Silaturahmi Muslim AE #2 : Al-Quran Manual Manusia

April 28, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Menyusuri lorong dan tangga FTMD, saya kaget ketika masuk ke ruang seminar lt 4. Saya pikir yang hadir tidak beda jauh dengan 2 minggu yang lalu. Tapi ternyata, saya yang datang agak terlambat bahkan sudah tidak kebagian kursi 'empuk'. Hanya tersisa kursi-kursi tambahan di pinggir.

Hari ini adalah harinya Silaturahmi Muslim AE #2. Ini adalah kelanjutan dari agenda kami 2 minggu yang lalu yang sempat saya tuliskan di sini. Singkatnya, ini adalah forum yang mempertemukan dosen dan mahasiswa di lingkungan teknik penerbangan ITB. Bukan dalam forum keinsinyuran, melainkan kerohanian. Dua minggu yang lalu yang hadir hanya sekitar 8 orang. Tapi hari ini alhamdulillah ada 23 mahasiswa dan 3 dosen yang kumpul sharing-sharing soal Al-Quran. Jumlah yang cukup banyak di tengah 'badai' ujian dan deadline, pikir saya. Alhamdulillah



Pembicaraan dimulai oleh cerita Bapak M. Kusni (dosen & ahli struktur pesawat) tentang perjuangan melawan penjajah. Pahlawan seperti Pangeran Diponegoro dan Imam Bonjol bertarung berlandaskan agama. Itulah yang menjadikan beliau-beliau berani mati. Bukan hanya berani, bahkan ingin mati syahid. Gimana coba caranya melawan orang yang bahkan ingin mati ?

Memperjuangkan kebenaran tidak pernah mudah. Selalu ada hambatan dan perlawanan yang harus diterima dengan kesabaran. Contoh terbaru, Novel Baswedan, penyidik KPK yang disiram air keras di wajahnya dan ini diduga berhubungan dengan kasus mega korupsi yang ditanganinya.

Sayangnya, menurut Pak Kusni, pendidikan yang ada sekarang hanya mengajarkan ilmu tanpa menumbuhkan karakter pembela kebenaran itu. Itulah fungsinya forum-forum semacam Silaturahmi Muslim AE ini. Forum untuk memberikan bekal lain bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Konsep berani bertarung ini masih relevan sampai sekarang. Bentuknya mungkin bukan lagi konfrontasi fisik dan senjara. Tapi sebagai warga negara Indonesia kita harus berani bersaing dengan bangsa luar, jangan inferior, kejar keunggulan. Itu bukan dzalim, tapi bersaing.

Pak Kusni sempat bercerita dulu pada tahun 1980an ketika Pak Habibie masih di IPTN. Saat itu lembaga penerbangan dari Australia ingin bertemu untuk menawarkan kerjasama. Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh beliau. Beliau menganggap kemampuan Indonesia lebih tinggi, Indonesia sudah punya apa yang mereka tawarkan. Tapi ya namanya tamu, mereka ditolak oleh IPTN tapi akhirnya diterima oleh ITB. Keunggulan, kemenangan, dan dominasi bukanlah sesuatu yang dzalim, itu hasil persaingan.

Lebih lanjut, Pak Kusni berbicara mengenai ketakwaan. Taqwa adalah hal yang selalu diamanatkan dalam khotbah, jadi minimal seminggu sekali kita diingatkan. Maka taqwa adalah perkara yang tidak main-main. Kata taqwa disebut dalam Al-Quran lebih dari 200 kali. Banyak ayat yang menyebutkan definisinya dan masing-masing ayat bisa beragam. Contohnya Q.S. Ali Imron ayat 133-134


Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S Ali 'Imron : 133-134)

Salah satu ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit. Diantara cara-cara bersedekah, ternyata yang utama adalah bersedekah pada orang tua. Regardless orang tua sudah berkecukupan dan masih banyak yang lebih perlu dibantu, ternyata orang tua tetap yang utama.

Itu baru 2 ayat dari Al-Quran dan salah satu penyebutan taqwa, masih banyak lagi yang lain. Al-Quran adalah manual book-nya hidup manusia. Untuk mencapai kebaikan hidup di dunia dan akhirat kuncinya sudah ada di dalam Al-Quran. Karena sesungguhnya manusia adalah makhkluk surga, dunia ada untuk membedakan mana yang pantas di surga dan mana yang pantas di neraka.

Al-Quran dijaga kesuciannya. Kalau ada orang yang coba-coba mengotak-atik isi maupun kalimatnya pasti akan ketahuan karena banyak sekali orang yang hafal dan bisa memverifikasi. Al-Quran adalah perkara yang sangat serius dalam hidup. Membaca, memahami, dan menghafalkan AL-Quran banyak berkahnya. Banyak.

Idealnya lulus ITB paham Al-Quran lah - Pak Kusni



Bapak Agoes Moelyadi menambahkan, bahwa ketaqwaan bukanlah hal yang statis. Di dalamnya harus terus menerus ada peningkatan. Usaha untuk meningkatkan ketaqwaan, misalnya forum seperti ini, mungkin baru akan terasa efeknya 3 atau 5 tahun lagi.

Di sisi lain, ketika kita lalai untuk 'mencelupkan' diri dalam Islam, lama-lama ketaqwaan akan luntur. Akibatnya mengusahakan pemimpin Islam saja susah.

Dalam awalan Surah Al-Baqarah Allah menjelaskan ada 3 tipe orang :

Ayat 2 - 5 : orang yang beriman dan mendapat hidayah
Ayat 6 - 7 : orang-orang kafir
Ayat 8 - 16 : orang munafik

Orang munafik dijelaskan paling panjang karena ini zona abu-abu. Orang munafik mengaku beriman tapi masih melakukan penyimpangan-penyimpangan. Mari kita evaluasi diri masing-masing, ada di golongan manakah kita ?

Mengenai berjuang dan bela negara, dalam Al-Quran tepatnay Q.S Al Balad ayat 1 dan 2

Aku bersumpah demi negeri ini. Dan engkau menjadi halal di negeri ini (Q.S. Al Balad :1-2)
Ini adalah bukti bahwa legitimasi sebuah negeri diakui dalam Al-Quran. Maka sense of belonging terhadap negeri masing-masing adalah hal yang diamanatkan untuk ada. Maka sejatinya cinta tanah air juga merupakan bagian dari iman dan ketaqwaan.

