Blog

April 26, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Semalam saya sulit tidur karena sudah sempat terlelap sebentar setelah maghrib. Ini bukan hal yang sehat memang, tapi jadwal salat yang mulai sedikit tricky kadang memerlukan sedikit adaptasi. Sekarang di sini maghribnya hampir jam 9 dan isya-nya lewat jam 11 malam. Selepas isya tengah malam saya masih sangat melek dan daripada menyalurkan energi untuk hal yang mungkin akan saya sesali besok pagi (sempat kepikiran main FM dan masak Mie Sedaap Spacy Laksa), saya memutuskan untuk mencoba sekali lagi memperbaiki domain blog ini.

Ternyata saya kurang puas menggunakan domain generik blogspot karena nama yang idealnya saya inginkan (chandra.blogspot.com atau chandranurohman.blogspot.com) sudah dipakai orang. Saya jadi harus berkreasi dan memilih opsi lain yang kurang catchy. Selain itu tampaknya menggunakan domain generik hurts my traffic dan posisi di google search. Walaupun blog ini tidak dimonetize dan saya bukan orang yang mengejar engagement, tapi rasanya senang kalau ada orang yang tidak saya kenal menemukan dan membuka blog ini secara organik.

Karena itu saya memutuskan untuk mencoba sekali lagi. Saya tidak berusaha merevive chandranurohamn.id karena tidak worth the effort untuk ngoprek lagi. Saya mau start fresh, kalau bisa dengan starting cost kecil jadi andai gagal tidak rugi-rugi banget, dan providernya yang bermain di pasar global. Kalau dulu saya langganan Qwords sesimpel karena outletnya di dekat kosan, sekarang saya baca-baca rekomendasi orang di internet dan mendaftarlah saya jadi customer Namecheap (www.namecheap.com).

Alhamdulillah langsung ada opsi di sana untuk chandranurohman.blog dengan harga yang sangat murah yaitu 2 euro-an (3 dollar) untuk satu tahun pertama. Beli aja dulu pikir saya, harganya sama dengan sekaleng minuman soda. Saya tidak aktifkan auto-renewal sehingga kalau setup-nya rumit mungkin akan saya tinggal begitu saja. Kalau nanti diperpanjang tahun kedua bayarnya jadi sekitar 20 euro, yang mana juga masih masuk akal karena mirip-mirip dengan harga di Indonesia jika dirupiahkan. 




Surprisingly mereka punya knowledge base yang up-to-date, menjelaskan dengan sederhana apa yang harus dilakukan untuk mengarahkan custom domain yang mereka provide dengan blogger yang sudah ada. Lebih-lebih, mereka juga punya panduan dalam bentuk video yang diupload di YouTube. Setelah 20 menitan mengatur konfigurasi di control panel-nya Namecheap, saya beranjak tidur sambil menunggu propagai yang katanya untuk domain baru butuh 30 menit sampai 2 jam. Pagi ini saya lanjutkan setup di sisi blogger-nya, tunggu 10 menit, and just like that we're live!

Sweet, domain clear, SSL done, redirect works, termasuk kalau diakses dari .blogspot otomatis diarahkan ke domain yang baru. 


Let's see how this goes. Semoga tidak ada gangguan teknis yang tidak perlu dan yang lebih penting semoga saya tidak bosan menulis. I'm not really audio-visual person jadi di era gempuran video pendek menulis adalah cara paling nyaman untuk saya membuat konten atau menyampaikan pikiran, dari belakang meja.

Chandra

Tim-Tim Barclays

April 18, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments
What if Spurs gets relegated?

Saya menulis ini di depan TV yang sedang menyiarkan pertandingan Tottenham lawan Brighton. Kalau Tottenham kalah lagi di pertandingan ini maka ancaman degradasi semakin dekat menjadi kenyataan. Walaupun secara matematis masih sangat bisa selamat, potensi turun kastanya besar karena kontender degradasi lain sedang membaik mainnya sementara Spurs gitu-gitu saja meskipun sudah dua kali ganti pelatih.

