Biaya Kuliah di ITB: UKT yang Tak Lagi Tunggal

May 26, 2024 Posted by Chandra Nurohman , , , No comments

Karena ramainya pembahasan dan komplain seputar biaya kuliah dan UKT PTN, saya coba untuk eksplor berapa angka pastinya supaya lebih obyektif kalau berpendapat. Saya coba cari informasi biaya kuliah di ITB karena itu yang saya paling kenal dan tahu dimana harus mencari infonya. Kesimpulan awal yang saya dapat adalah tidak seperti satu dekade lalu dimana UKT adalah satu-satunya biaya yang harus dibayar, sesuai namanya Uang Kuliah Tunggal, kini di ITB ada komponen atau kategori biaya lain seperti UKT IUP, Iuran Pengembangan Institusi (IPI) SM, dan IPI IUP. Sepertinya ini yang membuat biaya kuliah tampak semakin tinggi. 

Sebenarnya tidak semua mahasiswa membayar semua komponen biaya di atas. Saya coba buat matriks untuk menggambarkan siapa membayar apa. 


Saya mulai dengan UKT Reguler yang akan dibayarkan mayoritas mahasiswa. Berikut adalah besaran UKT Reguler berdasarkan fakultas/sekolah di ITB tahun 2024



Sayangnya saya belum menemukan detail per masing-masing golongan UKT untuk tahun ini. Saya hanya menemukan informasi tahun 2023 dimana untuk golongan 1 Rp0, golongan 2 Rp1.000.000, golongan 3 RP5.000.000, golongan 4 Rp8.750.000, dan golongan 5 Rp12.500.000. Saya pikir penggolongan tahun ini tidak akan banyak berbeda dengan tahun lalu, terutama untuk FMIPA dan kampus Cirebon yang batas atasnya sama. Hanya saja UKT golongan 1 secara aturan di tahun ini menjadi Rp500.000. Sebagai catatan, SBM akan punya UKT yang sama dengan mayoritas, berbeda dengan sebelumnya yang dua kali lipat dari lainnya. UKT Reguler ini dibayarkan per semester.

Kalau dilihat dari tabel di atas, selain FMIPA nilai UKT ITB merata untuk semua program studi. Sehingga variabel biaya kuliah tidak jadi pertimbangan ketika memilih fakultas dan jurusan. Mahasiswa bisa memilih fakultas berdasarkan minat dan bakat yang dimiliki, karena biayanya sama besar. Nilai untuk masing-masing golongan juga relatif terdistribusi dengan spacing yang merata dan tidak banyak berubah dari jaman saya dulu (dulu golongan 3 Rp4.000.000, golongan 4 Rp8.000.000, dan golongan 5 Ro10.000.000). Kemarin saya lihat di tempat lain ada yang golongan 3-nya di atas 10 juta, jauh sekali lompatannya dari golongan 2.

Itu tadi sisi baiknya, tapi di sisi yang lain proses dan kriteria penggolongan UKT ini masih sulit untuk kita ketahui. Apakah universitas bisa menilai secara akurat prosperity masing-masing keluarga mahasiswa? Jika tidak, maka sangat mungkin ada mahasiswa yang mendapat UKT lebih besar dari kesanggupannya. Lalu setelah itu seberapa mudah untuk melakukan advokasi guna meminta golongan UKT yang lebih rendah. Undang-undang hanya mengatur bahwa UKT golongan 1 dan 2 diterima oleh minimal 20% mahasiswa, sedangkan untuk golongan 3, 4, 5 agak susah dipegang.

Selanjutnya untuk kelas internasional (IUP) UKT yang ditetapkan adalah 30 juta per semester merata untuk seluruh mahasiswa IUP di seluruh program studi. Oh ya, semua info biaya yang saya kutip di sini adalah untuk program sarjana. Program magister dan doktoral punya biaya yang berbeda. Saya pikir biaya S2 S3 tidak terlalu urgen dibahas karena masih bisa diterima kalau magister dan doktoral dikatakan 'tersier' atau tidak semua orang harus ambil, tapi kalau tingkat sarjana mestinya negara mau berkontribusi lebih.