Kita diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal, makanya dek, coba kalian cari pasangan dari bangsa lain - Pak Kusni , dan tawa pun pecah



Salam,
Chandra


Bahasa Gaul Jogja, Dab!

April 23, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Halooo, kali ini ingin nulis yang ringan-ringan...

Teman-teman yang pernah tinggal di Jogja mungkin pernah dengar istilah ini : DAGADU, DAB, DALADH, PABU, POYA, MOTHIG. Sebenarnya apa sih itu ?

Itu kata-kata dalam bahasa gaul Jogja. Mungkin memang belum familiar bagi banyak orang. Saya juga cuma tahu beberapa kata. Kalau disuruh membuat kalimat saya juga butuh mikir agak lama, mungkin perlu dibantu dengan menulis. Tapi sebenarnya kalau paham rumusnya itu nggak begitu susah.

Bahasa gaul Jogja dasarnya adalah aksara Jawa yang urutannya :

HA   NA   CA   RA  KA
DA   TA    SA   WA  LA
PA   DHA  JA   YA  NYA
MA  GA   BA  THA NGA


Untuk membentuk bahasa gaul itu kumpulkan baris 1 dengan baris 3 dan baris 2 dengan baris 4

HA   NA   CA   RA  KA
PA   DHA  JA   YA  NYA

DA   TA    SA   WA  LA
MA  GA   BA  THA NGA

Nah aturannya, kalau mau translate dari bahasa Jawa/Indonesia ke bahasa Jogja maka tukarkan suku kata dengan aksara yang bersesuaian. Lalu huruf vokal A, I, U, E, O mengikuti. Contoh nih :


Jawa/Indonesia : MATAMU

Pisahkan suku kata : MA - TA - MU

Cari aksara yang bersesuaian :
MA --> DA
TA --> GA

Jadi bahasa Jogjanya : DA - GA - DU

Jogja : DAGADU


Kalau muncul hurut mati, maka dalam bahasa Jogja juga jadi huruf mati. Misalnya MAS (MA menjadi DA, S menjadi B) dalam bahasa Jogja menjadi DAB.

Cukup jelas ? Silakan dicoba untuk kata-kata yang lain hehehe. Translate ke bahasa gaul Jogja biasanya dilakukan dari Bahasa Jawa. Tapi tidak menutup kemungkinan dari bahasa Indonesia karena banyak kosakata yang sama antara Indonesia dan Jawa.

Dalam prakteknya, kadang ada beberapa kata yang dimodifikasi penulisan dan pengucapannya. Jadi tidak sama persis dengan hasil yang didapat jika mengikuti kaidah itu.

Ini beberapa contoh translation dari Bahasa Indonesia ke Bahasa gaul Jogja :

daladh : mangan (makan)
lodse : ngombe (minum)
panyu : aku
nyothe : kowe (kamu)
pabu : asu (anjing)
dogoy menjadi dogos : motor
muthig menjadi mothig : duit
dosing : mobil
saciladh menjadi sacilat : bajingan
poya : ora (tidak)
poya hooh : ora popo (tidak apa-apa)
japemethe : cahe dewe (teman sendiri)
pisu : ibu
sahany menjadi sahan : bapak
pahini menjadi pahing : apik (bagus)
themony menjadi themon : wedok (cewek)
sangi : bali (pulang)
satub manjadi satup : bagus (tampan)
dagadu : matamu

Namanya juga bahasa gaul, kata-kata yang banyak dipakai ya yang sering dipakai di pergaulan anak muda. Beberapa kosakatanya juga terdengar agak 'kotor'. Gunakan dengan bijak ya, gunakan untuk keakraban bukan permusuhan heuheu :)


SALAM JOGJA ISTIMEWA!!!


Chandra






Amsterdam Research Project : Seattle van Java

April 20, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Minggu ini cukup padat. Merapel kerjaan yang kemarin sempat tercecer gara-gara seminggu jadi fasilitator peneliti dari Belanda. Plus membuat progres 'rahasia' biar nanti kalau harus ditinggal-tinggal lagi tetep ada sesuatu untuk disampaikan waktu bimbingan hehehe

Jadi ceritanya minggu lalu ada beberapa orang dari Belanda yang akan melakukan kunjungan ke Asia, tepatnya Indonesia dan Myanmar. Mereka adalah mahasiswa bisnis yang berkuliah di VU Amsterdam, Belanda. Ada yang bachelor, ada juga yang master. Tapi semua di bidang bisnis dan manajemen.

Lalu kenapa kunjungan ke bidang aerospace ?

Rombongan yang berkunjung ke Indonesia atas nama Amsterdam Research Project (ARP) sebenarnya ada 19 orang. Nah mereka dibagi jadi beberapa kelompok kecil. Tiap kelompok mendapat topik masing-masing untuk diteliti. Ada yang aerospace, ada yang food and agriculture, ada yang construction, dll. Sebagai mahasiswa bisnis mereka diminta untuk meneliti perusahaan-perusahaan Indonesia di masing-masing bidang itu, mengenai kondisi perusahaan, pasar, inovasi, dll.

Mereka ingin tahu, "What Dutch can do to accelerate the improvement of Indonesian industries ?". Mereka diendorse oleh perusahaan-perusahaan Belanda. Untuk bidang aerospace, mereka didukung oleh NLR.

Setelah dibagi kelompok mereka mencari perusahaan-perusahaan yang akan dituju dan mencari buddy untuk membantu mereka selama kunjungan. Itulah mengapa saya bisa ikut project mereka. Mereka menghubungi prodi Teknik Penerbangan ITB dan membuka lowongan untuk jadi buddy. Saya dan seorang teman, Fazlur, maju mengambil kesempatan ini.

Kelompok aerospace beranggotakan 4 orang : Max de Raaff, Madelaine de Jong, Ronald Singh, dan Wouter Slotemaker. Kelompok yang kebagian topik aerospace ini menghubungi kami lewat email, Skype, dan WhatsApp. Mereka menjelaskan maksud kedatangan dan kebutuhan mereka selama di sini. Mereka berkunjung ke Bandung 4-8 April dan kami sudah kontak-kontakan sejak pertengahan Maret.

