Setelah berkolaborasi dengan Mukti & Yusril, Kukuh Kudamai, Tova Veno, dan Podcast Mojok, akhirnya Smarai lewat di timeline saya. Semoga metode marketingnya yang super kreatif bisa mengjangkau lebih banyak orang. Harapannya makin banyak yang terpapar dan bisa menilai apakah musik 2000-an masih berterima di 2026 ini.
Benar kata Patub bahwa ini adalah band baru dengan orang-orang lama. Drummernya Bagoes Kresnawan aka bagustikus, seorang filmmaker, produser, dan lama ada di timnya Soekamti. Gitarisnya produser musik yang sudah established dan punya studio rekaman di Sleman. Basisnya selain musisi juga seorang publisis dan jurnalis. Kibordisnya adalah personil paling muda tapi juga sudah banyak mengisi bagian kibor untuk musisi nasional. Terakhir vokalisnya, Dhedot, adalah drummer Letto dan masih aktif sampai sekarang, iya drummer.
Kesamaan dari para personilnya adalah mereka semua berbasis di Jogja. Maka mereka memang memperkenalkan dirinya sebagai band Jogja yang ingin menaikkan kembali musik pop era 2000an, menapaki jejak Sheila on 7, Jikustik, The Rain, dan Letto. Masing-masing personil Smarai sudah punya massa di Jogja, ini menjadikan lebih mudah bagi mereka untuk take-off. Selain itu kematangan mereka dalam musik, bisnis, dan bidangnya masing-masing membentuk cara branding dan marketing band ini. Program Main Bareng yang dinaikkan di media sosialnya fresh, menarik, dan rapi banget. Nggak mungkin ini dibuat oleh anak baru yang semata-mata jago main musik.
Saya bukan pendengar dan penikmat musik garis keras, tapi mungkin saya gampang connect dengan Smarai karena bias latar belakang Jogja. Saya yakin Jakarta, Bandung, atau Surabaya punya skena dan massanya sendiri dalam bidang musik, komedi, dan lainnya. Jadi strategi cerdas dari Smarai di awal pembentukan mereka untuk menggandeng tokoh-tokoh sekitar Jogja. Festival lokal seperti FKY (Festival Kebudayaan Yogyakarta) juga jadi ajang andalan perkenalan mereka.
Smarai sudah mengeluarkan satu album berjudul Semai. Ini sesuai prinsip mereka mau seperti band lama yang harus punya album bukan hanya single saja. Agak berbeda dengan SO7 dan Letto yang tema lagunya akhir-akhir ini mengikuti umur yang sudah lebih dewasa (i.e. Memori Baik, Sebening Senja), Smarai mengangkat drama-drama anak muda. Jadi secara tema sebenarnya saya tidak merasa relate, hanya saja musik khas band-nya saya suka. Model seperti ini lebih masuk selera saya daripada musik 'buatan' yang marak di era sekarang. Track andalan mereka adalah Ajari Aku dan Optimis. Selain itu menurut saya Hidupkan Hidup juga bagus.
Viewer dan listener Smarai belum banyak. Kalau diketik di search engine juga masih sering dikira typo Samurai. Maka coba cek di kanal digital favorit Anda karena masih ada kesempatan untuk tampak kalcer dengan menjadikannya backsound story instagram.
Chandra