Selanjutnya ada Iuran Pengembangan Institusi (IPI), untuk mahasiswa reguler yang masuk melalui SNBP dan SNBT sesuai matriks di atas tidak perlu membayar, namun mahasiswa yang masuk lewat Seleksi Mandiri harus membayar dengan jumlah berikut

  • Semester 1: 25 juta 
  • Semester 2: 25 juta
  • Semester 3: 12.5 juta
  • Semester 4: 12.5 juta
  • Semester 5: 12.5 juta
  • Semester 6: 12.5 juta
  • Semester 7: 12.5 juta
  • Semester 8: 12.5 juta
*Ini simplifikasi, beberapa fakultas punya ketentuan IPI semester 1 dan 2 sebesar 27 juta lalu berikutnya 14 juta. Untuk mendapatkan info paling akurat silakan meluncur ke website Admission ITB langsung.

IPI ini dibayarkan tiap semester on top of UKT yang telah ditetapkan. Yes, ini mahal, 37.5 juta di dua semester pertama lalu 25 juta per semester hingga lulus bukan untuk semua kalangan. Sementara itu untuk mahasiswa IUP, IPI dibayarkan satu kali di depan saat daftar ulang sebesar 35 juta. Selanjutnya mahasiswa IUP membayar 30 juta UKT tiap semesternya, tidak ditambah dengan IPI.

Jadi kalau diresume, uang kuliah yang harus dibayarkan mahasiswa baru ITB adalah sebagai berikut:
  • Untuk mahasiswa reguler jalur SNBP dan SNBT, membayar UKT dengan range 500 ribu - 14.5 juta per semester, tidak ada uang pangkal, tidak ada IPI.
  • Untuk mahasiswa reguler jalur Seleksi Mandiri, membayar UKT dengan range 500 ribu - 14.5 juta per semester, plus membayar IPI tiap semester (25 juta di semester 1 dan 2, lalu 12.5 juta di semester-semester berikutnya). Tidak ada subsidi untuk mahasiswa jalur SM.
  • Untuk mahasiswa kelas internasional (IUP), membayar IPI saat daftar ulang sebesar 35 juta, lalu tiap semesternya membayar UKT sebesar 30 juta.
  • Mahasiswa reguler (SNBP, SNBT, dan SM) eligible untuk KIP-K, namun ITB akan melakukan verifikasi data sesuai aturan yang berlaku.

Kalau saya lihat skema baru ini tidak serta merta menghilangkan jatah kursi calon mahasiswa yang masuk berbekal kompetensi (SNBP dan SNBT). Hanya saja karena adanya komponen biaya lain di luar UKT maka average dan median biaya kuliah secara keseluruhan akan terkerek naik. Karena biaya kuliah ini adalah isu skala nasional maka naiknya average dan median ini efeknya besar. Tidak heran jika muncul protes dimana-mana. Apalagi secara terang-terangan pemerintah malah mengeluarkan banyak sekali uang untuk membangun ibukota baru. Padahal para mahasiswa ini adalah investasi, nantinya setelah lulus mereka akan mengembalikan pada negara dalam bentuk pajak. 

Lebih jauh saya melihat isu lain yang muncul dengan adanya skema baru ini. Dulu di jaman saya penerimaan mahasiswa hanya ada 2 jalur: SNMPTN dan SBMPTN. Sebenarnya dua jalur ini bisa dianggap satu, karena setelah masuk sama sekali tidak ada yang berbeda, perbedaan hanya teknis seleksinya saja. Kalau mau masuk ITB pipeline-nya hanya itu, tidak ada opsi lain.