Ini foto pas di Lembang sebenarnya. Kenalkan, kiri dari depan : Fazlur, Max, Madeleine. Kanan dari depan : Wouter, Chandra, Ronald


Ada hal menarik selama masa persiapan kunjungan. Kami (saya dan Fazlur) heran melihat betapa santainya mereka menyiapkan kunjungan ini, sudah H-7 tapi list perusahaan belum fix. Mereka tampaknya belum tahu betapa rumitnya birokrasi di Indonesia. Katanya, di Belanda untuk menemui seorang pada level manajer atau pimpinan tidak terlalu sulit. Janji bisa dibuat dengan cepat. Tapi itu tidak berlaku di sini...

Beruntung kami masih bisa mengunjungi banyak perusahaan. Walaupun dengan persiapan yang mepet. Saya dan Fazlur juga agak sibuk di hari-hari akhir untuk membantu mengontak perusahaan. Mungkin embel-embel "tamu dari Belanda" membuat perusahaan tertarik dan pekerjaan agak lebih mudah.

Hari pertama (Selasa, 4 April), tujuannya adalah ITB. Kami mengajak mereka berkeliling kampus, mengunjungi beberapa spot menarik, dan duduk-duduk sambil membahas rencana beberapa hari ke depan. Tidak lupa kami ajak mereka berkunjung ke lab-lab kami. Mereka tertarik dengan fakta bahwa ada hubungan dekat antara Teknik Penerbangan ITB dengan TU Delft Belanda.

Waffle dari Belanda euy

Acara puncak hari itu adalah makan siang dan sharing-sharing bersama dosen penerbangan. Alhamdulillah ada 3 dosen yang dapat hadir dalam pertemuan itu dan berbagi wawasannya : Mr. Hisar (aircraft design, business, airport, maintenance), Mr. Yazdi (flight mechanics), dan Mr. Ridanto (astrodynamics, space).

Bersama bapak-bapak dosen

Hari kedua (Rabu, 5 April), tim di-split gara-gara banyak perusahaan yang perlu didatangi. Saya menemani Wouter dan Madeleine ke Rekatama Putra Gegana (RPG) di sekitar kawasan Jatayu. RPG adalah sebuah perusahaan dengan spesialisai perawatan propeller dan beberapa komponen pesawat.

Ngobrol dengan Pak Doddy dari RPG

Sementara itu, Fazlur bersama Max dan Ronald berkunjung ke Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara dan Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) yang lokasinya masih di kompleks bandara. Hari kedua kami cuma jalan-jalan setengah hari. Mereka harus kembali ke hotel untuk membuat janji pertemuan hari-hari berikutnya. Mendadak banget ya hahaha

Hari ketiga (Kamis, 6 April), pagi hari tim kembali di split. Saya bersama Wouter dan Madeleine berkunjung ke PT Advance Engineering (Aering) yang berlokasi di bagian selatan Kota Bandung. Aering adalah perusahaan yang bergerak di bidang flight data analysis (FDA). Gampangnya, baca-baca dan analisis data black box pesawat gitu. Sementara itu Fazlur bersama Max dan Ronald datang ke PT Dewata Angkasa di kawasan Buah Batu.

Pak Gunta (tengah) dan Pak Purnomo (samping saya) menerima kami dengan sangat friendly di Aering
Siang harinya, Max dan Wouter menemui manajer hotel tempat mereka menginap, Hotel Savoy Homann (bersejarah cuy ini hotel, bangunannya gaya Belanda, Art Deco). Mereka membantu kawannya yang melakukan penelitian di bidang food and agriculture. Sementara itu, saya, Fazlur, Ronald dan Madelaine bertamu ke AeroIntek di kawasan Pasteur.

AeroIntek adalah perusahaan yang bergerak di bidang perawatan engine dan komponen pesawat. Namun di sana kami mendapat informasi lebih dari itu. Sebabnya, kami bertemu dengan Mr. Ikhsan Amin yang juga presdir Bandung International Aviation (BIA). BIA adalah holding company yang membawahi Bandung Pilot Academy, Cadet dormitory, dll pokoknya banyak saya lupa hehe. Ada yang di bidang aircraft sales, ada yang maintenance, komplit lah.

Melihat peran Bandung sebagai pusat kegiatan penerbangan di Indonesia, beliau mengatakan "Bandung is the Seattle of Indonesia". Ntaps.

Hari keempat (Jumat, 7 April), pagi hari saya, Fazlur, Ronald, dan Wouter berkunjung ke Aeroterascan (ATS). ATS adalah perusahaan di bidang drone dan jasa aerial mapping yang berpusat di daerah Dipati Ukur, tidak jauh dari kampus ITB. Rencananya kami juga akan berkunjung ke workshop tempat drone dibuat di daerah Cinambo, namun batal karena waktu mepet salat Jumat. Mereka care sekali soal jadwal salat kami.

Kunjungan ke AeroTerraScan. Itu salah satu model drone mereka

Setelah 4 hari capek jalan-jalan, sorenya kami refreshing..hehehe. Mereka mengajak saya dan Fazlur dinner di 18 Restaurant and Lounge. Sepertinya ini adalah makan malam termahal saya sejauh ini, ada lah saya habis 350 ribu sekali makan. Wajar karena lokasinya prestisius, di rooftop The Trans Hotel, kawasan Trans Studio Bandung.

Lantai 18 lhoo..anginnya kenceng lhoo..bawahnya kaca lhoo

Sabtu, 8 April, pagi hari kami bertemu dengan 2 pegawai PTDI. Birokrasi yang agak rumit memaksa kami untuk bertemu di luar PTDI. Kami ngobrol lesehan di rumput lapangan sipil ITB. Terima kasih Pak Krisnan dan Pak Sani yang bersedia melunangkan waktunya.

Siangnya, kami berwisata ke Lembang dan Sari Ater. Tidak usah saya ceritakan nanti jadi panjang banget tulisan ini haha. Tapi 1 hal menarik, tiket masuk Tangkuban Perahu untuk foreigner adalah 300 ribu per orang. Kami habis 1 juta di sana, pikir lagi kalau bawa orang asing ya.

Barudak ketemu bule ya minta foto

Hoy Max, what are u doing ?!
Itulah cerita saya minggu kemarin, maaf baru sempat nulis. Sebenarnya masih ada hal-hal yang belum tertuliskan di sini, kalau mau tahu sesuatu tanyakan saja.

