Tersesat di Jalan yang Benar

March 28, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Sama-sama sumber informasi, apa bedanya buku dan google ?

Google (mesin pencari) melakukan indexing sehingga yang muncul di hasil pencarian sesuai dengan kata kunci yang kita masukkan. Dengan kata lain, google adalah sumber informasi yang menganut konsep on-demand. Apa yang kita cari itu yang kita dapatkan.

Berbeda dengan ketika kita membaca buku. Buku bukan sumber informasi on-demand. Ketika membaca kita akan menemukan informasi-informasi yang sebelumnya tidak kita niatkan untuk kita cari. Seolah kita tersesat di jalan yang benar, tersesat di hutan ilmu.

Baik mesin pencari maupun buku punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keduanya saling melengkapi. Jadi jangan hanya jago menggunakan internet atau shortcut Ctrl + F, baca juga buku cetak ya :)

Bagaimana dengan blog pribadi ?
Blog pribadi bisa menjadi seperti keduanya. Blog menjadi sumber informasi on demand jika ada informasi tertentu yang memang ingin kita cari di sana. Tapi blog bisa menjadi seperti buku jika kita sengaja blog walking tanpa tujuan spesifik. Saat itulah kita menemukan banyak hal dari tulisan-tulisan yang ada di sana. Knowing every particular object alias KEPO.

Yok membaca :)


Salam,
Chandra


sumber gambar : Pixabay

Idiot Man Pursuing Excelence

March 25, 2017 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Saya malu ketahuan baru nonton film 3 Idiots sekarang hahaha. Saya maklumi keheranan mereka, itu film bagus dan booming pada jamannya. Saya browsing, itu adalah film keluaran 2009 dan memiliki rating tinggi. Saya telat 8 tahun nonton film itu. Teman-teman bertanya, kemana aja saya selama ini.

Tentang ke-kudet-an saya ini dibicarakan nanti saja, saya ingin lebih dulu berkomentar tentang film 3 Idiots. Bukan review atau resensi karena percuma sebagian besar dari Anda pasti sudah nonton film ini. Kalaupun ada yang belum, semoga ini ada manfaatnya.

3 Idiots adalah sebuah kritik terhadap sistem pendidikan kita. Yaitu sistem pendidikan yang mendewakan nilai dan grade. Sistem dimana siswa (dan mahasiswa) dirangsang untuk berkompetisi, instead of berkolaborasi.

Alasan kesetaraan dan efisiensi menjadi alasan digelarnya sistem pendidikan yang menyamaratakan input dan metode pengajaran. Kekhawatiran mulai muncul dari berbagai pihak mengenai hal ini. Tentang sistem yang dikatakan 'pendidikan modern' ini. Saya sempat menulis tentang itu di sini .

Ada 3 tokoh utama dalam 3 Idiots yang berperan sebagai mahasiswa teknik mesin Imperial College of Engineering (ICE). Pertama, Ranchodas Chanchad, seorang genius yang memiliki alur berpikir agak aneh. Sangat cerdas tapi anti sistem rangking. Kedua, Farhan Qureshi, mahasiswa yang dipaksa kuliah di bidang teknik padahal passionnya adalah fotografi alam. Ketiga, Raju Rastogi, mahasiswa yang memiliki krisis kepercayaan diri.

Dipersatukan di asrama, ketiganya menjadi sahabat karib. Konflik-konflik muncul karena ketidakcocokan mereka dengan sistem yang ada dan ditambah hubungan kurang baik dengan 2 orang, Dr. Viru Sahastrabuddhi (Director) dan Chatur Ramalingam (mahasiswa gila rangking).

Jalan cerita film ini berkelok-kelok serta dibumbui komedi, wisdom, cinta, dan plot twist tak terduga. Namun, pada akhirnya Rancho berhasil membantu kedua sahabatnya sekaligus membuktikan kata-katanya yaitu :
Never study to be successful, study for self efficiency. Don’t run behind success. Follow behind excellence, success will come all way behind you - Rancho 
 Beberapa quote menarik dari film 3 Idiots :

If I pass, it'll be because of my own ability. Otherwise it's okay if I fail. - Raju 
Do you know why I come first ? Why ? Because I'm in love with machines. Engineering is my passion! - Rancho
Give me some sunshine. Gove me some rain. Give me another chance. I wanna grow up once again - Joy Lobo
Pursue excellence and success will follow you - Rancho
Today my respect for that idiot shot up. Most of us went to college just for degree. No degree meant no plum job, no pretty wife, no credit card, no social status. But none of this mattered to him, he was in college for the joy of learning, he never cared if he was first or las - Farhan, about Rancho

Okay, masuk ke topik : Idiot man pursuing excelence

Saya termasuk orang yang sensitif terhadap film, mudah tersentuh. Andai saya nonton film ini tahun 2009 - kelas 3 SMP -  mungkin saya menjadi orang yang berbeda sekarang. Bukan saya tidak mensyukuri keadaan saya saat ini, tapi entah jadi lebih baik atau lebih buruk, pasti akan berbeda.

Saya seperti memakai kacamata kuda selama sekolah. Terlalu banyak belajar. Tidak setiap waktu memang, tapi tetap terlalu banyak. Organisasi di sekolah masih ikut tapi tidak terlalu aktif. Di rumah agak lebih sibuk beraktivitas di organisasi pemuda dan TPA.

Tapi fokus utama saya saat itu hanya belajar untuk mendapatkan rangking. Sangat bureng (pemburu rangking). Susungguhnyalah saya hanya menikmati beberapa bidang pelajaran seperti matematika dan fisika. Tapi demi rangking saya kejar semua as good as possible. Dan baru saya tahu setelah lulus, it's not always good.