Sementara sekarang ada opsi SM dan terutama kelas internasional yang masuknya lebih mudah tapi bayarnya lebih mahal. Dari POV orang tua calon mahasiswa, pasti ada keinginan untuk menyekolahkan anaknya secara proper, atau ingin memfasilitasi anaknya sebaik mungkin untuk masuk ke kampus idamannya. Ini tidak jadi masalah jika memang punya komitmen dan mampu untuk memenuhi segala kewajiban utamanya pembayaran. Sayangnya ada yang memanfaatkan ini dengan yang penting masuk dulu, bayarnya dipikir kemudian. Efeknya semua pihak jadi mendapat kesulitan dan serba salah. Bayar lebih untuk dapat jalur yang lebih mudah kadang works, masalahnya dalam konteks kuliah ini bukan sekali bayar, tapi setidaknya 8 kali dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. 

Jadi kesimpulannya keresahan soal biaya kuliah yang muncul di media sosial adalah valid. Walaupun ada beberapa cuitan yang mengunggah bukti transfer ratusan juta tanpa penjelasan apa yang dibayar. Uang pangkal? UKT kelas internasional? IPI yang dibayar sekaligus di depan? atau apa. Alangkah baiknya kalau mau mengkritisi secara obyektif mesti menjelaskan detailnya, misal dengan mengunggah informasi UKT beserta prodi/fakultas dan golongan yang didapat. Dari situ advokasi bisa dilakukan dengan benar dan efektif.

Utamanya yang perlu kita advokasi dan perbesar suaranya adalah golongan menengah mayoritas yang tidak punya kuasa untuk menentukan masuk UKT golongan berapa. Jangan sampai pendidikan tinggi jadi pay to win. Apalagi yang harus disiapkan bukan hanya biaya kuliah, ada biaya hidup dan tempat tinggal juga terutama bagi mahasiswa perantau. Sungguh kalau ada saya ingin lihat data persebaran kota/kabupaten asal mahasiswa ITB dari tahun ke tahun, I want to see something.


Thanks,

Chandra




Macam-Macam Employer

May 17, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
*di bidang IT, pada sektor banking/insurance/finance

Ini berdasarkan pengalaman saya selama bekerja di bidang IT pada sektor perbankan dan finance. Ada beberapa tipe perusahaan employer di bidang ini yang satu sama lain saling terkait. Talent-nya pun begitu, perpindahan dari satu employer ke employer yang lain banyak terjadi. Jadi bukan barang langka coworker yang kerja bareng di satu kantor beberapa tahun yang lalu ketemu lagi di company baru setelah berpisah melewati jalur karir yang berbeda.

Field of view saya tentu tidak mencakup semuanya, orang lain dengan jalur karir yang berbeda pasti punya insight yang lain lagi dan bisa saling melengkapi. Tapi menurut pengalaman saya ada 4 jenis employer, berikut listnya beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Perusahaan User
Ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang finance itu sendiri. Jadi perusahaan seperti Bank Mandiri, BSI, Asuransi Allianz, atau Adira Finance termasuk di dalamnya. Kelebihannya kalau sudah masuk ke perusahaan seperti ini adalah career continuity dan benetif yang relatif baik, apalagi jika company-nya adalah perusahaan dengan nama besar, bagian dari jaringan multinasional, perusahaan publik (Tbk), dan punya performa bisnis yang sehat. Kalau sudah jadi pegawai tetap, bekerja di sana sampai pensiun pun bisa dibilang sebuah pilihan yang masuk akal. Sektor jasa keuangan adalah sektor yang diawasi secara ketat oleh regulator, jadi biasanya perusahaan di bidang ini relatif taat pada UU, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan.