A very big thanks to kawan-kawan dari Belanda. Terima kasih atas kesempatannya untuk ikut dalam project ini. Tidak sia-sia meninggalkan TA beberapa hari. Semoga saya gantian yang kesana ya. Aamiin :)



Salam,
Chandra


diverentia.id

April 18, 2017 Posted by Chandra Nurohman , No comments


Diverentia is a company which provides service using aerial drones for aerial survey, photogrammetry, inspection and aerial monitoring, videography. With tagline 'your partner in the sky', Diverentia commits to become the best business partner in the sky by always improving the quality of service. The company is part of PT Tanah Elang Cahaya.


Alhamdulillah, satu proyek berbasis menulis sebentar lagi selesai. Bukan soal proyek atau fee-nya. Tapi rasa syukur karena sesuatu yang kita lakukan mendapat apresiasi. Terima kasih kepada tim diverentia.id atas kesempatannya.

Setelah setahun lebih rutin menulis di blog ini, ditambah eksperimen membeli domain berbayar dan mendesain web, alhamdulillah cukup banyak dukungan datang untuk meneruskan 'hobi' ini. Bentuknya macam-macam, dorongan untuk menulis tentang sesuatu, ditanya-tanya soal cara membeli domain, hingga diminta tolong mendesain website.

Sebulan yang lalu saya dihubungi oleh salah satu teman. Dia dan teman-temannya ingin mendirikan perusahaan start-up. Untuk pemasaran mereka membutuhkan website dan menanyai saya apakah bisa membantu proses desainnya. Bismillah saya ambil kesempatan ini. 

Pekerjaan berjalan paralel. Mereka, tim diverentia.id membuat konten sementara saya memasukkannya ke halaman website. Rencana awal ini bisa dikerjakan dalam 3 minggu tapi ternyata agak molor sampai sebulan karena ada beberapa perubahan-perubahan.

Ini pengalaman pertama saya mendesain web secara masif. Biasanya saya hanya meng-custon dikit-dikit blog saya sendiri. Jadi tentu saya tidak membangun website dari nol. Saya berangkat dari template gratis yang saya download di sini. Begin from the end, saya edit-edit sampai sesuai requirement. Nanti bisa dibandingkan dengan hasil jadinya.

Masalah dari penggunaan template adalah butuh waktu untuk memahami codingan htmlnya. Source code halaman utama saja ada sekitar 4000 baris. Saya memang tidak perlu memahami semua syntax. Tapi saya harus menemukan polanya sehingga tahu kode masing-masing bagian halaman. Jika asal edit atau hapus, bisa-bisa page malah tidak bekerja dengan baik.

Saya belajar banyak dari pekerjaan ini, terima kasih kepada tim diverentia.id atas kesempatan, kerjasama, dan bantuannya. Di satu sisi saya belajar lebih mendalam tentang html. Di sisi lain saya mendapat ilmu tentang me-manage amanah dan partnership.

Selamat untuk diverentia.id ! Semoga cepat berkembang :)

(buka lewat PC/laptop lebih baik)

Silaturahmi Muslim AE #1 : Ngaji Bareng Dosen-Mahasiswa

April 13, 2017 Posted by Chandra Nurohman 6 comments

Pagi ini tiba-tiba ada pengumuman di grup LINE Islamic Student of Aerospace (ISA). Pak Agoes, dosen aerodinamika kami, mengajak dosen dan mahasiswa AE untuk ngaji bareng. Maaf lho ya, tapi ketika banyak mahasiswa ngeluh susah ketemu dosen untuk bimbingan atau semacamnya, ini malah sang dosen yang ngajak kumpul belajar agama. Alhamdulillah :)

Niat beliau menginisiasi acara ini adalah untuk menciptakan forum yang menyatukan civitas akademika teknik penerbangan ITB dalam forum agama, bukan melulu ilmiah. Karena mendadak, tadi memang belum banyak yang datang. Dosen yang hadir juga cuma Pak Agoes. Beliau juga yang berperan jadi pembicara. Rencananya kegiatan ini akan dirutinkan tiap 2 minggu sekali, mengajak mahasiswa dan dosen yang lebih banyak. Aamiin.

Padahal beliau dosen yang sangat sibuk, juga salah satu dosen yang paling rajin turun dari lantai 4 gedung FTMD (nggak ada lift) lalu jalan kaki ke Masjid Dzarratul Ulum Batan untuk salat jamaah. Btw, dari gedung FTMD lebih dekat ke masjid Batan daripada ke Masjid Salman ITB.

Menurut Pak Agoes, kita harus menjadikan Al-Quran sebagai guidance. Syukur bahwa kebanyakan mahasiswa telah mengenal Al-Quran sejak kecil, lewat TPA misalnya atau karena bersekolah di sekolah Islam. Tapi, cuma 'kebanyakan', masih ada muslim yang belum mengenal Al-Quran dan salat. Tugas orang yang sudah sadar untuk berbagi.
This is the Book about which there is no doubt, a guidance for those conscious of Allah - Al Baqarah : 2
Lebih bagus lagi, jika kita tidak hanya mengenal dan bisa membaca Al-Quran. Tetapi lebih dari itu, kita paham maksudnya. Memahami Al-Quran tidak sesederhana membaca terjemahan atau menguasai bahasa Arab tingkat dasar. Karena kata-kata dalam Al-Quran adalah bahasa tingkat tinggi yang dirancang sedemikian indahnya oleh Allah SWT. Ada nuansa dalam bahasa Al-Quran yang sesuai dengan makna fisiknya.

Pak Agoes sempat bercerita bagaimana pengalamannya selama kuliah di Eropa. Beliau merasa bertanggungjawab untuk berinteraksi dengan para "non-practicing moslem" yang ada di sana. Tentu dengan tujuan menyadarkan mereka tentang Islam.

Berada jauh di negeri orang, memberikan pengalaman-pengalaman berkesan. Masalah-masalah relatif lebih sering datang dan solusinya kadang lebih rumit. Tapi dengan keberserahan diri plus ikhtiar dan sabar InsyaAllah semua bisa diselesaikan dengan baik. Banyak masalah-masalah yang secara logis dan manusiawi tidak mungkin diselesaikan ternyata bisa beres atas pertolongan dan ijin Allah. Disitu kita sering disadarkan bahwa ada kekuatan besar yang mengatur semuanya.
Kalau bukan karena sabar bertahan, mungkin S3 saya tidak selesai - M. Agoes Moelyadi
Dalam dunia engineering, ada salah satu konsep yang sangat fundamental, yaitu heat transfer (perpindahan panas). Semua bidang teknik pasti menerima pamahaman tentang ini. Contoh peristiwa yang menyangkut heat transfer misalnya ketika memasak air atau air conditioner (AC) mobil. Itu hanya contoh kecil sehari-hari.

