TVRI Sport

July 24, 2023 Posted by Chandra Nurohman No comments

Saya akhirnya menyerah dan memutuskan beli Set Top Box agar TV analog saya bisa dipakai lagi. Sebelumnya saya menolak untuk pasang STB karena merasa pemerintah membuat kebijakan yang tidak perlu dengan mematikan jaringan TV analog dan beralih digital only. Lagipula sebelumnya saya jarang nonton TV, tidak banyak tayangan yang saya konsumsi. Jadi ya saya pikir, buat apa STB?

Tapi sekarang saya tarik kata-kata saya. Ternyata setelah pasang STB saya jadi sering menyalakan TV. Selain gambarnya bersih dan HD, dengan masuk ke jaringan digital saya jadi punya dua channel favorit yang dengan senang hati saya tonton yaitu TVRI Sport dan MOJI TV HD. Dua kanal ini tidak ada di jaringan analog, atau setidaknya tidak tertangkap di area saya. Sebagai penggemar tayangan olahraga, saya juggling antara dua kanal ini. Mostly tayangan olahraganya internasional, cabang olahraganya beragam, dan kualitas brodcastingnya bagus.

TVRI Sport punya sajian yang berbeda-beda tiap minggunya tergantung event apa yang sedang berjalan. Kemarin mereka menyiarkan LIVE World Cup of Pool dimana Filipina keluar sebagai juara. Kemudian ada seri golf JLPGA, US Border Patrol Bull Riding, liga sepak takraw Malaysia (STL), IFSC Climbing World Cup, Extreme E, World Surfing League, Mobile Legend Professional, bahkan NBA Play-offs. Tadi malam TVRI Sport menayangkan Fistball, untuk pertama kalinya saya nonton olahraga gabungan dari tenis, voli, dan sepakbola ini. Kalau pagi sampai sore sekarang sedang ada World Aquatics 2023 di Fukuoka dengan bermacam cabor airnya.

MOJI TV satu grup dengan Vidio, sehingga tayangan olahraga yang tayang di Vidio bisa jadi juga ada di MOJI. Mereka beli hak tayang SEA V League, turnamen voli Asia Tenggara yang tadi malam dimenangkan oleh Indonesia untuk cabang Putra. Turnamen pra musim Premier League Series yang diselenggarakan di Amerika juga mereka tayangkan. Agak beda ya jam 6 pagi nonton tim Inggris main. Kemarin Brighton vs Chelsea, sekarang saat tulisan ini dibuat saya sambil nonton Newcastle vs Aston Villa, lumayan untuk scouting pemain FPL.

Dari dua itu saya prefer TVRI Sport karena olahraganya lebih banyak, jarang bisa ditonton di platform lain, dan tanpa iklan. Kalau di satu waktu tayangan MOJI selevel lebih baik baru saya switch. Selagi dua stasiun TV ini masih menyuplai tayangan olahraga berkualitas, rasanya TV berbayar belum perlu-perlu amat. Semoga ini bukan honeymoon period yang nanti kalau sudah berakhir mereka berhenti membeli lisensi tayangan-tayangan ini. 

Thanks,
Chandra

Waspada Penipuan Segitiga

July 23, 2023 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Beberapa kali di timeline saya muncul berita atau obrolan tentang modus penipuan jual beli mobil yang satu ini. Modus ini jadi perhatian karena untuk bisa pull off penipuan model ini pelakunya harus cukup lihai. Penipu jalanan kelas teri saya rasa belum tentu bisa. Untuk bisa menjalankannya perlu kemampuan komunikasi dan timing yang pas. Semoga kita tidak jadi korban, dan dengan memahami cara kerja mereka semoga bisa sedikit membantu. Berikut saya tuliskan step by step modus penipuan jual beli mobil yang sedang marak ini.

Step 1: Pelaku, sebut saja Barong, mencari iklan mobil bekas di internet. Selanjutnya dia akan mencuri iklan itu dengan cara menyalin detail produknya, mengambil fotonya, lalu diupload ulang olehnya. Untuk menarik calon korban, dia akan pasang harga yang jauh lebih murah. Ambil contoh misalnya mobil Avanza yang oleh pemilik asli bernama Bara diiklankan 180 juta, dia repost dengan harga 120 juta. Mungkin juga Barong sudah minta foto STNK dan BPKB untuk membuat tawarannya tampak lebih legit.

Step 2: Calon korban, sebut saja Badu, melihat iklan itu dan tertarik karena harganya murah. Badu menghubungi Barong untuk janjian survey, jadilah mereka janjian hari Minggu jam 10 pagi. Untuk tempatnya, Barong memberikan alamat Bara karena memang mobilnya ada di Bara, bukan di Barong. Barong juga bilang semacam "nanti lihat mobilnya dibantu adik saya ya, tapi jangan ngomongin harga sama dia soalnya dia nggak tahu, kalau sudah cocok dananya ditransfer saja ke rek 01234xxxx a.n. Barong, kalau sudah nanti silakan mobilnya dibawa".

Step 3: Barong akan ngomong ke Bara bahwa ada orang saya mau survey mobilnya pada hari Minggu jam 10 pagi. Kepada Bara, Barong bilang semacam "nanti orang saya akan survey ya, tapi dia ngecek kondisi mobilnya aja, masalah harga dan dana nanti transfernya dari saya".