Kekurangannya adalah lowongan di perusahaan seperti ini biasanya tidak banyak. In quite rare occasion ketika perusahaan berpikir untuk melakukan external recruitment barulah lowongan akan muncul. Selain itu biasanya ada syarat pengalaman atau skill minimal yang harus dipenuhi. Tapi untuk freshgrad sering ada program semacam Graduate Development Program atau MT, tentu dengan segala ikatan dan TnC-nya. Setahu saya, jumlah full time employee (FTE/pegawai tetap) perusahaan jasa keuangan termasuk item yang perlu dilaporkan ke regulator (OJK), jadi tidak bisa tiba-tiba nambah banyak atau lay-off banyak. Kekurangan lain, yaitu soal preferensi pribadi boleh tidaknya bekerja untuk bank. 

2. Outsource / Talent Provider
Perusahaan jasa keuangan banyak memanfaatkan skema outsourcing untuk memenuhi kebutuhan personelnya. Biasanya ini untuk posisi teknikal, pelaksana, atau junior. Meski ada juga yang untuk posisi tinggi. Ada alasan perusahaan melakukan strategi itu, tapi saya nggak ingin bahas itu di sini. Yang ingin saya bilang adalah dari sudut pandang talent, perusahaan penyedia outsource adalah pilihan lain untuk berkarir. Kelebihannya adalah perusahaan outsource akan membantu talent mencari pekerjaan, bisa sampai dibantu proses pembuatan CV-nya. Talent tinggal menjalani interview saja. Jika diterima, talent akan ditempatkan di kantor user, reporting kepada user, namun status kontrak tetap dengan perusahaan outsource/penyalur. Perusahaan user akan membayar tagihan bulanan pada penyalur. Penyalur akan membayar gaji pekerja sesuai kesepakatan, sisanya tentu jadi 'fee manajemen'.

Kekurangannya tentu saja sistem kontrak yang kurang baik secara sustainability. Jadi biasanya talent yang sudah ada tanggungan keluarga kurang cocok dengan model ini, kecuali salary dan benefit yang ditawarkan sangat tinggi. Tapi untuk fresh grad yang belum ada pengalaman kerja, skema ini bisa membantu karena punya entry barrier yang relatif rendah. Kekurangan lain karyawan oursource kadang tidak mendapat fasilitas 'sosial' yang sama dengan FTE, misal annual gathering ke luar kota atau parcel lebaran khusus FTE saja. 


3. Kontraktor / Konsultan / Service Provider
Pekerjaan yang dilakukan baik oleh karyawan organik perusahaan (no 1) maupun pegawai outsource yang ditempatkan di perusahaan user (no 2) sama-sama bersifat in-house. Tapi dalam proyek atau aktivitas tertentu perusahaan akan butuh resource dan expertise dari luar, di sini lah hadir perusahaan kontraktor atau konsultan yang mengerjakan paket-paket pekerjaan dari user.

Kelebihan dari perusahaan jenis ini adalah pengalaman yang didapatkan sangat banyak karena sebagai engineer akan mendevelop barang yang berbeda untuk masing-masing klien. Portfolio akan cepat bertambah, dan ini bisa dikonversi menjadi nilai jual (read: power nego gaji) di masa yang akan datang. Barrier untuk masuk juga tidak terlalu tinggi, fresh grad pun bisa karena perusahaan biasanya akan memberikan training dan menyediakan referensi dari proyek-proyek serupa yang pernah dikerjakan sebelumnya. Kelebihan lain adalah bisa mengerjakan proyek dari berbagai bidang, bukan hanya banking/finance saja karena technology stack-nya mungkin sama.

Kekurangannya adalah tekanan pekerjaan yang biasanya agak tinggi karena tuntutan klien bisa macam-macam dan kadang tidak terukur. Kalau manajemen proyek kurang bagus, bisa jadi ada hari yang kosong tapi di lain hari lembur sampai tidak tidur. Bekerja sebagai konsultan juga bisa jadi sasaran lemparan kerjaan, pekerjaan yang tidak bisa atau tidak ingin dikerjaan oleh klien bisa dilempar ke kita.