Lalu apa fenomena heat transfer yang terbesar ? Fenomena heat transfer terbesar adalah pergantian siang dan malam. Bagaimana jadinya kalau hari berjalan siang terus atau malam terus, sampai kiamat ? Sulit dibayangkan, bahkan di dekat kutub utara yang pada musim tertentu proporsi siang-malam tidak imbang saja orang-orang sudah kesulitan. Bagaimana jika sampai hari kiamat ?

Q.S. Al-Qashash :71-72


Tidak ada pergantian siang-malam maka tidak terjadi heat transfer. Tidak terjadi heat transfer sama saja tidak ada kehidupan.  Betapa ini nikmat yang tidak terkira, priceless. Have you considered ?

Itu hanya contoh, Al-Quran sangat luas mencakup segala sesuatu. Mari jadikan Al-Quran sebagai guidance dalam menjalani hidup. Sabarlah dan bertahanlah dalam segala kondisi, pertolongan Allah mencakup segala sesuatu.

Kurang lebih itu yang disampaikan Pak Agoes hari ini. Tulisan ini sekaligus sebagai notulensi. Dosen yang biasanya membahas soal aerodinamika kini berbicara tentang hal yang agak berbeda. Dulu sempat agak envy dengan kawan-kawan yang menginisiasi kongkow medika. Tapi sekarang di sini saya juga menemukan oase. Semoga bermanfaat dan berlanjut :)


Salam,
Chandra

sumber : https://quran.com/




Senjata Kimia

April 05, 2017 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik menulis sesuatu tentang konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah dan Afrika. Saya mengikuti perkembangan berita dari berbagai sumber. Saya juga kadang berdiskusi dengan orang-orang di sekitar. Tapi justru itu yang membuat saya ragu untuk berpendapat secara terbuka. Semakin banyak informasi semakin simpang siur jadinya, dan semakin sulit disimpulkan.

Masalahnya adalah saya belum mempunyai sumber informasi terpercaya atas apa yang terjadi di sana. Kalau kita sering mengeluhkan media massa Indonesia terlalu banyak ditunggangi kepentingan, sebenarnya media asing/internasional juga banyak yang begitu.

Jadi makin susah percaya ketika peristiwa terjadi di benua lain. Tempat yang menggunakan bahasa yang berbeda. Persoalan penerjemahan juga sering menjadikan berita meleset dari maksud aslinya. Sedih ya..jadi tidak jelas mana hitam mana putih. Mana yang benar mana yang salah. Tidak jelas koalisinya, ini ikut kelompok A atau B, dan sebagainya.

Tapi kemarin benar-benar terjadi peristiwa yang menurut saya sudah di luar batas. Yaitu penggunaan senjata kimia di Suriah. Tidak peduli siapa yang melakukan, apa alasannya, seberapa besar korbannya, senjata kimia adalah perlakuan yang tidak manusiawi.

The types of weapons are banned by international law because they represent an intolerable barbarism. - Dr. Peter Salama, WHO

Senjata kimia sudah ada puluhan tahun yang lalu. Penggunaannya juga relatif mudah tetapi sangat mematikan. Sungguh hanya iman dan nurani yang bisa mencegah seseorang melepaskan senjata kimianya.  

Hak hidup adalah salah satu hak paling dasar yang dimiliki oleh manusia. Bahkan dalam perang yang di dalamnya sangat mungkin ada pertumpahan darah, aturan dibuat untuk memastikan orang-orang di dalamnya tetap beradab. Bukan hanya dilarang membunuh anak-anak, wanita, lansia, dan orang lemah. Bahkan di militer dinyatakan lebih detil, seperti tidak boleh menembak orang yang sedang terjun menggunakan parasut, tidak boleh menembak lawan yang sudah tidak berdaya, dll.

Senjata kimia bekerja sebaliknya, dia membunuh tanpa peduli apapun. Bahkan orang-orang lemah cenderung lebih rentan menjadi korban. Ada juga senjata kimia yang tidak punya efek apapun pada orang sehat namun sangat berbahaya bagi yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Apapun bentuknya, senjata yang memiliki 'intolerable barbarism' sangat tidak pantas untuk digunakan.

Informasi mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah menyebar dengan begitu cepat ke seluruh dunia. Semoga ini meningkatkan awareness lebih banyak orang. Btw, ada fakta menarik dari dunia sepakbola. Suriah berpeluang cukup besar lolos ke Piala Dunia 2018. Walaupun mereka harus menjalani pertandingan kandang (home) di Malaysia karena alasan keamanan negaranya. Bayangkan jika mereka benar-benar bisa tembus World Cup 2018 di Rusia :)

Mari berdoa untuk saudara-saudara kita di Suriah dan daerah-daerah konflik lainnya. Semoga mereka diberi kekuatan dan kebenaran sejati segera terungkap. Aamiin...



Salam,
Chandra





Bagaimana Sebenarnya Kondisi Kedirgantaraan Indonesia Saat Ini ? (1)

April 04, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Hari ini sampai 4 hari ke depan InsyaAllah saya akan memandu tamu dari VU Amsterdam dalam program Amsterdam Research Project (ARP). InsyaAllah saya akan menuliskan ceritanya nanti, sekalian kalau sudah komplit. 

Alhamdulillah hari pertama sudah selesai. Mereka berkunjung ke ITB hari ini. Saya bersama dua teman, Fazlur dan Ernest memandu mereka keliling kampus ITB Ganesha, tour lab penerbangan dan FTMD, lalu ditutup dengan makan bersama serta diskusi dengan dosen. Salah satu dosen senior yang ikut dalam diskusi itu, Mr. Hisar Pasaribu, menjelaskan banyak tentang dunia kedirgantaraan Indonesia. Saya jadi tertarik untuk nulis ini.

Bagaimana sih kondisi dunia kedirgantaraan Indonesia saat ini ? Sehat kah ? Lumpuh kah ? Growing kah ? Saya akan coba jelaskan, dari sudut pandang seorang mahasiswa tingkat akhir prodi Teknik Penerbangan. Kalau dijelaskan semua akan sangat panjang, mungkin membosankan, dan akan butuh waktu lama untuk menuliskannya. 