Liverpool memang having a bad season karena angin-anginan setelah menggelontorkan ratusan juga pounds. Tapi degradasi is in another level, tim sebesar Spurs akan sangat terpukul secara reputasi dan finansial kalau sampai terjadi. Absen dari kompetisi Eropa saja sudah membuat keuangan tersendat, apalagi turun divisi. Spurs juga belum lama menempati stadion barunya yang sangat megah. Bayangkan main di divisi Championship dengan stadion sebesar punya mereka, apa gak terkagum-kagum itu tim yang bertandang.


Kalau ditanya, saya sebagai penonton berharap Spurs tidak terdegradasi. As much as I enjoy Klopp's Liverpool era, Liga Inggris tahun 2000an tetap membekas buat saya. Saya pikir angkatan saya dan sebelumnya sependapat soal 'Barclays Era' sebagai salah satu masa nonton bola paling seru. Tentu saja Spurs termasuk di dalamnya dan potensi kehilangan satu Barclays team tidak membuat saya happy. Saking inginnya saya melihat klasemen liga Inggris berisi tim-tim yang ada di tahun 2000an, saya sering ngecek klasemen Championship untuk tahu siapa yang akan promosi musim depan.

Saya ingat pertama kali dibelikan sepatu bola oleh orang tua merknya Speed. Di bagian belakang kardusnya for some reason desainernya menaruh logo 20 tim Liga Inggris di jaman itu. Selain traditional Big 4 (yes waktu itu masih 4), ada tim-tim macam Bolton, Blackburn, Portsmouth, Middlesbrough, dan Birmingham. Lagi-lagi sebagai Barclays fan saya kangen melihat logo tim-tim itu di media publikasi Premier League. 


Things are not looking good already in Championship karena cuma Middlesbrough yang ada di 10 besar, itupun kemungkinan harus main play-off. Maka saya berharap yang terdegradasi jangan tim 'tradisional', Wolves dan Burnley sih oke tapi Spurs kalau bisa jangan. Kalau survive musim ini, saya cukup yakin Spurs minimal bisa bersaing di papan tengah musim depan.

Babak pertama selesai dengan skor 1-1, gol Pedro Porro dibalas Mitoma. Not looking good, kalau cuma imbang mereka akan tetap di zona merah dengan memainkan satu pertandingan lebih banyak. Keren Liga Inggris musim ini, selain perebutan juara yang belum final, satu spot degradasi juga masih punya banyak kemungkinan. Setelah pertangan ini akan ada MU lawan Chelsea, besok Merseyside derby Liverpool lawan Everton lalu ditutup City ketemu Arsenal. What a weekend.

Chandra 

Bensin

April 05, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Kalau ada efek perang yang sudah terasa di Belanda adalah naiknya harga bahan bakar minyak. Walaupun pemerintah memberikan subsidi BBM, tapi harga tidak dikunci sehingga kalau harga minyak dunia naik harga bensin di pom bensin juga langsung naik. Pada kondisi normal pun harga bisa berubah setiap harinya, sekarang dengan adanya eskalasi yang menyebabkan distribusi minyak dunia terhambat, harga bensin bukan lagi naik tapi ganti.

Belanda adalah salah satu negara dengan harga BBM paling tinggi di Eropa barat. Tahun lalu bensin Euro RON 95 (yang adalah varian paling basic) dijual di kisaran 1,8 sampai 1,95 euro per liter. Harga ini berterima di masyarakat karena relatif stabil sepanjang tahun dan diimbangi infrastruktur jalan yang baik. Sekitar pergantian tahun ke 2026 harga mulai naik menyentuh 2 euro. 