4. Principal
Kontraktor seperti di nomor 3 biasanya juga merupakan vendor yang men-deliver product dari brand tertentu. Contohnya dulu saya pernah bekerja di IT Consultant yang merupakan vendor I** (sebuah brand computing Amrik, maaf ada NDA) di Indonesia. Jadi kami meng-implement produk mereka di klien-klien kami. Nah dalam hal ini, I** adalah perusahaan principal, atau gampangnya yang punya barang. 

Principal ini ada yang skalanya nasional maupun global. Jika bekerja pada perusahaan principal besar, tentu benefit yang didapat juga tinggi. Tapi di sisi lain harus punya skill dan pengetahuan yang benar-benar mumpuni soal produk yang dijual. Principal adalah tempat bertanya melalui support ticket jika ada kendala pada produknya yang diimplemen di sistem milik user. Klien sudah bayar license mahal, tentu mereka mengharapkan support yang prima.

***

Itu tadi 4 jenis employer yang saya pernah bersinggungan selama bekerja di industri ini. Saya tidak bisa bilang mana yang paling baik dan mana yang kurang karena preferensi pekerjaan sifatnya sangat personal. Apa yang baik buat saya belum tentu baik buat Anda, dan sebaliknya. Ada orang yang memilih pekerjaan karena passionnya, atau lokasi kerjanya, atau gajinya, atau lingkungannya. Pun sebenarnya salary, benefit, work life balance, prospek jangka panjang, dan kualitas manajemen tergantung pada perusahaannya. Untuk setiap kategori di atas ada perusahaan yang bagus dan ada pula yang tidak, meski begitu masing-masing kategori punya 'spektrum' yang sedikit berbeda satu sama lain. Sebagai contoh salary di principal pada umumnya punya range lebih tinggi daripada outsource. Ya karena yang kerja di principal sudah punya pengalaman dan skill yang cukup.

Ketika dulu terjun ke industri ini saya tidak tahu apa-apa soal dalamannya. Waktu itu saya sedang menjadi jobseeker jadi bermacam-macam jenis perusahaan saya daftari. Semoga tulisan ini sedikit memberikan gambaran terutama untuk teman-teman fresh grad dan yang mau switch karir ke dunia IT corporate. Sebagai disclaimer, meskipun saya bilang IT, tapi ini tidak sesempit posisi software engineer atau orang yang bisa coding ya. Di divisi IT ada juga peran sebagai project manager, UI UX designer, product owner, business analyst, audit, dll. 

Meski tulisan ini berdasarkan pengalaman pada bidang banking/finance, tapi saya pikir bidang corporate lain juga masih bisa relate. Technology stack yang dipakai di perusahaan banking/finance ada kesamaan dengan di bidang lain seperti telekomunikasi dan ecommerce. Jadi talent juga punya pilihan untuk pindah industri. 


Semoga ada manfaatnya
Thanks,
Chandra

Madesu

May 11, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
Mas-mas di Paksi Band menyuarakan sebuah keresahan melalui lagu berjudul Madesu. Lagu ini menyoroti fenomena kenalakan remaja yang marak terjadi di Jogja. Lebih spesifik, ini soal gejala klithih dan konvoi kendaraan bermotor yang sangat mengganggu dan membahayakan masyarakat umum. Jalur cepat ring road yang secara aturan diperuntukkan bagi roda empat, dilalui konvoi puluhan motor anak-anak muda yang membawa petasan hingga sajam. 



Mas Paksi Raras membuat testimoni lebih lengkap melalui video di kanal Mojok dalam rubrik Ngrasani. Pada intinya dia punya hipotesis mengapa fenomena ini banyak terjadi di waktu-waktu tertentu seperti libur sekolah dan bulan puasa. Ia juga menambahkan bahwa mayoritas pelajar yang melakukan itu adalah yang berasal, nyuwun sewu, dari sekolah non-favorit. Rata-rata dari mereka tidak mau atau tidak bisa melanjutkan ke jenjang kuliah karena satu dan lain hal. Akhirnya aksi di jalan adalah salah satu ekspresi pelampiasannya.