Ada benarnya juga perkataan salah satu teman. Bahwa saya bisa masuk ITB salah satunya karena keputusan itu. Ini alasan mengapa saya tidak bisa menyimpulkan keputusan saya dulu sebenarnya baik atau buruk. Sebab dalam pendidikan formal, perguruan tinggi adalah tahap paling puncak.

Saya berusaha mensyukuri keadaan saya saat ini dengan melihat bahwa yang telah saya lakukan kemarin-kemarin semasa sekolah adalah sebuah investasi. Masa SD biarlah, pada tahap itu orang belum cukup dewasa untuk memahami konsep benar-salah, baik-buruk, penting-tidak penting. Tapi 6 tahun di SMP-SMA berbeda.

Di SMP dan SMA selayaknya seseorang sudah bisa mengambil keputusan untuk hidupnya. Dan saya juga sudah mengambil keputusan. Keputusan yang dalam pikiran saya pun masih debatable, abu-abu mengenai benar-salahnya.

Okay, saya putuskan mengambil tempat sebagai orang yang bersyukur.

Kalaupun dulu saya mengambil keputusan yang salah, saya ikhlaskan. Setidaknya keputusan itu juga lah yang melemparkan saya ke kampus ini. Saya belajar dan belajar, walaupun mengejar sesuatu yang agak semu. Tapi Allah tidak pernah ingkar janji, siapa berusaha akan berhasil. Sekarang Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki keputusan-keputusan masa lalu yang sekiranya salah.

Tidak ada yang salah dengan belajar. Masalahnya adalah saya over-focused. Saya hanya melihat ke depan, tepat seperti memakai kacamata kuda. Akibat buruk over-focused ? Tidak melihat hal-hal baik yang berseliweran di kiri kanan.

Contohnya, blog sudah berkembang di Indonesia sejak awal 2000an. Tapi saya baru mengerti apa itu blog tahun 2013, saat awal kuliah. Sampai akhirnya jadi hobi menulis sampai sekarang. Saya dulu tidak tahu ada buku-buku bagus, sekarang setelah tahu jadi sering baca. Inilah kenapa saya bilang saya kudet. Selain waktu itu akses terhadap informasi belum seperti sekarang, saya sendiri kurang inisiatif dalam mencari informasi. Saya jadi tidak banyak tahu.

Masih banyak contoh lain dimana saya telat mengerti. Akibatnya sekarang sering bertanya-tanya, "loh kok aku baru tahu sekarang ya?". Makanya, 3 Idiots saja baru nonton sekarang. Hahaha

Saya memakai kacamata kuda. Memang tampak sukses, tapi tidak excelent (unggul). Tajam secara teori tapi tumpul dalam praktek. Bahkan pernah saya dulu saat awal-awal lulus tidak dipercaya untuk memegang amanah penting dalam acara alumni. Saya tidak dipercaya mempunyai kapabilitas.
Give me another chance. I wanna grow up once again
Bandung dan kampus di Jalan Ganeca ini memberikan kesempatan kedua. Saya merubah haluan. Ingin rasanya menjadi orang yang berguna dan dipercaya. Sedikit-sedikit saya merubah cara menjalani proses belajar.

Alhamdulillah, saya merasa beruntung. Pertama, karena kondisi kampus dan lingkungan sesuai dengan yang saya inginkan. Saya bukan anak manja, tidak ada masalah bahwa saya harus mengurus makan dan kebutuhan lainnya sendiri. Tapi dengan berada di perantauan, saya lebih bebas mengambil keputusan. Tak perlu ijin jika akan pulang pagi atau bahkan tidak pulang, lebih bebas bersosialisasi, lebih bebas mengatur diri.

Lingkungan kampus juga begitu, mungkin ini salah satu kampus dengan budaya paling 'bebas' di Indonesia. Pergaulan dengan dosen dan staf yang bersahabat, definisi 'rapi' yang fleksibel dalam hal berpakaian, heterogennya bahasa, dll telah mengeluarkan saya dari kekakuan lingkungan selama ini.

Kedua, saya berada di bidang yang menjadi passion saya : teknik penerbangan. Akibatnya saya bisa mengeksplor diri, menekuni hobi, dan berorganisasi. Alhamdulillah saya jadi bisa menyelami dunia robotika, menggeluti pesawat remote control, mencari ilmu dari buku, menulis dan mendesain blog, menjadi pemain futsal, dan bersenang-senang membuka mata lebar lebar bagi setiap kemungkinan, dengan tetap mempertahankan kondisi akademik pada level baik.

Alhamdulillah lagi dan lagi...

Ya Allah, ampuni saya jika selama ini terlalu banyak mengeluh. Bawasannya baru saya pahami bahwa setiap orang punya jalan dan masanya masing-masing. Membandingkan kelemahan diri dengan kelebihan orang lain adalah senjata perusak kedamaian paling mutakhir.

Posisi kita sekarang adalah buah keputusan kita 10 tahun yang lalu. Dan keputusan kita hari ini menentukan menjadi apa kita 10 tahun yang akan datang.

Sekian cerita saya mengenai kesadaran yang dipicu hal sederhana : film 3 Idiots. Maaf kalau agak panjang, saya lega telah menuliskannya dan semoga bermanfaat buat Anda.

Hikmahnya, banyak-banyak bersyukur. Ilmu masuk ke tempat yang bersih :)



Salam,
Chandra Nurohman

Ini Ayat Gue Banget

March 17, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Pernah nggak sih ketika dengar lagu kita merasa, "ini lagu gue banget". Sering malah yaa. Kedekatan dan kelekatan sama lagi itu membuat kita susah lepas. Diulang-ulang terus itu lagu.