Step 4 (*hari Minggu jam 10 pagi*): Badu datang ke rumah Bara untuk cek mobil. Bara mengira yang datang adalah orang suruhan yang hanya akan cek kondisi, Badu mengira yang menemuinya adalah adik penjual. Kedua sisi berpikir bahwa yang penting cek kondisi, masalah harga nggak perlu dibahas, sesuai skenario Barong.

Step 5 (*hari Minggu jam 10.45 pagi*): Badu selesai memeriksa mobilnya, semua sesuai, dan dia makin bersemangat karena setahu dia harganya jauh di bawah pasaran, logika makin lepas. Badu transfer ke rekening yang diberikan Barong, mengira itu rekening yang benar milik penjual. 

Step 6 (*hari Minggu jam 10.50 pagi): Kepada Bara, Badu menunjukkan bukti transfer dan minta untuk diberikan surat-surat dan kunci mobil terkait. Tapi tentu di rekening Bara tidak ada uang masuk, karena transfernya ke rekening Barong. Barong pergi dengan transferan yang dia dapat dan segera mem-block kontak Badu dan Bara. Badu kehilangan uang dan Bara tidak mau menyerahkan mobilnya. 

Upaya penipuan ini sebenarnya akan gagal kalau dari awal Bara dan Badu saling mengkonfirmasi identitas sehingga impostornya ketahuan, atau Bara casually menyebut harga asli penawarannya yang berbeda dengan yang dilihat Badu. Saat akan transfer, andai Badu mengonfirmasi rekeningnya lebih dulu ke Bara, penipuan ini juga akan gagal. Sebenarnya contoh-contoh yang lewat di timeline saya kebanyakan juga survivor yang berhasil selamat dari upaya tipu-tipu ini, dalam banyak kasus antara penjual atau pembeli ada yang sadar duluan bahwa ada yang salah.

Success ratenya mungkin tidak banyak, tapi karena angka uangnya besar jadi modus ini tidak boleh diremehkan. Semoga kita terhindar dari orang-orang jahat seperti ini. Ada beberapa hal yang jika dilakukan akan memperbesar peluang kita selamat dari modus serupa:

- Saat mendapat kontak orang yang akan bertransaksi, lakukan background check dulu secara menyeluruh. Lanjutkan transaksi jika dan hanya jika nomor kontaknya valid dan sudah dipakai lama (see app GetContact), lalu nama orangnya jelas dan bisa dicari sosmednya, ketahuan kuliah/kerja dimana (researchgate, linkedin, blogs, etc), syukur-syukur kalau ada fotonya di google. Profiling lah pada intinya, makin lengkap makin baik karena jadi tahu siapa yang akan ditemui. Untuk transaksi besar ya terutama, kalau COD jual lepas barang-barang kecil ya disesuaikan aja.

- Saat akan transfer, pastikan barangnya ada dan lengkap beserta surat-surat, orangnya ada di tempat, dan nama yang tertera di rekening sama dengan orang yang ada di sana. 

- Sebagai pembeli, jangan tergiur harga super murah

- Sebagai penjual, kalau ada orang mau beli barang besar tapi nggak nego itu malah aneh, pastikan konfirmasi atau malah batalkan sekalian. 

Sekian, semoga bermanfaat, dan semoga kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.



Terimakasih

Crime-y

July 07, 2023 Posted by Chandra Nurohman , No comments
Salah satu film favorit saya sepanjang masa adalah The Shawshank Redemption. Bercerita tentang mengapa dan bagaimana seorang narapidana kabur dari penjara dengan cara yang sangat brilian dan tak diduga oleh siapapun. Kisah Andy (diperankan Tim Robbins) dan Red (diperankan Morgan Freeman) selama di penjara sangat menguras emosi. Sudah itu lalu ditutup dengan ending yang menurut saya salah satu terbaik yang pernah saya tonton dari sebuah film.


Untuk serial, beberapa yang saya ikuti seperti White Collar, Prison Break, OMITB, dan Suits. Beberapa season atau episode bahkan saya tonton berulang. Not necessarily saya suka atau terinspirasi dengan sosok yang terlibat kejahatan. Yang membuat saya tertarik adalah trik-trik cerdik yang dilakukan oleh pemainnya, siapapun itu dan apapun posisinya. Tokoh yang paling moncer pikirannya dan paling luas wawasannya biasanya yang jadi favorit saya. Misal Mozzie di White Collar yang menurut saya sama pentingnya dengan Neal, meskipun kocak dan lebih sering di belakang layar, tapi terobosan-terobosannya sering jadi kunci pemecahan kasus. Scofield di Prison Break dengan masterplan-nya yang sangat rapi juga dapat dua jempol dari saya.

Baca juga: Crime Series XI

Sebenarnya sejak kecil saya sudah suka tokoh detektif, dimulai dengan Conan, sudah mengoleksi komiknya sejak SMP. Kini saya juga baca beberapa buku bertema crime. Tahun ini saya sudah baca The Bomber Mafia dan Heist. Yang pertama itu lebih tentang sejarah, tapi juga ada cerita soal perangnya, a kind of violence. Heist itu ditulis berdasarkan kisah nyata perampokan perusahaan pengirim uang di Amerika. Terbaru kemarin saya ke BBW Bandung beli Bit of a Stretch: The Diaries of a Prisoner.