Apakah Jogja satu-satunya kota dengan anak muda yang tidak punya cukup akses ke perguruan tinggi? Tidak juga. Tapi di Jogja ada fakta lain yaitu banyaknya perguruan tinggi dan pendatang yang mengisi kursi-kursi di kampus-kampus tersebut. Bukan tidak mungkin di balik tindakan anak-anak muda ini ada jiwa yang meri. Para pendatanglah yang punya akses lebih ke kampus/jurusan favorit, kos ekslusif, dan kafe-kafe fancy untuk diskusi ndakik-ndakik atau buka bersama bareng circle-nya.

Mas Paksi mengajak, sek to, ayo dipikir lebih jauh kenapa anak-anak muda Jogja berbuat begitu. Kesenjangan kah, kurangnya wahana berekspresi kah, media sosial kah, atau apa. Pemerintah, akademisi, pegiat seni, tokoh masyarakat, dll punya peran dan tanggung jawabnya masing-masing disini. 

Mbok menawa bocah kui saktenane
Pengin neruske sekolahe
Dadi mahasiswa sing omongane dhuwur
Macak intelek kaya liyane

***

Saya diskusi dengan istri soal ini, mau tahu sudut pandang dia sebagai ex mahasiswa lokal Jogja. Dia bilang bahwa bahkan untuk anak kuliahan pun terasa gap antara mahasiswa lokal dan pendatang. Ada satu tempat nongkrong dan nugas di dekat asramanya yang dia 'tidak berani' masuk hingga lulus kuliah. Sebenarnya sesekali masuk bisa, tapi sudah jiper duluan dengan tampilannya, merasa nggak belong. Kalau yang kuliah saja merasa jadi warga negara kelas dua, bagaimana yang tidak punya pilihan untuk kuliah.



Tentu ini bukan salah pemilik tempat, mahasiswa pendatang, atau orang tua mereka. Mahasiswa datang karena memang banyak kampus di Jogja, beberapa diantaranya favorit. Pasar ini dimanfaatkan untuk membuka berbagai jenis usaha seperti F&B, fashion, sampai kos-kosan. Yes di Jogja ada kos-kosan yang sewa bulanannya dua kali UMR Jogja bahkan lebih. 

Jogja (dan DIY) itu daerah yang sensitif terhadap modernisasi dan pendatang. Kecintaan warga pada budaya asli dan stabilitas tinggi. Suara-suara penolakan terhadap pembangunan mall dan hotel selalu ada sejak dulu. Pemerintah pun sempat punya kebijakan moratorium pembukaan hotel. Bantul sampai sekarang tidak punya mall dan bioskop. Jangankan mall, bank BCA saja dulu nggak bisa masuk. Pernah dengar isu etnis tertentu sulit punya properti di Jogja? Dengar kontroversi soal Heha dan kabar Raffi Ahmad mau bangun beach club di Jogja?

Tapi arus mahasiswa tentu nggak bisa dibendung. Jadi saya sepakat dengan poin yang disampaikan Mas Paksi. Tanpa niat membenarkan apa yang dilakukan adik-adik ini, kita perlu sadar bahwa berada di posisi mereka juga tidak enak. Hukum dijalankan, tapi bolehlah taruh sedikit empati.

Saya bersyukur di kampung saya kuliah sudah lumayan jadi tren. Kebanyakan lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi, atau daftar polisi. Merantau ke luar kota untuk kuliah bukan lagi hal yang langka. Menurut saya salah satu yang punya andil adalah masyarakatnya. Kondisinya sudah jamak untuk keluarga-keluarga punya rencana bagi anaknya setelah lulus SMA. Hasilnya anak-anak ini jadi lebih punya pilihan.