Faktanya, stickiness lebih kuat daripada kekuatan nada. Lama-lama kalau satu lagu didengarkan terus kita jadi muak. Tapi kalau baca liriknya tetep aja tergerak untuk merenung..

Kenapa bisa lekat ? Karena kita paham isi lagu itu. Coba dengarkan lagu Thailand atau Vietnam yang bukan hanya bahasa tapi hurufnya saja beda. Kalaupun suka paling cuma sebentar.

Tapi coba bayangkan, bagaimana kalau yang melekat itu ayat-ayat Al-Quran ? Ketika kita tahu artinya pasti kita lebih tersentuh. Lalu kalau nemu ayat yang relatable dibaca berulang-ulang karena "ayat ini gue banget, ayat ini gue banget". Coba salat pakai bahasa Indonesia. Bukan salat beneran, hanya untuk tes seberapa persen kita tahu makna bacaan salat.

Tidak perlu memikirkan tafsir yang terlalu dalam untuk sampai pada tahap rasa ini. Tapi sebagai orang yang masih awam dalam bahasa Arab saya juga belum sampai di sana. Seperti kebaikan lainnya, butuh energi aktivasi untuk memulai. Bagaimana caranya ?

Astaghfirullah..


Chandra
170317

Pegiat Kreativitas

March 16, 2017 Posted by Chandra Nurohman 2 comments


p.s. baca urut dari atas yaa!

Ada seorang public figure yang beberapa waktu yang lalu menerima penghargaan di bidang social entrepreneur dari salah satu institusi perbankan di Indonesia. Dia menjadi salah satu dari finalis yang tampil menyampaikan pengabdiannya. Di antara finalis-finalis itu, dia lah yang keluar sebagai pemenang utama. Uang puluhan juta yang menjadi hadiah digunakan untuk memperbesar sekolah bakat yang digawanginya.

Dia menjadi 'kepala sekolah' sebuah sekolah bakat yang mewadahi anak muda yang memiliki minat dan potensi di bidang animasi, web developer, dan programming. Sekolahnya ini sudah memiliki puluhan murid dan saat terus bertambah. Anak-anak yang bernaung di dalamnya menjadi produktif melalui proyek-proyek yang dikerjakannya.

Dia juga saat ini sedang aktif mengusahakan pelaku industri kreatif mendapatkan hak-haknya secara adil. Dia merasa tidak puas dengan sistem royalti yang ada di Indonesia saat ini. Masih banyak penggunaan karya, musik misalnya, untuk keperluan komersil yang tidak memberikan jatah royalti yang layak untuk seniman.

Sebagai frontman sebuah grup band yang berbasis di Yogyakarta, dia memimpin manajemennya untuk terus menelurkan karya. Tujuan utamanya bukan untuk meraup keuntungan, tapi untuk mengembangkan komunitas. Grup band-nya menjadi mandiri, mampu merilis album secara indie dan sukses. Di tengah gempuran musik digital portable, musiknya dalam bentuk CD fisik tetap berjaya, tentu karena ada sentuhan kreativitas.

Dia juga memiliki skill di bidang cinematografi dan cinematografi underwater. Skill-nya ini menjadikan dia juga mendapat job sebagai produser rekaman musik. Dia juga berbagi kisah melalui video blogging (vlog) terkait aktivitasnya sebagai musisi, produser, sutradara, penyelam profesional, penghobi motor trail, dll.

Dia juga aktif dalam mempopulerkan lagu anak-anak dan lagu perjuangan. Lagu-lagu itu diaransemen ulang dan dinyanyikan dengan nuansa yang lebih berterima di era sekarang. Bersama timnya dia juga membuat serial animasi untuk anak-anak. Prinsip yang dipegang teguh adalah pengembangan komunitas. Dia tidak ingin posisinya sebagai public figure hanya mengeruk duit masyarakat, dia ingin mengembalikan manfaat kepada banyak orang.


Membaca deskripsi di atas, bisakah Anda menebak siapa dia ? :)

Mungkin ada yang sudah tahu, tapi saya pikir banyak yang belum. Banyak yang belum tahu karena barangkali ketika melihat orangnya akan banyak yang anti. Tatto di hampir sekujur tubuh, piercing, gigi logam, rambut dicat, kata-kata 'kotor', dll memang membuat citranya tidak baik-baik amat.

Dia adalah : Eric Kristianto a.k.a. Erix Soekamti



Tapi tahukah Anda ?

Dia adalah vokalis-bassist grup band Endank Soekamti. Band yang berdiri sejak 2001. Dia juga memimpin manajemen Euforia.id, yaitu tim di belakang Endank Soekamti yang tidak hanya bergelut di bidang musik tapi juga komik, buku, video edukasi, dll. Program-program seperti #SaveLaguAnak juga lahir di sini. Video-video edukasi diupload secara gratis di YouTube, silakan cari.

Dia rutin membuat video kerehariannya berjudul DOES (Diary Of Erix Soekamti). Seiring naiknya nama DOES, dia mendirikan sekolah bakat yang diberi nama DOES University yang berlokasi di Ungaran. Sekolah ini mengantarkannya mendapat beberapa penghargaan di bidang social entrepreneur dan sering diwawancara oleh media mengenai sepak terjangnya.

Untuk menghidupi DOES University, timnya membuka usaha seperti catering dan angkringan, penjualan merchandise, hotel, serta proyek-proyek animasi dan web. Peserta di sekolah ini gratis bahkan mendapat fasilitas tempat tinggal bahkan kesempatan liburan gratis.