Kalau di YouTube ada channel yang saya sangat suka tapi lama tidak upload, kabarnya karena creatornya sakit, nama channelnya Kento Bento. Saya juga ikuti channel The Infographic Show, terutama bahasan soal crime atau heist. Film adaptasi novel Agatha Christie? mainkan. I saw Hercule Poirot then I clicked. Knives Out dan Glass Onion juga saya kasih nilai tinggi. 

Membaca atau menyimak cerita-cerita detektif atau kriminal membuat saya merasa berperan menjadi tokohnya. Walking on their shoes. Bisa sebagai pahlawannya, bisa sebagai villainnya. Seperti anak kecil yang berpikir berurusan sama penculik seru gara-gara nonton film Sherina, tapi tahu bahwa akan repot kalau mengalaminya di dunia nyata.

Jadi yok kalau ada tontonan atau bacaan serupa dengan any yang saya sebutkan di atas, tolong beri tahu saya.

Chandra

pict: 
1. themoviedb.org
2. instagram @chandranrhmn

Warpas

June 28, 2023 Posted by Chandra Nurohman , No comments
Ini adalah Warpas alias Warung Pasta, restoran pasta yang salah satu cabangnya ada di Dago Bandung, tepat di samping parkiran SR ITB. Sebagian besar yang pernah kuliah di ITB pasti punya kenangan dengan tempat ini. Bisa berupa memori makan bareng sirkel atau gebetan. Tapi di sudut yang lain ada golongan mahasiswa yang mbatin bahwa tempat ini di luar jangkauan wkwkw. Saya salah satunya, sejak kuliah dan 2 tahun bekerja di Bandung belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di tempat ini.

Dari sejumlah restoran yang ada di sekitar kampus, entah kenapa Warpas yang sering jadi benchmark. Kalau bilang pernah makan di-Warpas biasanya respon orang antara dua. Pertama mereka mafhum bahwa kamu orang yang mampu. Kedua ada pertanyaan lanjutan seperti ada acara apa? sama dosen? habis menang lomba? Warpas bukan tempat yang biasa untuk mahasiswa biasa.

Sekali-sekali makan disana mungkin bisa saja, tapi tetap merasa eman-eman. Berasa not belong to begitu. Warung tenda sedap malam di depannya pasti kalah dari segi kebersihan, tapi di sana hati lebih nyaman wkwk.

Kini setelah beberapa tahun lulus dan pindah dari Bandung, saya memutuskan ingin makan di sana. Libur panjang idul adha saya manfaatkan untuk ngadem ke Bandung dengan kelurga. Di antara beberapa tempat yang kami masukkan dalam rencana perjalanan, Warung Pasta adalah salah satunya. Alhamdulillah warpas buka pada hari cuti bersama hari raya.

Saya sama sekali tidak ada masalah dengan teman-teman yang bisa atau bahkan terbiasa makan di sana. Cuma penasaran saja dalamnya seperti apa jadi sekarang mencoba datang. Lagipula kalau bicara kesenjangan pernah ada kejadian yang lebih tidak enak. Yaitu pada suatu hari di semester 2, salah satu teman saya mendekat dan berbisik, "pantes ditolak chan ajakanmu kemaren, pacare pake mobil". hahahaha. This belum-pernah-makan-di-warpas is nothing.

Hari ini waktu saya datang, Warpas sepi sekali. Mungkin karena very-long-weekend dan hari raya jadi lebih banyak orang pulang kampung. Begitu masuk kami disambut welcome drink air mineral. Karena sepi, kami bebas pilih tempat duduk. Ada area smoking dan non smoking, meja kursi maupun sofa. Untuk kenyamanan tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Daftar menu bisa dilihat dengan cara scan QR code, berikut latest menu Warpas bulan ini: Menu Warpas

Portofolio pasta saya hanya sebatas spaghetti la fonte, jadi makan di Warpas sudah tentu saya bilang sangat enak. Porsinya juga lumayan banyak, pas untuk sekali makan. Overall pengalaman makan di Warpas Bandung solid 9/10. Apakah saya akan balik lagi? Iya, tapi mungkin akan coba yang di Jakarta. Yang penting unsur sentimentilnya sudah terbayar hari ini di Jalan Ganeca.


Chandra

Cap Besar-Besar ala Samsat

June 21, 2023 Posted by Chandra Nurohman No comments

Saya itu heran waktu menerima hasil cek fisik ini. Sudah 2023 kok masih kaya begini bentuknya ya. Di form ini banyak isian tapi malah nggak perlu diisi, ada ceklist di bawah tapi dicoret begitu saja, malah yang ada kertas formnya dihujani cap gede-gede dengan posisi nggak beraturan. Tentu di belakang kertas ini ada lembar fotokopian KTP, STNK, dan BPKB.

Tapi jangan salah, pelayanan Samsat Ciledug ini sebenarnya tidaklah buruk. Prosesnya cepat, petugas komunikatif dalam memberikan pengarahan, teknisi cek fisik juga ramah dan cepat kerjanya. Antrian tidak panjang sehingga proses dari awal sampai selesai memakan waktu kurang dari 20 menit. Padahal prediksi saya bakal lebih dari satu jam, bahkan mungkin sampai makan siang. Dari beberapa kali saya cek fisik kendaraan, ini yang paling sat set.