Saya akan mencoba menuliskan secara singkat. Itu pun masih dibagi menjadi 2 bagian. Bagian 1 ini akan membahas mengenai fakta tentang dunia penerbangan, industri pesawat terbang, dan lembaga riset. Pada bagian 2 akan dibahas mengenai institusi pendidikan, perusahaan swasta, bisnis transportasi udara.


Fakta
Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan pulau membentang dari Sabang sampai Merauke. Jika peta Indonesia di-copy lalu di-paste di atas peta Eropa, maka akan menutupi hampir seluruh wilayah Eropa (tidak termasuk Rusia, tentu saja). Bedanya, benua Eropa didominasi oleh daratan sedangkan Indonesia sebagian besarnya adalah perairan. 

Jarak 2000 km di Eropa bukanlah jarak yang terlampau jauh. Dengan majunya transportasi di sana (misal kereta) jarak tersebut bisa ditempuh dalam hitungan jam saja, dengan harga tiket yang tidak terlalu mahal. Bandingkan dengan perjalanan darat di Indonesia. Ambil contoh Jogja-Bengkulu (1300 km), waktu tempuhnya bisa 2 hari, apalagi bila peak season seperti mudik lebaran.

Rute Garuda Indonesia mencakup berbagai wilayah di Indonesia

Itulah mengapa pesawat terbang adalah moda transportasi yang sangat strategis di Indonesia. Jasa transportasi udara menghubungkan dua tempat berjauhan secara efisien. Kontribusi transportasi udara secara langsung terhadap perekonomian negara memang tidak terlalu signifikan. Tapi perannya sebagai penghubung memberikan support sangat besar bagi jalannya roda perekonomian nasional. 


Industri
Industri pesawat terbang nasional Indonesia digawangi oleh PT Dirgantara Indonesia atau PTDI. Perusahaan ini dulunya bernama IPTN. Tahun 1960an sampai 1980an sektor kedirgantaraan adalah sektor yang sangat didukung perkembangannya. Hasilnya, lahirlah produk pesawat penumpang seperti CN235 dan N250. 

PT Dirgantara Indonesia

Pesawat N250 adalah salah satu karya yang dibangga-banggakan karena merupakan hasil usaha para anak bangsa. Sayang terjadinya krisis moneter pada tahun 1997 memaksa program pengembangan pesawat ini dihentikan. Dalam dunia engineering, segala development harus dilakukan secara berkelanjutan. Keep working or you'll be left behind. Oleh karena itu, penghentian pendanaan terhadap industri penerbangan ini adalah sebuah setback.

'Saudara tua' N250, yaitu CN235 lebih beruntung karena pada saat krisis moneter pesawat ini sudah tersertifikasi sehingga bisa dijual. Sampai saat ini produksi pesawat ini terus berjalan. Namun, revenue yang didapat hanya cukup untuk membiayai produk ini tanpa bisa mendorong inovasi dan proses desain pesawat dengan level lebih tinggi.

Unit CN235 yang baru saja di-delivery ke Senegal

Seiring berjalannya waktu, PTDI mulai bangkit. Neraca keuangannya sudah 'hijau'. Saat ini PTDI memulai lagi dari bawah. Mereka memproduksi pesawat 19 penumpang yang sasarannya adalah wilayah Indonesia bagian timur. Pesawat ini bernama N219. Rencananya, jika program ini berhasil maka tahap selanjutnya adalah membuat pesawat yang lebih besar, N245 dan R80. Selain program pesawat terbang nasional. PTDI juga terus memproduksi pesawat C212, beberapa tipe helikopter, dan komponen pesawat terbang jumbo jet. 

20 tahun berlalu sejak 'insiden' 1997 menimpa IPTN. Saat ini PTDI sudah mulai bangkit. Memang masih jauh untuk mengejar raksasa industri pesawat terbang dunia yaitu Boeing dan Airbus. Namun, jika trend terus membaik dan proses development terus berjalan bukan tidak mungkin PTDI akan segera mengejar pemain lapis kedua macam ATR (Perancis), Embraer (Brazil), dan Bombardier (Kanada).


Lembaga Riset
Di Indonesia, lembaga riset yang menaungi bidang penerbangan adalah LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). Dalam bahasa Inggris, LAPAN biasa disebut Indonesia Aerospace Agency. Berdasarkan namanya, ada 2 bidang besar yang ditangani oleh LAPAN yaitu (1)Aero : penerbangan / intra atmosfer dan (2)Space : operasi angkasa luar. Untuk mencakup 2 bidang tersebut LAPAN dibagi menjadi banyak divisi. Lengkapnya tentang LAPAN bisa dilihat di sini.

Pusat Produksi dan Pengujian Roket LAPAN di Pameungpeuk Garut, dekat pantai Santolo, pemandangannya bagus..

Ada yang menarik mengenai fungsi LAPAN. Skema pendanaan di Indonesia entah bagaimana sehingga industri seperti PTDI tidak bisa menerima dana dari pemerintah. Untuk menyiasatinya, dana pengembangan teknologi penerbangan diberikan melalui LAPAN walaupun yang sebenarnya 'membutuhkan' adalah PTDI. Dalam eksekusinya, PTDI bekerja sama dengan LAPAN.


Beberapa produk unggulan LAPAN antara lain satelit LAPAN Tubsat, satelit LAPAN A2, LAPAN Surveillance Aircraft (LSA), LAPAN Surveillance UAV (LSU), dan tentu pesawat N219 bersama PTDI. 


LAPAN berdiri tahun 1963. Namun sampai saat ini kegiatan litbang di sektor penerbangan belum cukup cepat. Masalah utamanya adalah kurangnya sumber daya yang dimiliki oleh LAPAN. Akibatnya beberapa tugas harus dilimpahkan kepada pihak lain. Anda ingin berkontribusi dalam dunia penerbangan ? LAPAN adalah salah satu jalannya.


Sekian dulu bagian 1. Kesimpulannya adalah bahwa transportasi udara adalah bidang yang sangat seksi dan strategis. Industri pesawat terbang (PTDI) dan lembaga riset (LAPAN) menunjukkan trend positif dari tahun ke tahun. Namun, masih banyak yang bisa dilakukan untuk menjadikan kita berlari lebih cepat.