Kegiatan Mas Erix sangat padat, mobilitasnya tinggi, tapi dia masih sempat mengedit video yang menggambarkan kesehariannya. Teman-teman bisa cari videonya di YouTube berjudul DOES. Video dan editingnya sangat bagus, karena memang dia punya skill di bidang itu. Rapi, berbobot, tidak alay, dan apa adanya tidak ada yang ditutup-tutupi. Saat ini DOES sudah sampai episode 420an. Hampir tiap hari di upload video baru.

Mendapat award di bidang social entrepreneur


Don't judge the book by its cover.

Beberapa orang mempertanyakan mengapa saya yang seperti ini bisa cocok dengan Endank Soekamti. Sepertinya ada image 'anak baik-baik' yang menempel pada saya hehehe

Saya juga dulu awalnya nggak suka. Apasih ini band urakan banget. Orangnya tampak 'kotor', beberapa lagunya kasar, dll.

Tapi setelah saya lebih tahu tentang siapa Erix, apa itu DOES University, apa itu Euforia Music Ecosystem, dan cerita di balik layar Endank Soekamti ternyata banyak yang bisa dipelajari dari mereka. Banyak sekali. Disiplin, komitmen, kerja keras, kesantunan, dan kerja sama adalah beberapa point penting yang bisa digali dari mereka.

Memang tidak semua baik untuk dicontoh. Tapi ada pepatah "emas keluar dari mulut anjing tetaplah emas". Terlalu sering kita merasa sudah cukup 'bersih' sehingga tidak mau berdekatan dengan yang tampak 'kotor'.

At the end, semua kembali pada keputusan masing-masing. Dalam dunia akademik modern segala hal selalu diharuskan menyertakan alasan dan sumber. Menurut A dalam buku aaa, menurut B dalam jurnal bbb. Tapi, dalam hidup yang sebenarnya kita harus berani mengatakan : menurutku!

Untuk bahasan tentang Soekamti, coba deh buka di YouTube video Kamtis Babies The Series, Kamtis Babies School, VlogFest 360 degree film, video musik Soekamti berbahasa isyarat, #SaveLaguAnak, dan video-video lain. Saya rasa ada manfaat yang bisa diambil dari sana :)

#SaveLaguAnak
Kamtis Babies The Series
Video klip Rayuan Pulau Kelapa

Video musik bahasa isyarat untuk kaum tunarungu


Salam,
Chandra
160317



Tech Insight : Hyperloop

March 11, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Akhir-akhir ini banyak artikel mengenai sebuah sarana transportasi revolusioner yang disebut Hyperloop. Hyperloop dikatakan bisa bergerak dengan kecepatan 1200 km/jam, ini hampir 2 kali lipat kecepatan pesawat terbang. Dengan kecepatan setinggi itu jarak Jakarta - Jogja dapat ditempuh hanya dalam 25 menit. 

Tapi apa sih Hyperloop itu ?

Orang pertama yang mencetuskan ide mengenai Hyperloop adalah Elon Musk. Ide ini disampaikan pertama kali pada bulan Juli 2012. Elon Musk memang dikenal dengan gagasan-gagasan ekstrem. Saat ini Musk tengah menjalankan proyek-proyek ambisius di perusahaannya, Tesla Motors dan SpaceX. 

Elon Musk    |     www.ted.com

Ide pembuatan Hyperloop adalah untuk menciptakan sarana transportasi darat yang super cepat dan efisien. Hyperloop menggabungkan konsep kerja kereta api dan pesawat terbang. Teknologi tingkat tinggi seperti magnet levitation dan aero-propulsion digunakan dalam operasinya.

Masalah dalam transportasi kecepatan tinggi saat ini adalah besarnya faktor gesekan (friction) dan gaya hambat udara (drag / resistance). Konsep hyperloop berusaha menghilangkan masalah ini sehingga diperoleh sarana transportasi yang cepat, efisien, dan silent. Untuk itulah digunakan teknologi magnet levitation dan airless tube.

Pods Hyperloop berupa kapsul yang meluncur pada kecepatan tinggi di tabung lintasan   |    www.interestingengineering.com

Magnetic levitation (maglev) adalah metode untuk memberikan gaya angkat pada suatu benda memanfaatkan medan magnet. Berkat maglev sebuah benda dapat ditahan pada posisinya tanpa ada sentuhan fisik, obyek seperti mengapung di udara. Hal ini tentu akan sangat mengurangi gaya gesekan.

Airless tube adalah tabung terisolasi yang udaranya dikurangi sehingga hampir vakum. Dengan tekanan dan densitas udara yang rendah maka gaya hambat udara dapat direduksi secara signifikan. Sebagai catatan, tabung tidak boleh 100% vakum karena untuk dapat bergerak Hyperloop perlu memindahkan momentum dan partikel udara.

Tabung-tabung yang akan menjadi jalur kapsul Hyperloop    |    www.hyperloop-one.com

Hyperloop bergerak dalam lintasan berbentuk tabung panjang berupa airless tube yang berfungsi seperti 'rel' pada kereta api. Penumpang berada di dalam kapsul yang biasa disebut 'pods'. Interaksi antara tabung dan pods menggunakan efek maglev. 

Pods yang berperan sebagai gerbong memiliki mesin baling-baling (fan) pada bagian depan. Udara yang ada di depan pods akan disedot. Sebagian udara akan disemburkan ke belakang untuk memberikan gaya dorong. Sebagian yang lain dikeluarkan melalui sisi-sisi pods untuk memberikan efek apung pada pods. Akibatnya pods terdorong ke depan dan berada di tengah tabung tanpa menyentuh dinding.