Tapi masalah dari urusan per-samsat-an dan sejenisnya ini adalah flow yang nggak jelas. Kita datang ke samsat itu dalam posisi benar-benar blank harus menuju kemana. Walaupun sudah pernah ke kantor samsat tersebut, beda urusan bisa beda jalurnya. Penunjuk arah lokasi cek fisik dan loket memang ada, tapi kita nggak tahu harus kemana dulu dan setelah itu kemana. Solusinya hanya dengan tanya ke petugas. Di Samsat Ciledug ini petugasnya banyak dan ramah-ramah, ini bagus, tapi di sisi lain menunjukkan bahwa flow-nya belum bisa jalan mulus dengan sendirinya, masih banyak campur tangan manusia yang membuat prosesnya terasa tidak terstandar.

Mestinya hal ini bisa diperbaiki. Kita masyarakat bayar pajak juga nggak murah. Gerai fast food sekarang sudah banyak yang menyediakan opsi pesan dan bayar via digital kiosk bahkan aplikasi mobile, proses dan interaksi semakin sederhana. Sistem infomasi rumah sakit sekarang juga sudah semakin berkembang, flownya makin jelas dan sinkronisasi data berjalan baik sehingga tidak perlu berulang-ulang mendaftar atau menunjukkan identitas. 

Yok bisa yok, ini samsat yang dekat dengan ibukota lho. Yang saya paling geli masalah cap ini. Harus dibuat sebesar dan semencolok itu seolah kalau kecil nggak akan dibaca orang. Struk belanja, resi pengiriman, dan lain lain yang rapi dan efisien karena computer-generated sudah diterima luas kok sekarang. Orang juga sudah terbiasa menggunakan handphone dan internet.


But still, layanan cepat Samsat Ciledug patut diapresiasi untuk saat ini. Orang jadi tidak perlu terlalu lama meninggalkan aktivitasnya. For your info biaya cek fisik 30 ribu, tapi saya tidak dapat struk untuk ini. Semoga kelak di urusan berikutnya dengan samsat sistemnya sudah lebih baik. Terimakasih


Chandra

Tips Untuk Maba

June 15, 2023 Posted by Chandra Nurohman , No comments
Kalau ditanya tips untuk masa kuliah dan memulai karir oleh maba, saya sulit juga jawabnya karena merasa tidak maksimal dan sukses-sukses amat juga waktu menjalaninya. Paling salah satu jawaban yang bisa saya kasih adalah perhatikan kakak tingkat yang beda 2-3 tahun di atasmu. Saya berpikir begitu sumbernya dari pengalaman dan pengamatan yang saya lakukan di lingkungan saya.

Saya perhatikan setiap angkatan itu biasanya secara overall satu langkah lebih maju dari angkatan sebelumnya. Bisa dalam hal apapun, mungkin ada sektor yang unda-undi, tapi kalau dilihat secara menyeluruh kecenderungannya begitu. Itu karena adik tingkat bisa melihat peluang yang diambil katingnya lalu jadi lebih siap untuk memanfaatkan peluang yang sama. Mereka juga bisa melihat kesalahan yang pernah dilakukan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

Kenapa 2-3 tahun? Karena selain fakta bahwa sempat bertemu langsung (asumsi kuliah 4 tahun), jika selisihnya hanya segitu relatif lanskapnya belum banyak yang berubah. Sistem penerimaan mahasiswa masih mirip sehingga orang yang masuk kira-kira tipenya sama. Kurikulum, budaya perkuliahan, dan organisasi intra kampus belum banyak berubah. Program luar kampus seperti konferensi, lomba, pemagangan, dan lain sebagainya tidak banyak bertambah dan berkurang. Setelah lulus pun peta lapangan kerja dan peluang beasiswa masih relatif serupa.

Kakak tingkat ikut lomba dan hanya juara 3 misalnya. Adik tingkat yang ingin ikut lomba yang sama bisa persiapan lebih awal dan menerima sharing dari yang sebelumnya ikut, peluang menangnya jadi lebih besar. Di waktu yang lain ketika melihat katingnya lulus dan bekerja, adik tingkat punya gambaran sejak awal tentang peluang kerja dan beasiswa yang bisa diambil setelah lulus, karena itu ia bisa eksplor dan belajar apa yang diperlukan sejak awal perkuliahan. Kumpulan informasi yang didapat dari kakak tingkat bisa jadi head start dan akan sangat menguntungkan bagi adik tingkat. Ini jenis privilege yang bisa diusahakan.

Dengan melihat kakak tingkat, adik tingkat tahu belokan mana yang harus diambil agar peluang mencapai prestasi yang lebih baik lebih besar, dalam hal apapun. Itu juga sebabnya tidak terlalu ideal untuk melihat yang hanya 1 tahun di depan karena walaupun kita dapat informasinya, kadang sudah telat untuk belok. Begitu juga yang 4 tahun ke atas, terlalu jauh jadi tidak kelihatan beloknya kemana.