"Tanpa inovasi dan produk baru, kita tidak mungkin bersaing" - Hisar M. Pasaribu

Nantikan bagian 2-nya yaa 


Salam,
Chandra

Tersesat di Jalan yang Benar

March 28, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Sama-sama sumber informasi, apa bedanya buku dan google ?

Google (mesin pencari) melakukan indexing sehingga yang muncul di hasil pencarian sesuai dengan kata kunci yang kita masukkan. Dengan kata lain, google adalah sumber informasi yang menganut konsep on-demand. Apa yang kita cari itu yang kita dapatkan.

Berbeda dengan ketika kita membaca buku. Buku bukan sumber informasi on-demand. Ketika membaca kita akan menemukan informasi-informasi yang sebelumnya tidak kita niatkan untuk kita cari. Seolah kita tersesat di jalan yang benar, tersesat di hutan ilmu.

Baik mesin pencari maupun buku punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keduanya saling melengkapi. Jadi jangan hanya jago menggunakan internet atau shortcut Ctrl + F, baca juga buku cetak ya :)

Bagaimana dengan blog pribadi ?
Blog pribadi bisa menjadi seperti keduanya. Blog menjadi sumber informasi on demand jika ada informasi tertentu yang memang ingin kita cari di sana. Tapi blog bisa menjadi seperti buku jika kita sengaja blog walking tanpa tujuan spesifik. Saat itulah kita menemukan banyak hal dari tulisan-tulisan yang ada di sana. Knowing every particular object alias KEPO.

Yok membaca :)


Salam,
Chandra


sumber gambar : Pixabay

Idiot Man Pursuing Excelence

March 25, 2017 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Saya malu ketahuan baru nonton film 3 Idiots sekarang hahaha. Saya maklumi keheranan mereka, itu film bagus dan booming pada jamannya. Saya browsing, itu adalah film keluaran 2009 dan memiliki rating tinggi. Saya telat 8 tahun nonton film itu. Teman-teman bertanya, kemana aja saya selama ini.

Tentang ke-kudet-an saya ini dibicarakan nanti saja, saya ingin lebih dulu berkomentar tentang film 3 Idiots. Bukan review atau resensi karena percuma sebagian besar dari Anda pasti sudah nonton film ini. Kalaupun ada yang belum, semoga ini ada manfaatnya.

3 Idiots adalah sebuah kritik terhadap sistem pendidikan kita. Yaitu sistem pendidikan yang mendewakan nilai dan grade. Sistem dimana siswa (dan mahasiswa) dirangsang untuk berkompetisi, instead of berkolaborasi.

Alasan kesetaraan dan efisiensi menjadi alasan digelarnya sistem pendidikan yang menyamaratakan input dan metode pengajaran. Kekhawatiran mulai muncul dari berbagai pihak mengenai hal ini. Tentang sistem yang dikatakan 'pendidikan modern' ini. Saya sempat menulis tentang itu di sini .

Ada 3 tokoh utama dalam 3 Idiots yang berperan sebagai mahasiswa teknik mesin Imperial College of Engineering (ICE). Pertama, Ranchodas Chanchad, seorang genius yang memiliki alur berpikir agak aneh. Sangat cerdas tapi anti sistem rangking. Kedua, Farhan Qureshi, mahasiswa yang dipaksa kuliah di bidang teknik padahal passionnya adalah fotografi alam. Ketiga, Raju Rastogi, mahasiswa yang memiliki krisis kepercayaan diri.

Dipersatukan di asrama, ketiganya menjadi sahabat karib. Konflik-konflik muncul karena ketidakcocokan mereka dengan sistem yang ada dan ditambah hubungan kurang baik dengan 2 orang, Dr. Viru Sahastrabuddhi (Director) dan Chatur Ramalingam (mahasiswa gila rangking).

Jalan cerita film ini berkelok-kelok serta dibumbui komedi, wisdom, cinta, dan plot twist tak terduga. Namun, pada akhirnya Rancho berhasil membantu kedua sahabatnya sekaligus membuktikan kata-katanya yaitu :
Never study to be successful, study for self efficiency. Don’t run behind success. Follow behind excellence, success will come all way behind you - Rancho 
 Beberapa quote menarik dari film 3 Idiots :

If I pass, it'll be because of my own ability. Otherwise it's okay if I fail. - Raju 
Do you know why I come first ? Why ? Because I'm in love with machines. Engineering is my passion! - Rancho
Give me some sunshine. Gove me some rain. Give me another chance. I wanna grow up once again - Joy Lobo
Pursue excellence and success will follow you - Rancho
Today my respect for that idiot shot up. Most of us went to college just for degree. No degree meant no plum job, no pretty wife, no credit card, no social status. But none of this mattered to him, he was in college for the joy of learning, he never cared if he was first or las - Farhan, about Rancho

Okay, masuk ke topik : Idiot man pursuing excelence

Saya termasuk orang yang sensitif terhadap film, mudah tersentuh. Andai saya nonton film ini tahun 2009 - kelas 3 SMP -  mungkin saya menjadi orang yang berbeda sekarang. Bukan saya tidak mensyukuri keadaan saya saat ini, tapi entah jadi lebih baik atau lebih buruk, pasti akan berbeda.

Saya seperti memakai kacamata kuda selama sekolah. Terlalu banyak belajar. Tidak setiap waktu memang, tapi tetap terlalu banyak. Organisasi di sekolah masih ikut tapi tidak terlalu aktif. Di rumah agak lebih sibuk beraktivitas di organisasi pemuda dan TPA.

Tapi fokus utama saya saat itu hanya belajar untuk mendapatkan rangking. Sangat bureng (pemburu rangking). Susungguhnyalah saya hanya menikmati beberapa bidang pelajaran seperti matematika dan fisika. Tapi demi rangking saya kejar semua as good as possible. Dan baru saya tahu setelah lulus, it's not always good.

Ada benarnya juga perkataan salah satu teman. Bahwa saya bisa masuk ITB salah satunya karena keputusan itu. Ini alasan mengapa saya tidak bisa menyimpulkan keputusan saya dulu sebenarnya baik atau buruk. Sebab dalam pendidikan formal, perguruan tinggi adalah tahap paling puncak.

Saya berusaha mensyukuri keadaan saya saat ini dengan melihat bahwa yang telah saya lakukan kemarin-kemarin semasa sekolah adalah sebuah investasi. Masa SD biarlah, pada tahap itu orang belum cukup dewasa untuk memahami konsep benar-salah, baik-buruk, penting-tidak penting. Tapi 6 tahun di SMP-SMA berbeda.