Sketsa awal oleh Elon Musk menunjukkan cara kerja Hyperloop    |     www.greenoptimistic.com

Pada operasinya akan ada stasiun-stasiun dimana Hyperloop menaikkan dan menurunkan penumpang. Lintasan Hyperloop ada yang berada di bawah tanah dan apa pula yang ditopang tiang-tiang di atas tanah. Sistem track-nya jalur ganda sehingga sebuah jalur dapat dilayani secara bolak-balik dalam waktu yang bersamaan.

Sejak ide ini dicetuskan hingga saat ini sudah ada 3 perusahaan yang mendanai proyek ini. Ketiga perusahaan itu adalah Hyperloop One, Hyperloop Transportation Technologies (HTT), dan Transpod. Di Amerika telah dibuat prototipe dan pengujian pods serta tube Hyperloop. Beberapa waktu yang lalu juga diadakan kompetisi prototipe Hyperloop untuk mahasiswa. Kontes ini dimenangkan oleh tim dari TU Delft, Belanda.

Hyperloop TU Delft    |     www.twitter.com

Wacana yang beredar di Indonesia, HTT akan membangun sistem transportasi ini antar wilayah di Indonesia. Namun hal ini masih dalam tataran wacana. Feasibility study baru akan dilaksanakan. Tentu ini akan menjadi investasi yang sangat strategis bila benar terlaksana.

Namun, kondisi saat ini Indonesia masih jauh dari siap untuk produk seperti ini. Beberapa waktu yang lalu muncul wacana mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung. Kereta cepat yang dikatakan bisa menempuh jarak 150 km dalam 45 menit saja menghadirkan kontroversi besar. Apalagi sebuah peluru dengan kecepatan 1200 km/jam. 

Masalah klasik pembangunan infrastruktur di Indonesia seperti sulitnya pembebasan lahan, korupsi, dan mark up juga mengancam kelancaran proyek. Belum lagi kestabilan politik dan toleransi antar ras dan agama di Indonesia yang belum stabil tentu membuat investor berpikir seribu kali untuk menggelontorkan mega budget.

Di sisi lain, teknologi Hyperloop sendiri masih memerlukan banyak pengembangan dan validasi. Membawa penumpang dengan kecepatan setinggi itu pasti mensyaratkan reliability yang sangat tinggi. Alat transportasi semacam ini tidak boleh errorprone dalam operasinya. 

Mungkin ketika kita berbicara mengenai transportasi masa depan, Hyperloop adalah salah satu di antaranya. Hyperloop memang masih utopis untuk sekarang. Tak perlu mengharapkan ada kapsul-kapsul meluncur di kota kita dalam waktu dekat. But, still, ini adalah sesuatu yang patut ditunggu dan diupayakan. Ketika tiba saatnya nanti, Hyperloop akan menjadi engineering masterpiece yang luar biasa.



Salam,
Chandra

Ngributers

March 09, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments


Saya punya geng sejak awal-awal SMA. Mereka adalah RanggaPhutut BayuRonaaIntan, dan Tria. Kebetulan kami satu sekolah tapi bukan itu yang menjadikan kami akrab. Kelas dan kegiatan kami beda-beda. Persamaan diantara kami adalah sama-sama suka makan mie jawa Pak Ribut, absurd ya, agak. Btw, lokasi tempat makan ini ndhelik, di Kecamatan Sanden, Bantul. Tapi ini langganan punggawa-punggawa Bantul loh, sering kami ketemu aspri-nya tokoh Bantul.



Saya awalnya kenal Ronaa karena sekelas waktu SMP. Kalau Intan saya sama sekali belum kenal sebelum masuk SMA. Phutut dan Tria adalah kawan main badminton sejak SMP walaupun beda sekolah. Sedangkan Rangga akrab karena ikut tonti (peleton inti) di SMA, Tria ikut ini juga. Ngobrol-ngobrol lalu terkuak bahwa masing-masing dari kami suka makan di Pak Ribut (saya biasanya sama keluarga). Akhirnya kami kumpul-kumpul di sana dan berlanjut kemana-mana sampai sekarang.

Dulu WA, LINE, dan semacamnya belum populer. Komunikasi hanya mengandalkan SMS dan telepon. Setelah muncul chat apps, komunikasi makin rame. Walaupun kadang nggak penting juga, sekadar buat hiburan.

Ya, hiburan. Karena kami sekarang beda-beda tempat aktivitasnya dan jarang ketemu secara fisik. Saya di Bandung. Tria sudah lulus D3 STAN dan sekarang sedang OJT di Malang. Ronaa di Teknik Geodesi UGM. Rangga di Pendidikan BK UNY. Intan di Pembangunan Wilayah Fak. Geografi UGM. Phutut di Fak. Hukum UGM.

Ini beberapa momen main-main kami. Sayang nggak nemu foto yang lengkap berenam. Ini cuma sebagian. Selain karena agak repot kalau harus cari foto yang dulu-dulu, page ini juga jadi berat nanti kalau terlalu banyak gambar.