Tidak lama berselang US dan Israel bikin gaduh dan tiba-tiba harganya melonjak jadi 2,25-2,4 euro per liter. Kalau belinya di rest area tol bisa lebih dari 2,5 malah. Jadi harga bensin sekarang sekitar 20-25% lebih mahal dari 6 bulan yang lalu. Dampak lebih besar dirasakan pengguna diesel. Harga solar naiknya sampai 50% dari kisaran 1,6 ke 2,4-2,5. Solar yang tadinya lebih murah dari bensin kini berbalik jadi lebih mahal. Masyarakat umum juga merasakan harga-harga kebutuhan terkerek karena biaya distribusi dan logistik yang naik.

Kondisi ini bisa jadi belum yang puncak parahnya. Menurut JP Morgan, minyak yang sekarang kita pakai adalah kiriman dari sebelum eskalasi. Untuk diketahui bahwa kapal tanker yang berat itu hanya bisa jalan 10-15 knots alias sekitar 20 kilometer per jam, mirip-mirip dengan orang naik sepeda. Jadi stok sekarang adalah barang lama yang sudah lewat sebelum selat hormuz ditutup dan oil transport tercekik.


Masih menurut JP Morgan, eventually kiriman lama ini akan habis juga gelombangnya. Di US diperkirakan kiriman terakhir akan datang sekitar 15 April, Eropa 10 April, Australia 20 April, sementara Asia dan Afrika sudah lewat yaitu 1 April kemarin. Mungkin saja negara-negara punya channel lain atau cadangan minyak yang bisa dipakai, tapi hambatan distribusi ini pasti memunculkan shock wave. 

Menakjubkan kalau Indonesia benar-benar tidak menaikkan harga sampai krisis ini berakhir. Entah bagian mana lagi yang akan dipotong untuk nambal demi tidak melakukan kebijakan non-populis menaikkan harga pertalite. Statement yang sudah keluar adalah Pertamina yang akan membayar selisihnya. Tapi seberapa kuat BUMN menopang ini mengingat belum jelas kapan kondisi akan normal lagi.

Penyebab utama semua ini tentu Trump dan Netanyahu. Andaikata mereka diam-diam saja krisis ini tidak akan terjadi. Tapi nafsu Israel menjadi supernation dan mengungguli semua negara di Asia Barat memang biadab plus merugikan banyak pihak. The most hated country in the world and that's not even close.

Perang Amerika dan Iran ini asimetris, kalau gede-gedean badan jelas US menang, tapi Iran punya keuntungan strategis yaitu menguasai Selat Hormuz yang jadi jalur distribusi penting dunia. Ini ibaratnya David vs Goliath. America is a bully yang sekarang kelihatan mulai keringetan karena perang yang tadinya ditargetkan straight forward ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Popularitas Trump juga terus turun karena harga-harga naik, instabilitas, dan ketundukannya pada Israel. Bukan hal menguntungkan bagi dia dan partainya mengingat tahun ini akan ada pemilu sela.

Panjang kalau membicarakan politik perang ini, termasuk keikutsertaan Indonesia dalam BOP, piala dunia, dan lain sebagainya. Saya bukan ahli hubungan internasional jadi akan kembali ke harga bensin.


Di Belanda sendiri belum ada kebijakan khusus terkait energi misalnya peraturan WFA atau pemadaman bergilir. Kenaikan harga bensin dan bahan kebutuhan masih ditelan sebagai pengeluaran tambahan household. Pemerintah dan industri ada action sih in the background pasti, tapi di masyarakat masih terasa normal.

Prevalensi penggunaan energi terbarukan dan kendaraan listrik (termasuk angkutan barang dan orang) mungkin menjadi bantal yang melindungi dari krisis ini. Apalagi bulan-bulan ini ngunduri summer yang artinya hari sudah hangat jadi tidak perlu membakar energi untuk pemanas dan siang harinya makin panjang sehingga solar panel makin efektif. 

Saya bersepeda sore ini memotret beberapa pom bensin yang saya lewati. Semuanya menunjukkan harga Euro 95 di kisaran 2,3 euro-an.


Chandra