Jarene pemuda kota pelajar
Duwe kampus neng saben kecamatan

Duwe bakat dadi seniman 
Ning ra isa melu kumpulan
Komunitas sanggar seni skena kolektif 
Sarate cah kuliahan


Nuwun,
Chandra


Menghargai Hak Cipta

May 08, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
Harga resmi Ms Office Home Student di website Microsoft adalah 1.9 juta. Maka kalau ada laptop baru di range harga 5-7 juta yang bilang sudah include office, coba tanyakan itu original atau crack-crack-an. Kemungkinannya itu nggak asli, apalagi kalau di toko biasanya sekalian ditawari gratis install aplikasi seperti Photoshop dan Corel. 

Saya dulu juga cuek soal ini, saya akui pernah beli software bajakan di depan kampus, satu CD 25 ribu, ah Bill Gates sudah kaya pikir saya. Tapi kan duit dan penghargaannya bukan cuma masuk kantong Bill Gates, ada pegawai biasa software engineer dan QA yang perlu menghidupi keluarganya. Adanya bajakan ini mungkin mempengaruhi bonus atau kenaikan gaji mereka. Untuk beberapa software house yang lebih kecil, bahkan bajakan ini adalah soal hidup matinya perusahaan. Setelah beberapa tahun di IT, saya sadar bahwa hak cipta dan apa yang digenerate darinya adalah something matter.


Jadi untuk sekedar pakai komputer bakal keluar banyak duit dong? Belum tentu. Beberapa software memberikan akses gratis untuk penggunaan edukasi dan non-profit. Kadang untuk usaha dalam skala kecil pun masih bisa gratis. Untuk office ada opsi menggunakan Open Office yang gratisan. Bahkan operating system kalau tidak mau bayar untuk windows bisa pakai Linux. Meskipun untuk OS sekarang sudah banyak laptop yang bundle dengan orian. Desain grafis kalau tidak teknis-teknis banget saya rasa bisa pakai Canva. Kalau butuh foto atau footage video ada platform stock yang menyediakan, ada yang gratis dan ada yang berbayar. Asal jangan maksa sampai pakai foto yang masih ada watermarknya.

Teman-teman gamers sudah bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan adanya platform seperti Steam kini banyak yang sudah dengan sadar bayar untuk mendapatkan game yang diinginkan. Saya juga untuk pertama kalinya beli game secara resmi tahun ini, Football Manager 2024. Selain peace of mind kalau ada apa-apa bisa contact supportnya, ada rasa sudah melakukan sesuatu yang benar: menghargai kreatornya. Plus bisa dapat full feature, update/patch terbaru, dan tidak takut kalau online akan ketahuan dan diblokir. Steam juga jauh lebih bersih dan aman daripada situs game bajakan dalam hal jebakan klik di webpage-nya.


Kalau di luaran masih ada yang tidak menghargai karya creator, minimal mulai dari kita sendiri. Taubat digital lah, meninggalkan kebiasaan cari bajakan. Kalau memang gratis ayok pakai, kalau bayar ya bayar atau cari alternatif lain yang free. Yang bisa shift definisi keren dari 'kalau bisa gratis kenapa harus bayar' menjadi 'bayar karena menghargai pembuatnya' ya komunitas, bukan pemerintah, yang bahkan menterinya saja membuat poster hari buruh dengan bantuan AI.


Saya tahu nggak mudah untuk langsung mengeluarkan dana jutaan untuk membenarkan software yang sebelumnya bajakan. Saya juga belum pernah beli office seharga 1.9 juta. Tapi bertahap lah, install Open Office dulu, besok kalau ganti laptop sekalian yang sudah ada office resminya. Kalau perangkat kerja mestinya license sudah diurus oleh kantor, atau untuk mahasiswa biasanya ada harga khusus jika install di IT Helpdesk kampus. Pelan-pelan dan berproses, jangan sampai menyulitkan diri sendiri juga, kita tidak hidup di dunia yang ideal.