Di sand dune Parangtritis, minus Chandra dan Tria, plus beberapa teman lain
Katanya mau nyekripsi.lokasi : Ekspresso Internet Cafe, Jogja. Minus cewek-cewek. Waktu itu dari Ekpresso kami makan di Mie Ayam Kamehame di Jalan Solo, tengah malam
Abhayagiri, minus Tria dan Rangga
Pinus, Imogiri...saya, Rangga, Phutut

Yah makan-makan biasa..saya, Phutut, Intan, plus Umi, kawan kami
Jalan-jalan di Malioboro, minus Intan

Demi senja dan secangkir teh hangat
Kusempatkan berkunjung pulang
Kawan aku pulang 
Kawan Aku Pulang - Jikustik

Kalau saya mudik, jika saya perjalanan malam maka sampai di Jogja dini hari. Seharian saya akan bersama keluarga lalu malamnya keluar dengan mereka. Kalau perjalanan siang sampai di Jogja sore. Saya langsung pulang, di rumah dengan keluarga. Besok paginya biasanya ketemu sama mereka. Walaupun tidak selalu full team.

Kami sudah menjelajahi pantai-pantai selatan Jogja hingga kawasan Kaliurang di utara. Keluar masuk mall, bioskop, sampai pasar. Mulai dari pameran makanan, gadget, sampai pameran beasiswa ke luar negeri. Mulai dari mbolang ke Wonogiri hingga Jepara dan Semarang. Dari sunmor sampai sekaten. Dari jalan-jalan susur pantai sampai menyusuri malioboro di malam hari. Dari bermalam di Masjid Gede Kauman dan Jogokaryan hingga nyasar ke kawasan prostitusi. Hahaha tapi kami nggak tergoda kok, kapok malah

Tapi hari-hari ini kami berduka. Ibunda dari Rangga, Ibu Tri Idayati telah mendahului kita menghadap Allah SWT pada hari Selasa pagi tanggal 7 Maret kemarin. Mari kita doakan semoga dosa-dosanya diampuni dan diterima amal ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin. Sing kuat yo, Ngga.

Saya tipe orang yang tidak mudah akrab dengan banyak orang. Tapi dengan mereka saya nyaman untuk guyon dan berbagi. Semoga berkenalan kita bermanfaat dan berkah ya. Semoga semua lancar skripsi, tugas akhir, dan kariernya. Aamiin :)


Salam,
Chandra

Polymath dan Lahirnya Sistem Sekolah

February 27, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments

Leonardo Da Vinci, Al Biruni, Ibnu Sina, Galileo Galilei, dan tokoh yang saya tulis sebelumnya di laman facebook, Ibnu Firnas, adalah beberapa tokoh yang memiliki kelebihan dibanding rata-rata orang. Mereka biasa disebut polymath.

Polymath adalah sebutan untuk orang yang menguasai berbagai disiplin ilmu sekaligus. Polymath memiliki kepakaran yang mencakup berbagai bidang dan masing-masingnya cukup mendalam.

Fakta yang menarik adalah kaum polymath ini justru banyak yang berasal dari bangsa-bangsa muslim. Hal ini berhubungan dengan lahirnya masa keemasan/kejayaan Islam (Islamic Golden Age). Di sisi lain, bangsa barat sempat mengalami kemunduran.

Masa keemasan Islam melahirkan polymath-polymath mengagumkan. Sebut saja Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Farabi, Al-Khwarizmi, Al-Hazen, Musa bersaudara (Sons of Moses), Al-Kindi, dan masih banyak lagi.


Sistem pendidikan 'asli' Islam

Sistem pendidikan klasikal seperti yang kita gunakan sekarang bukanlah warisan budaya Islam. Meski begitu di beberapa tempat masih ada sisa-sisa metode pendidikan Islam, walaupun kebanyakan bukan pendidikan formal.

Pada jaman kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang pesat dan banyak ahli di berbagai bidang. Metode pendidikan pada masa itu berbeda dengan yang kita lihat sekarang.

Para ahli ini tersebar di berbagai kota dan negara. Mereka menetap di tempatnya masing-masing. Orang-orang yang ingin berguru datang kepadanya untuk minta diajarkan suatu cabang ilmu. Mereka membuat kontrak mengenai apa yang ingin dipelajari, seberapa dalam, dan seberapa lama ingin belajar.

Si murid akan mengikuti pengajaran yang dilakukan oleh gurunya. Sampai suatu waktu ketika ilmunya sudah dikuasai dia akan pindah mencari guru yang lain. Begitu seterusnya hingga terjadi regenerasi ilmuwan.

Jadi pada jaman dulu guru menetap dan murid mendatangi untuk belajar. Sifatnya lebih privat.


Sistem pendidikan barat

Sistem pendidikan seperti di atas tidak bisa diterapkan di negara-negara barat. Pada masa kegelapan yang dialami bangsa-bangsa Eropa, jumlah orang yang bisa berperan sebagai guru sangat sedikit. Sistem di atas tidak efektif untuk kondisi tersebut.

Solusinya dibuatlah sistem kelas-kelas dan sekolah. Murid-murid dikumpulkan dan dipertemukan dengan guru. Satu guru dengan banyak murid. Semakin lama sistem ini makin canggih dan terorganisir.

Saat ini sistem pendidikan klasikal lebih umum digunakan dalam pendidikan formal. Standarisasi dan penyusunan kurikulum dibuat berdasarkan sistem pendidikan ini.



Tidak mudah untuk menyimpulkan mana sistem yang lebih baik. Namun tampaknya mulai muncul gagasan-gagasan yang menyebut sistem kelas ini sudah kuno. Ini isu yang debatable.

Faktanya, saat ini sudah sulit menemukan polymath. Kebanyakan ahli di era modern menekuni bidang yang sangat spesifik. Hal ini tidak menjadi masalah asalkan kolaborasi dapat dijalin tanpa memedulikan batasan negara, ras, dan agama.

Ini sedikit yang saya tahu soal pendidikan Islam dan barat. Saya terpikir tentang ini setelah ada teman bertanya tentang polymath. Analisis ini dari berbagai sumber dan masih sangat bisa didiskusikan yaa.