Faktor X bisa terjadi sih, misal covid kemarin yang membuat cara kuliah angkatan pandemi sangat berbeda. Tapi selain itu biasanya perubahan yang terjadi sifatnya gradual. Di ITB ada update kurikulum 5 tahunan, tapi core-nya masih sama menurut saya. Munculnya kelas internasional dan jalur masuk mandiri sedikit mengubah demografi, tapi mayoritasnya tetap via tes masuk umum nasional.

Untuk prakteknya, memperhatikan lewat pergaulan sudah cukup membantu. Tapi kalau mau lebih baik ada 2 yang dapat dicoba. Pertama kerja bareng kakak tingkat, bisa di organisasi atau laboratorium penelitian. Kedua dengan forum mentoring.


Chandra

Derajat Kekacauan, Beberapa Perubahan Tidak Bisa Dibalik

June 13, 2023 Posted by Chandra Nurohman No comments
Saya belum selesai baca buku ini, mungkin baru 70%. The Uninhabitable Earth ini membahas pemanasan global secara mendalam, sayangnya terjemahannya kurang luwes jadi agak kesandung-sandung bacanya. Tapi sampai titik ini pun sudah banyak poin yang saya dapat. Satu diantaranya sudah saya tulis di postingan sebelumnya tentang wet bulb temperature. Kali ini saya dapat insight tentang bagaimana pemanasan global ini (bisa jadi) tidak bisa dicegah lagi dan suhu bumi akan terus naik.


Dalam Paris Agreement tentang global warming, disepakati target untuk menekan kenaikan suhu global well below 2 derajat, kalau bisa 1.5 saja. Dalam berbagai jurnal para ilmuwan juga memperkirakan suhu bumi akan naik sekian derajat. Intinya, mindset kita sekarang adalah menahan laju kenaikan suhu bumi, bukan lagi mengurangi suhu bumi. Kenapa? Karena mengurangi suhu bumi bisa dibilang mustahil.

Sebabnya, kita sebagai makhluk hidup untuk sekedar hidup saja sudah pasti mengeluarkan emisi karbon. Kalau kita beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor, sudah jelas ada gas buang disana. Misalnya pun semua orang di dunia dipaksa untuk diam di rumah saja, minimal tetap akan ada carbon trail dari makanan yang dikonsumsi. Daging merah mengeluarkan metana, sayur dan buah diangkut dari ladangnya sampai ke warung sayur dekat tempat tinggal kita dengan pickup bermesin bensin, bahkan nasi yang kita makan digiling menggunakan penggilingan berbahan bakar fosil. Kecuali manusia bisa berfotosintesis, untuk sekedar makan demi menjaga tetap hidup saja manusia mengeluarkan sejumlah emisi.

Kalau ada aplikasi penghitung intake kalori, mungkin kita perlu juga aplikasi untuk melihat berapa besar carbon trail yang kita sebabkan setiap harinya. Jadi setiap pagi sebelum mulai beraktivitas kita sadar bahwa ada sejumlah tertentu karbon yang perlu kita offset untuk sekedar membuatnya impas, untuk sekedar bisa mengklaim bahwa kita tidak berkontribusi pada pemanasan global sepanjang hari ini.

Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, raduce-reuse-recycle sampah, menggunakan bahan-bahan alami menggantikan produk sintetis pabrik, menanam pohon, berternak, dan lain sebagainya adalah upaya untuk meminimalisir 'hutang' kita pada bumi dan anak cucu nanti. Sudah ada beberapa contoh sustainable living seperti ini, namun masih pada skala individu dan komunitas kecil. Salah satu yang pernah saya lihat langsung adalah Pak Iskandar Waworuntu dengan Bumi Langit dan Permaculture-nya

Baca juga: Bumi Langit (Lagi)
note: pardon, ditulis waktu masih kuliah

Balik ke The Uninhabitable Earth, upaya individu masih bisa dilakukan. Tapi untuk punya efek yang cukup guna menahan laju pemanasan bumi, ini harus dilakukan secara kolektif. Kekuatan yang bisa mendorong kolektivitas di sini adalah politik dan ekonomi. Jadi ketika pemanasan global sudah mengganggu stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara besar, bisa jadi saat itu lah baru akan ada gerakan yang lebih konkret daripada Perjanjian Paris. Takutnya saat itu terjadi semuanya sudah terlambat.

Jangankan nanti, saat ini saja pemanasan global ini sudah very unlikely untuk dihentikan. Suhu akan terus naik, tinggal seberapanya yang bisa kita usahakan. Kita kudu menerima bahwa beberapa hal memang tidak reversible. Membaca bagian ini saya jadi teringat materi kuliah termodinamika tentang entropy. 

Entropi ini adalah satuan kimia yang menunjukkan suatu reaksi bisa terjadi atau tidak. Reaksi kimia baru bisa terjadi jika dan hanya jika entropinya positif. Kalau negatif, tidak bisa. Ini juga menunjukkan beberapa reaksi tidak reversible, A ke B dengan entropi (+) bisa berlangsung, tapi jika B ke A punya entropi (-) maka itu tidak mungkin terjadi. Kondisi A ke B tidak reversible. 

Entropi juga disebut degree of disorder atau degree of randomness, atau kalau dosen saya menjulukinya derajat kekacauan. Hukum II Termodinamika mengatakan bahwa entropi selalu bertambah seiring berjalannya waktu. Kekacauan yang selalu bertambah dan perubahan yang tidak bisa dibalik, persis kaya bumi dan penghuninya.

