik walaupun di alatnya nggak ada perlengkapan untuk itu, perlu panah yang lebih canggih memang untuk ini.
To conclude these, layaknya gol pertama dulu di futsal dan smash pertama di badminton. After my first arrow, i'm excited.
Chandra
210717





