Sebuah video inspiratif oleh Prince Ea :




Salam,
Chandra


sumber gambar : http://socialinnovation.ca/

Flying With Us : Teknik Penerbangan ITB

February 24, 2017 Posted by Chandra Nurohman 3 comments

Sejak lama, teknologi penerbangan terus berkembang. Pada awalnya manusia terinspirasi dari burung. Alangkah enaknya bisa pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan terbang. Beberapa tokoh dirgantara dunia yang terkenal antara lain Ibnu Firnas, Otto Lilienthal, dan tentu saja penemu pesawat terbang bermesin terkendali pertama yaitu Wright bersaudara.

Sekarang pesawat terbang sudah canggih dan masih terus berkembang. Beragam jenis pesawat terbang lalu lalang di atas kita. Indonesia juga terus mengembangkan industri dan pendidikan kedirgantaraannya mengingat kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Nah, bagi kamu-kamu yang ingin ikut serta dan berkarir dalam bidang teknologi yang sangat canggih ini, bisa dimulai dengan bergabung bersama kami di Prodi Teknik Penerbangan ITB. Di sini kita bukan hanya belajar. Pendidikan penerbangan di ITB sudah digagas pada tahun 1960-an oleh Bung Karno untuk menunjang industri pesawat terbang dalam negeri. Coba deh cari artikel tentang sejarah kedirgantaraan Indonesia, pasti ITB disebut hehehe. 

Tentang Teknik Penerbangan ITB
Sampai saat ini ITB masih menjadi satu-satunya PTN yang membuka jenjang S1 Teknik Penerbangan di Indonesia. Resminya, mengikuti panamaan di luar negeri, prodi ini sekarang namanya Aeronotika dan Astronotika ITB. S1 Teknik Penerbangan ITB sekarang sudah terakreditasi internasional yaa, oleh lembaga dari Jerman, ASIIN. 

Akreditasi BAN-PT : A

Akreditasi Internasional ASIIN

ITB saat ini punya 3 kampus : Kampus Ganeca di Jalan Ganeca di Kota Bandung, Kampus ITB Jatinangor, dan Kampus ITB Cirebon. Teknik Penerbangan berada di kampus pusat, di Jalan Ganeca, Kota Bandung.


Apa saja yang dipelajari ?
Setidaknya ada 5 hal besar yang diperlajari di Teknik Penerbangan ITB.
(1) Mekanika Terbang, bidang ini mempelajari bagaimana pesawat bisa terbang dengan stabil dan baik. Termasuk software-software dalam pesawat
(2) Aerodinamika, bidang ini membahas tentang aliran udara, penting banget dong dalam dunia penerbangan
(3) Struktur ringan, bidang ini membahas hardware pesawat. Pesawat harus ringan dong biar bisa terbang, tapi harus tetep aman, nah itu dipelajari di sini.
(4) Operasi pesawat terbang, bidang ini membahas soal bisnis penerbangan, bandara, perawatan, dan semacamnya.
(5) Astrodinamika, bidang ini membahas tentang wahana luar angkasa seperti satelit.

Salah satu lab, ada pesawatnya lhoo   |    sumber : twitter Aku Masuk ITB
Laboratorium yang ada di Teknik Penerbangan :
1. Lab Aerodinamika
2. Lab Mekanika Terbang
3. Lab Aeroelastisitas
4. Lab Astrodinamika
5. Lab Struktur Ringan
6. Lab Perancangan Pesawat
7. Lab Komputer
8. Lab Propulsi
9. Lab Highspeed Aerodynamics
etc...


Lulusannya biasanya jadi apa ?
Lulusan Teknik Penerbangan ITB macem-macem kelanjutannya. Ada yang jadi akademisi, jadi dosen di ITB atau kampus-kampus lain di dalam dan luar negeri. Jadi researcher atau peneliti, beberapa alumni bergabung ke lembaga-lembaha riset di dalam dan luar negeri. Ada yang bekerja di industri pesawat terbang (Boeing, Airbus, Embraer, PTDI, dll). Ada juga yang di perusahaan-perusahaan lain di berbagai bidang. Ada juga yang wirausaha mendirikan perusahaan sendiri.
Kalau yang baru lulus biasanya ada yang lanjut S2 dan ada yang kerja. Yang S2 ada yang di ITB lagi ada juga yang cari beasiswa macam LPDP, Erasmus+, dll dan lanjut ke luar negeri. Beberapa kampus yang ada alumninya misalnya MIT, Virginia Tech, Cambridge, Imperial College, TU Delft, ISAE Supaero Perancis, TU Munich, RWTH Aachen, Cranfield University, Tokyo Tech, RMIT Melbourne, dll. Macem-macem pokoknya

Bagaimana cara daftarnya ?
Ada 2 jalur untuk masuk ke ITB : SNMPTN dan SBMPTN. Tidak ada ujian mandiri yaa. Aturan SNMPTN dan SBMPTN-nya sama seperti yang lainnya. Tapi perlu teman-teman tahu, milihnya bukan Teknik Penerbangan yaa, tapi Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Nanti teman-teman masuk ke fakultas dulu, ikut TPB, baru setelah setahun memilih jurusan yang diinginkan.
Eh sekarang ada juga kelas internasional di Teknik Penerbangan lho. Info lengkapnya di laman ITB, nanti ada linknya di bawah

Apa itu TPB ?
Tahap Persiapan Bersama (TPB) adalah masa kuliah satu tahun pertama di ITB. Jadi mahasiswa baru belum punya prodi. Mahasiswa masih bergabung satu fakultas. Contohnya, misal kamu diterima FTMD, selama setahun pertama kamu akan kuliah bersama seluruh mahasiswa FTMD (sekitar 300 orang). Baru setelah satu tahun kamu bisa pilih apakah mau masuk Teknik Penerbangan, Teknik Mesin, atau Teknik Material. Jadi masa kuliah 4 tahun itu terdiri dari 1 tahun TPB dan 3 tahun di prodi.