Tapi ada satu hal positif yang ditulis David Wallace-Wells dalam bukunya. Yaitu karena perubahan suhu bumi ini dipengaruhi oleh aktivitas manusia, manusia juga punya kontrol untuk menanganinya. Jadi kita tidak sepenuhnya tak berdaya menghadapi pemanasan global. Suhu memang akan makin panas, tapi bisa saja manusia beradaptasi dengan itu berkat gerakan kolektif dan perkembangan teknologi. 

Bumi ini bukan tinggalan nenek moyang untuk kita, tapi kita pinjam dari anak cucu. Apa yang kita hasilkan sekarang bisa jadi yang memanen bukan kita tapi mereka. Manusia diamanati untuk mengelola bumi dalam tugasnya sebagai 'khalifah', jadi berhasil tidaknya kita, punya konsekuensi yang jauh lebih besar daripada sekedar merasa kegerahan di bumi, pertanggungjawabannya langsung pada Sang Pencipta.

We're together on this. Pemanasan global itu kena satu kena semua.


Chandra

Kenapa Hari-hari ini Sumuk ya?

June 01, 2023 Posted by Chandra Nurohman , No comments
Sumuk adalah istilah dalam bahawa jawa yang artinya gerah. Saya rasa kita bisa sepakat bahwa sekitar satu setengah bulan terakhir cuaca di Indonesia sedang panas dan gerah. Kombinasi suhu dan kelembaban tinggi membuat badan kurang nyaman. Kita jadi mudah berkeringat dan rawan bau badan jika kurang menjaga kebersihan. Tapi kalau baca buku Bumi yang Tak Dapat Dihuni (The Uninhabitable Earth) karya David Wallace-Wells, efek dari naiknya suhu karena pemanasan global bisa jauh lebih buruk daripada sekedar bau badan.

Tapi itu nanti, saya mau mulai dari yang berhubungan dengan yang kita rasakan sehari-hari. Kenapa sih kita yang tinggal di daerah tropis banyak berkeringat dan sering merasa gerah? Di buku The Uninhabitable Earth saya menemukan istilah wet bulb temperature yang setelah saya browsing ternyata bisa menjawab beberapa pertanyaan.

source: JH Cooling Machine

Wet bulb temperature (WBT) adalah suhu yang terukur dari termometer yang bagian bulb-nya ditutup kain basah kemudian dilewati udara (airflow). Dengan ditutupkan kain basah ini, termometer mereplikasi sistem pendinginan tubuh manusia yang terjadi dengan mengeluarkan keringat atau biasa disebut evaporative cooling. Karena ada fungsi cooling di sini, suhu yang terukur di WBT akan lebih rendah daripada dry bulb temperature, yaitu ketika termometer tidak dipasang apapun, ya seperti cara kita biasanya mengukur suhu pakai termometer merkuri.

Pertanyaannya, seberapa banyak selisih antara wet bulb dan dry bulb temperature? Ini dipengaruhi oleh kelembaban. Kelembaban adalah ukuran berapa banyak air yang ada di udara, semakin banyak air maka dikatakan kelembaban semakin tinggi. Semakin tinggi kelembaban, semakin susah evaporative cooling untuk terjadi karena 'ruang' untuk tambahan uap air sudah sedikit. Semakin sedikit cooling, semakin tinggi suhu yang dirasakan oleh sistem termometer yang ditutup kain basah tadi, yang mana ini menggambarkan bagaimana kita manusia semakin gerah ketika kelembaban udara tinggi.

Jadi barangkali di suatu hari suhu di Jakarta dan Tokyo sama-sama 30 derajat celcius. Tapi kelembaban di Jakarta 75% sementara Tokyo 30%. Dalam kasus ini, 30C di Jakarta terasa lebih gerah daripada di Tokyo. Ukuran kelembaban dalam persen ini disebut relative humidity. Jika relative humidity mencapai 100% maka pengukuran wet bulb = dry bulb karena pada sistem wet bulb tidak bisa lagi ada penguapan. Sebaliknya jika ada di angka 0%, penyerapan moisture akan lebih cepat sehingga apparent temperature (temperatur yang dirasakan) manusia semakin rendah/dingin.

Salah satu mekanisme kerja air conditioner (AC) adalah mengurangi kelembaban udara sehingga kita tidak merasa gerah. Tapi efek sampingnya kulit jadi terasa kering kalau terlalu lama berada di ruang ber-AC. Jadi temperatur dan kelembaban udara bersama-sama menentukan seberapa gerah kita rasakan. Sebenarnya kelembaban agak tinggi pun asal suhunya masih dingin tidak masalah. Karena saat masih dingin kita belum butuh-butuh banget dengan evaporative cooling.

