Untuk pertama kalinya kemarin saya dan istri melaksanan salat ied bukan di lapangan, bukan di masjid, tapi di halaman rumah. Bahkan saat covid dulu tidak ada momen kami salat di rumah, antara ke masjid/lapangan atau nggak salat jamaah.
Kami salat di Nijmegen, di rumah salah satu warga orang Indonesia. Beliau punya halaman belakang yang cukup luas karena kebetulan rumahnya di hoek. Halamannya besar sehingga bisa didirikan tenda dan muat dipakai untuk salat mungkin sekitar 50 orang. Ini adalah opsi tempat salat ied jamaah Indonesia terdekat dari tempat kami tinggal.
Walaupun tampak sederhana, setingan seperti ini justru hangat dan akrab. Setelah takbiran, salat, lalu khutbah seperti biasa, ada acara ramah tamah sambil makan-makan yang baru bubar menjelang siang. Regulasi yang tidak mengijinkan penyembelihan hewan di tempat masing-masing membuat tidak ada yang buru-buru berkegiatan. Bapak-bapak ngobrol cukup panjang sampai terjadi janjian untuk main padel hari minggu nanti.
Acara ini diselenggarakan oleh Kemuni alias Keluarga Muslim Nijmegen. Komunitas ini punya dua demografi utama yaitu student di Radboud University dan bapak ibu mukimin yang sudah lama di Belanda. Biasanya kalau di suatu komunitas banyak ibu-ibu mukiminnya, hampir bisa dipastikan ketika ada acara makanannya enak-enak haha.
Makanan itu satu hal, tapi yang paling penting buat saya adalah momen kumpul-kumpulnya. Salat di masjid Maroko atau Turki mungkin lebih nyaman, tapi kita tetap merasa sebagai tamu. Beda dengan salat bersama orang-orang Indonesia yang walaupun sederhana tapi berasa di rumah. Saya bersyukur ke sini dalam kondisi di banyak kota-kota besar sudah ada komunitas muslim Indonesia yang berkembang yang welcome.
Idul Adha tidak memungkinkan dirayakan secara maksimal di sini karena setelah salat tidak bisa melihat penyembelihan dan pengurusan daging kurban. Penyebelihan hanya boleh dilakukan di rumah pemotongan hewan. Walaupun RPH halal sudah cukup banyak, kebanyakan orang memilih untuk menitip saja ke masjid atau badan amil zakat baik di Belanda atau Indonesia.
Ketika hari kamisnya masuk kerja, saya lewat sebuah tempat pemotongan hewan halal. Di sana aktivitasnya memang lebih sibuk dari biasanya sampai dibuat tenda di belakangnya, banyak orang bekerja, dan bau hewan lebih tercium daripada biasanya. Ini adalah momen terdekat saya dengan penyembelihan hewan kurban di Belanda.
Selamat Hari Raya Idul Adha! Fijne Offerfeest!
Chandra