Info lain ?
Info tentang penerimaan mahasiswa ITB : http://usm.itb.ac.id/wp/
Info tentang FTMD ITB : http://www.ftmd.itb.ac.id/en/home-2/
Info tentang Teknik Penerbangan ITB : http://www.ftmd.itb.ac.id/en/aeronuatics-astronautics-study-program/
Please kindly visit
Kalau ada pertanyaan boleh tulis di comment, InsyaAllah dijawab :)



Salam,

Shark Fin pada mobil Formula 1

February 23, 2017 Posted by Chandra Nurohman No comments
Musim Balap Formula 1 2017 akan segera dimulai. Hari-hari ini tim-tim kontestan merilis mobil yang akan digunakan pada musim balap 2017. Sauber, Renault, dan Force India telah menggelar launching mobil terbaru. Tim-tim lain segera menyusul dalam beberapa hari ke depan. 

Force India VJM 10

Renault RS 17

Sauber C 36

Formula 1 2017 mengalami cukup banyak perubahan regulasi. FIA terus melakukan perubahan aturan sehingga balapan Formula 1 menjadi lebih kompetitif, aman, dan menarik. Perubahan regulasi memaksa tim-tim peserta membuat terobosan-terobosan baru pada mobilnya. Dengan begitu diharapkan F1 tidak didominasi oleh tim tertentu. Sebagai bisnis, tingkat attraction dalam balapan F1 harus dijaga agar tetap 'laku'. Saya pernah menulis tentang itu di sini.

Meninggalnya Ayrton Senna dalam balapan musim 1994 membangkitkan kesadaran bahwa selain faktor ekonomi urusan keamanan juga harus diperhatikan. Salah satu cara membuat mobil lebih aman adalah dengan mengurangi top speednya. Terobosan aerodinamika yang semakin mutakhir menghasilkan mobil yang lebih canggih dan cepat. Akhirnya ukuran mesin mobil lah yang harus dikurangi agar tidak terlalu cepat. Tahukah Anda berapa ukuran mesin mobil F1 musim 2017 ? Mesinnya 'hanya' 1600 cc. Itu lebih kecil daripada Innova dan hanya sedikit di atas Avanza.

Perbandingan mobil F1 2016 dan 2017, tampak mobil dan ban baru lebih lebar, sayap depan memiliki swept back angle, dan sayap belakakng lebih rendah tapi melebar.


Shark Fin

Jika dilihat dari mobil-mobil di atas, mungkin ada hal yang agak asing. Ada sesuatu seperti papan pipih memanjang ke belakang hingga hampir mencapai rear wing (sayap belakang). Komponen itu dinamakan shark fin atau fin tail. Teknologi ini pernah digunakan di musim 2010 dan kini digunakan lagi di musim 2017.

Shark fin ini menjadi menarik untuk dibicarakan karena bentuknya yang mungkin dianggap 'aneh', rasa penasaran tentang fungsinya, dan variasi bentuknya. Coba perhatikan, tim yang sudah meluncurkan mobil memiliki bentuk fin yang berbeda. Ada yang dipuji ada pula yang dicaci. Sempat beredar di internet gambar yang diduga mobil tim Mercedes untuk F1 2017. Netizen ribut karena tidak tampak adanya shark fin di sana.

Shark fin milik Mclaren

Lalu apa fungsi alat ini ? Walaupun tampak sederhana, alat ini memegang peranan penting secara aerodinamika. Bentuknya 'papan' memanjang dan terletak pada sumbu longitudinal mobil. Berkaitan erat dengan fungsi rear wing.

Mobil F1 masuk ke tikungan pada kecepatan tinggi. Pada kondisi ini bisa muncul side slip angle. Side slip angle adalah sudut antara orientasi mobil dan arah angin. Kondisi ini dijelaskan sebagai berikut (pada pesawat terbang) :

Side slip disturbance
Meski begitu, efek pada mobil F1 tidak separah pada pesawat terbang. Masalah terbesar yang muncul pada mobil F1 adalah udara yang melalui rear wing (sayap belakang) tidak datang dari depan tetapi agak menyamping. Hal ini tentu saja mengurangi efektivitas rear wing. Shark fin berperan mencegah udara mengalir ke samping ketika akan memasuki daerah rear wing sehingga tidak 'menyeberang' dari satu sisi engine cover ke sisi lainnya. Selain itu, aliran udara disejajarkan untuk mengurangi turbulensi di belakang airbox unit. Faktor lain, permukaan shark fin dapat berperan mencegah yawing (tail slide). Itulah mengapa shark fin akan menambah stabilitas bagian belakang mobil ketika berbelok dalam kecepatan tinggi. Lebih dari itu, permukaan shark fin tentu cocok untuk menaruh logo sponsor dan ini dilakukan beberapa tim.

Jadi itulah penjelasan mengenai shark fin pada mobil F1. Pada tahun 2010 shark fin pernah dikombinasikan dengan sebuah teknologi yang disebut F-Duct. Mungkin saya akan membahasnya lain kali.

Jadi tidak sabar menunggu musim 2017 dimulai. Siapa jagoanmu ?



Salam,
Chandra