Angka dry bulb temperature, wet bulb temperature, dan kelembaban dapat dihubungkan satu sama lain. Dari sisi yang lain, ilmu kedokteran memberikan data seberapa panas yang aman dan berbahaya bagi manusia. Jadi pada batas tertentu, jika suhu dan kelembaban terlalu tinggi secara bersama-sama, efeknya bukan lagi nyaman-tidak nyaman tapi sudah taraf membahayakan keselamatan. Ada tabel heat index untuk mempermudah melihat amankah aktivitas kita dalam hubungannya dengan temperatur dan kelembaban.

source: researchgate


Banyak pertanyaan lain yang bisa terjawab dengan konsep wet bulb temperature ini. Misalnya kenapa kalau selesai mandi atau baru keluar dari kolam renang kita merasa dingin. Itu karena badan kita yang tertutup air membuat kita jadi seperti termometer yang ditutup kain basah. Sebagian air memang jadi kering karena handuk, tapi sebagiannya lagi menguap sambil mengambil energi panas tubuh. Atlet berbagai cabang olahraga menyiramkan air ke muka atau badan untuk alasan yang sama juga.

Kembali ke buku The Uninhabitable Earth dan kenapa kita bicara lebih luas dari sekedar masalah bau badan. Dengan laju emisi yang ada saat ini, ada kemungkinan pada tahun 2100 suhu bumi akan lebih tinggi 2-4 derajat celcius dibanding sekarang, ada yang bilang lebih tinggi lagi bahkan. Kenaikan beberapa derajat ini bisa jadi membawa kita melewati batas antara livable dan tidak karena jika terlalu panas muncul ancaman heat stroke. Jadi ada potensi banyak tempat di daerah tropis (yang kelembabannya tinggi) akan tidak lagi bisa dihuni.

Kalau yang diusik hanya kenyamanan, mungkin kita akan lupa ketika nanti malam yang dingin di musim hujan sudah datang. Tapi kalau ada kesadaran bahwa kenaikan suhu ini hubungannya dengan keselamatan, seharusnya banyak gerakan kolektif yang dilakukan untuk memperlambat laju pemanasan global. 

Tentang wet bulb temperature dan lainnya, maaf kalau ada penjelasan yang meleset, mungkin fellow chemical engineering grad bisa lebih baik dalam menjelaskan.

Terimakasih, semoga ada manfaatnya.

source: JH Cooling Machine


Chandra

Podcast Pertama Duta Sheila On 7

May 31, 2023 Posted by Chandra Nurohman No comments

Waktu pertama kali video youtube-nya Ustadz Salim A Fillah lewat di feed, saya tertarik karena dua hal. Pertama karena yang dibahas adalah keris, yang mana kalau di Jawa biasanya identik dengan klenik, mistik, bahkan syirik. Tapi beliau memperkenalkan keris sebagai artefak sejarah yang secara artistik indah dan secara fungsi benar-benar bisa jadi senjata. 

Meskipun mengulik sejarahnya, beliau tidak mengajak untuk terlalu mengagungkan siapa pemilik keris itu, siapa pembuatnya, atau siapa yang pernah gugur karenanya. Beliau menonjolkan sisi bahwa keris itu canggih, dibuat dengan teknologi tempa besi yang sangat maju di jaman itu, dan punya peran penting dalam hidup tokoh-tokoh besar masa lalu yang mungkin secara tidak langsung membentuk bangsa Indonesia yang sekarang.

Lalu hal kedua yang menarik adalah openingnya yang menggunakan musik Lir-ilir. Memang tidak semua ustadz melarang untuk memainkan atau mendengarkan musik, tapi yang membolehkan pun jarang ada yang mengendorse musik saat tampil di publik. Di sini Ustadz Salim justru menggunakan musik dalam video podcastnya.

Meskipun sudah subscribe, tidak banyak videonya yang saya tonton, awalnya. Karena kontennya tetap mengusung topik yang agak berat seperti sejarah dan filosofi. Meskipun dipadukan dengan konteks jalan-jalan dan makan-makan, rasanya masih kurang daya tarik. Terlihat saat itu momentumnya belum dapat, viewers-nya masih banyak yang di bawah 10 ribu per video. 

Tapi kini beliau mengubah strateginya dengan bicara soal topik yang lebih populer dengan narasumber yang sudah punya nama. Beliau mengundang Om Helmy Yahya untuk bicara soal raja kuis dan sejarah kolonialisme, yang nonton lebih dari 40 ribu. Ada juga ngobrol dengan Mas Hanung Bramantyo, bicara soal film termasuk cerita di balik Ayat-Ayat Cinta. Puncaknya adalah saat mengundang Mas Duta SO7, videonya meledak ditonton lebih dari 900 ribu kali sejak diupload pada 12 Mei kemarin.

Sebelumnya memang Ustadz Salim pernah beberapa kali menyebut Mas Duta ini dalam ceramahnya. Konteksnya, Mas Duta alias Akhdiyat Duta Modjo ini adalah keturunan dari Kyai Modjo, tangan kanan Pangeran Diponegoro saat perang melawan Belanda. Kini beliau dikenal sebagai sosok yang sederhana, tidak neko-neko, dan tidak haus popularitas meskipun dirinya adalah vokalis sebuah band besar. Cek twitter deh, apa kata orang soal beliau dan band-nya, riders apa yang diminta, bagaimana sikapnya pada fans. Pernah lihat video Mas Duta nyanyi Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki di nikahan orang?