Di SMP dan SMA selayaknya seseorang sudah bisa mengambil keputusan untuk hidupnya. Dan saya juga sudah mengambil keputusan. Keputusan yang dalam pikiran saya pun masih debatable, abu-abu mengenai benar-salahnya.

Okay, saya putuskan mengambil tempat sebagai orang yang bersyukur.

Kalaupun dulu saya mengambil keputusan yang salah, saya ikhlaskan. Setidaknya keputusan itu juga lah yang melemparkan saya ke kampus ini. Saya belajar dan belajar, walaupun mengejar sesuatu yang agak semu. Tapi Allah tidak pernah ingkar janji, siapa berusaha akan berhasil. Sekarang Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki keputusan-keputusan masa lalu yang sekiranya salah.

Tidak ada yang salah dengan belajar. Masalahnya adalah saya over-focused. Saya hanya melihat ke depan, tepat seperti memakai kacamata kuda. Akibat buruk over-focused ? Tidak melihat hal-hal baik yang berseliweran di kiri kanan.

Contohnya, blog sudah berkembang di Indonesia sejak awal 2000an. Tapi saya baru mengerti apa itu blog tahun 2013, saat awal kuliah. Sampai akhirnya jadi hobi menulis sampai sekarang. Saya dulu tidak tahu ada buku-buku bagus, sekarang setelah tahu jadi sering baca. Inilah kenapa saya bilang saya kudet. Selain waktu itu akses terhadap informasi belum seperti sekarang, saya sendiri kurang inisiatif dalam mencari informasi. Saya jadi tidak banyak tahu.

Masih banyak contoh lain dimana saya telat mengerti. Akibatnya sekarang sering bertanya-tanya, "loh kok aku baru tahu sekarang ya?". Makanya, 3 Idiots saja baru nonton sekarang. Hahaha

Saya memakai kacamata kuda. Memang tampak sukses, tapi tidak excelent (unggul). Tajam secara teori tapi tumpul dalam praktek. Bahkan pernah saya dulu saat awal-awal lulus tidak dipercaya untuk memegang amanah penting dalam acara alumni. Saya tidak dipercaya mempunyai kapabilitas.
Give me another chance. I wanna grow up once again
Bandung dan kampus di Jalan Ganeca ini memberikan kesempatan kedua. Saya merubah haluan. Ingin rasanya menjadi orang yang berguna dan dipercaya. Sedikit-sedikit saya merubah cara menjalani proses belajar.

Alhamdulillah, saya merasa beruntung. Pertama, karena kondisi kampus dan lingkungan sesuai dengan yang saya inginkan. Saya bukan anak manja, tidak ada masalah bahwa saya harus mengurus makan dan kebutuhan lainnya sendiri. Tapi dengan berada di perantauan, saya lebih bebas mengambil keputusan. Tak perlu ijin jika akan pulang pagi atau bahkan tidak pulang, lebih bebas bersosialisasi, lebih bebas mengatur diri.

Lingkungan kampus juga begitu, mungkin ini salah satu kampus dengan budaya paling 'bebas' di Indonesia. Pergaulan dengan dosen dan staf yang bersahabat, definisi 'rapi' yang fleksibel dalam hal berpakaian, heterogennya bahasa, dll telah mengeluarkan saya dari kekakuan lingkungan selama ini.

Kedua, saya berada di bidang yang menjadi passion saya : teknik penerbangan. Akibatnya saya bisa mengeksplor diri, menekuni hobi, dan berorganisasi. Alhamdulillah saya jadi bisa menyelami dunia robotika, menggeluti pesawat remote control, mencari ilmu dari buku, menulis dan mendesain blog, menjadi pemain futsal, dan bersenang-senang membuka mata lebar lebar bagi setiap kemungkinan, dengan tetap mempertahankan kondisi akademik pada level baik.

Alhamdulillah lagi dan lagi...

Ya Allah, ampuni saya jika selama ini terlalu banyak mengeluh. Bawasannya baru saya pahami bahwa setiap orang punya jalan dan masanya masing-masing. Membandingkan kelemahan diri dengan kelebihan orang lain adalah senjata perusak kedamaian paling mutakhir.

Posisi kita sekarang adalah buah keputusan kita 10 tahun yang lalu. Dan keputusan kita hari ini menentukan menjadi apa kita 10 tahun yang akan datang.

Sekian cerita saya mengenai kesadaran yang dipicu hal sederhana : film 3 Idiots. Maaf kalau agak panjang, saya lega telah menuliskannya dan semoga bermanfaat buat Anda.

Hikmahnya, banyak-banyak bersyukur. Ilmu masuk ke tempat yang bersih :)



Salam,
Chandra Nurohman

Ini Ayat Gue Banget

March 17, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Pernah nggak sih ketika dengar lagu kita merasa, "ini lagu gue banget". Sering malah yaa. Kedekatan dan kelekatan sama lagi itu membuat kita susah lepas. Diulang-ulang terus itu lagu.

Faktanya, stickiness lebih kuat daripada kekuatan nada. Lama-lama kalau satu lagu didengarkan terus kita jadi muak. Tapi kalau baca liriknya tetep aja tergerak untuk merenung..

Kenapa bisa lekat ? Karena kita paham isi lagu itu. Coba dengarkan lagu Thailand atau Vietnam yang bukan hanya bahasa tapi hurufnya saja beda. Kalaupun suka paling cuma sebentar.

Tapi coba bayangkan, bagaimana kalau yang melekat itu ayat-ayat Al-Quran ? Ketika kita tahu artinya pasti kita lebih tersentuh. Lalu kalau nemu ayat yang relatable dibaca berulang-ulang karena "ayat ini gue banget, ayat ini gue banget". Coba salat pakai bahasa Indonesia. Bukan salat beneran, hanya untuk tes seberapa persen kita tahu makna bacaan salat.

Tidak perlu memikirkan tafsir yang terlalu dalam untuk sampai pada tahap rasa ini. Tapi sebagai orang yang masih awam dalam bahasa Arab saya juga belum sampai di sana. Seperti kebaikan lainnya, butuh energi aktivasi untuk memulai. Bagaimana caranya ?

Astaghfirullah..


Chandra
170317