Karena selama ini Mas Duta belum pernah muncul di podcast youtube manapun, jadi wajar kalau kemunculan pertamanya di video Ustadz Salim viral. Bagusnya lagi Ustadz Salim tidak membahas sejarah keluarga Mas Duta secara berlebihan. Sebagian besar obrolan tetap tentang Sheila On 7. Bagaimana band itu bisa terbentuk, kenapa namanya Sheila On 7, hingga perjalanan karirnya. Part yang bagus saat Mas Duta muter-muter menjelaskan masa kecilnya, susah banget ngomong lugas 'Saya lahirnya di Amerika'.

Upaya merangkul pool penonton yang lebih besar ini juga terlihat ketika Ustadz Salim mengambil tema Mencuri Raden Saleh saat film-nya sedang naik-naiknya kemarin. Menarik sekali karena beliau menunjukkan dua lukisan secara side-by-side yang menggambarkan situasi saat Pangeran Diponegoro dijebak oleh Belanda. Satu lukisan karya Raden Salah itu, dimana orang Belanda-nya digambarkan cebol. Satu lagi lukisan Nicolas Pieneman, tentang momen yang sama namun dari sudut pandang Belanda. 

Ustadz Salim juga membuat video yang membahas sejarah dawet. Ini merespon viralnya lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet tahun lalu. Video ini viewers-nya sampai 75 ribu, masuk 3 besar paling banyak ditonton diantara video beliau. Paling terkini, 3 hari yang lalu channel beliau merilis video ngobrol dengan Mbak Ozie alias Bu Tejo 'Tilik'. Makin asik ini channel.

Our internet need this. Bagus ini konten agama dengan delivery yang ramah. Pasar pendengarnya gede tapi belum banyak yang menjamah. Bayangkan kalau semakin banyak konten seperti ini di media sosial, jauh lebih manfaat daripada bahasan artis selingkuh dan semacamnya. Go subscribe Salim A Fillah


Chandra

Camping di Kaki Gunung Salak

May 24, 2023 Posted by Chandra Nurohman No comments

Akhirnya saya camping lagi setelah terakhir kali waktu SMP. Ini pun karena diajak abang sepupu yang biasa camping bareng teman-teman kerjanya. Saya memang belum menekuni camping, jadi peralatan pun nggak punya. Kemarin tenda numpang karena kebetulan tendanya besar dan ada ruangan-ruangan. Saya cuma bawa 1 kasur lipat, 1 kasur angin, kursi, dan beberapa alat makan.

Alhamdulillah sekalinya ikut camping langsung dapat tempat yang enak. Nama tempatnya Panorama Pinus Hjp Land yang ada di kaki Gunung Salak. By kaki I mean mungkin sekitaran betis karena lokasinya belum tinggi-tinggi amat. Karenanya suhu di sana tidak terlalu dingin, jaket hanya diperlukan saat malam saja. Ketika tengah hari justru agak panas, cocok untuk agenda bikin es kelapa muda pakai sirup. 


Akses jalan menuju camping ground sudah diaspal walaupun ketika hampir mencapai lokasi jalannya menyempit. Untungnya arus kendaraan yang ke arah Gunung Salak ini tidak seramai yang ke Puncak. Mungkin karena kami mruput juga ya, sebelum subuh sudah jalan dari Jakarta. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 6 pagi, sebelumnya sempat mampir untuk salat subuh. Melihat tempatnya ketika sampai, langsung optimis ini akan jadi dua hari yang menyenangkan.

Camping ground-nya luas, sekitar satu lapangan bola. Bentuknya berundak sehingga orang yang camping tidak saling menutupi pandangan ke arah Kota Bogor. Kendaraan mobil dan motor bisa dibawa sampai tempat mendirikan tenda jadi tidak repot untuk angkat-angkat barang. Saat kami datang lokasi sudah dibersihkan jadi tidak ada sampah kelihatan. Ada fasilitas mushola, toilet dalam jumlah yang cukup, dan warung kalau mau duduk-duduk atau beli barang yang lupa dibawa. Tidak perlu takut gelap atau nggak bisa charge HP, ada terminal listrik yang bisa ditarik sampai ke tenda. Ada juga peliharaan kelinci dan burung merpati yang bebas berkeliaran.



Biaya untuk camping di Panorama Pinus Hjp Land adalah 75.000 untuk 1 slot tenda ditambah 15.000 per orangnya. Enaknya di sini tidak ada garis pembatas antar slot, jadi nggak perlu khawatir kesempitan jatah tendanya. Ada tambahan charge 25.000 untuk slot tenda fasum dapur dan makan. Malam hari mau buat api unggun tapi nggak bawa kayu? bisa beli di pengelolanya seharga 35.000 satu ikat. Cukup untuk menemani ngobrol dan ngelamun sampai dini hari.

Selain camping ground-nya, ada dua atraksi menarik lain yang bisa dikunjungi jika camping di sini. Ada curug dan hutan pinus yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama 20 dan 10 menit, respectively. Curugnya cukup deras, tapi tidak terlalu deras sehingga masih bisa dipakai mandi. Hutan pinusnya terjaga karena jadi bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan memang tidak banyak orang yang kesana.

Itulah sekilas cerita persami kami di Panorama Pinus Hjp Land Bogor. Kalau mau lihat seperti apa tempatnya, atau penasaran dengan curug dan pinusnya, saya kemarin bikin reels di instagram @chandranrhmn, yaa walaupun gambar dan editannya seadanya. Semoga cerita ini ada manfaatnya. Terimakasih sudah membaca.



Chandra