Thanks,
Chandra

Paspor Jalur Cepat

April 23, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
Kemarin saya menjumpai satu kebijakan pemerintah yang menurut saya bukan saja baik tapi juga pintar. Tahun 2016 lalu saya menulis soal bagaimana saya melakukan perpanjangan/penggantian paspor via calo karena harus segera jadi. Tulisan itu lumayan banyak dibaca sampai ada beberapa orang yang menghubungi saya untuk minta kontak orang yang bisa 'membantu' membuat paspor dalam waktu cepat tersebut. Kemarin saya buat paspor lagi dan sudah tidak ada calo jalur cepat ini. Bukan karena kantor imigrasi ditongkrongi petugas KPK/inspektorat, tapi karena kantor imigrasi sudah meng-outmarket calo-calo ini.

Saya membayangkan solusi ala pemerintah untuk melawan calo adalah memasang slogan-slogan anti pungli atau paling banter melakukan sidak. Dua itu mungkin tetap ada, tapi kali ini imigrasi berpikir lebih taktis daripada sekedar itu. Untuk melawan jalur belakang, imigrasi sekalian saja memberikan opsi paspor percepatan secara resmi dengan biaya tambahan. Masyarakat yang ingin membuat paspor satu hari jadi (bisa ditunggu) bisa menambah bayar 1 juta rupiah di luar biaya paspor yang 350 ribu. Jadi dengan 1.350 orang bisa dapat paspor langsung jadi lewat jalur yang benar. Uang pembayaran dibayarkan ke rekening negara, clean and clear.

Ini tentu membuat calo tidak laku. Calo tidak punya competitive edge lagi. Apalagi tarif resmi imigrasi ini lebih murah daripada yang ditawarkan calo (1.6 juta pada tahun 2016 dulu). Jalur resmi juga lebih cepat karena paspor baru bisa jadi dalam 4-5 jam saja. Itulah kenapa saya bilang kebijakan ini baik dan pintar. Imigrasi melihat dari sudut pandang masyarakat yang kadang terdesak perlu paspor segera. Kalau memang secara teknis bisa, why not. Tanpa perlu menggunakan 'kekerasan' pada para calo, kebijakan ini secara cool menggulung bisnis mereka. 

Sebagai tambahan, paspor kini punya usia lebih panjang yaitu 10 tahun, booking jadwal pembuatan paspor dilakukan via aplikasi M-Paspor yang bekerja dengan baik, pembayaran online bisa dari berbagai channel, dan pembuatan bisa dilakukan di kantor imigrasi, MPP, atau ULP manapun tidak harus sesuai KTP. Credit where it's due, mengapresiasi apa-apa yang perlu dilanjutkan oleh pemerintah. Apalagi imigrasi ini adalah lembaga di bawah kementerian yang menterinya orang partai. Above expectation, good experience.

Terimakasih,
Chandra

Imperfection

April 12, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
Meminjam kalimat Cak Nun, teh itu terasa pahit karena kamu membayangkan yang manis, kalau tidak membayangkan yang manis teh pahit juga bisa enak. Begitupun lebaran menurut saya, tidak akan terasa menyenangkan kalau setiap tahun kita bandingkan dengan masa kanak-kanak dulu. Kita berhutang banyak pada orang tua yang selalu berusaha memagari kita dari paparan masalah sehingga bisa fokus bermain, belajar, dan tidur nyenyak. Kini setelah dewasa tanggung jawab melindungi diri ada pada individu masing-masing.



Saya pernah katakan di beberapa tulisan yang lalu bahwa bagi orang dewasa umumnya puasa bukan lagi ujian fisik. Maka anjuran untuk jangan sampai hanya dapat lapar dan haus berarti dorongan untuk mengusahakan adanya perbaikan diri atau minimal suatu realization. Saya tidak pada posisi yang pantas untuk menceramahkan penemuan saya pada orang lain, tapi jujur buat saya sangat banyak hal terjadi selama bulan puasa hingga lebaran kali ini. Sebisanya saya coba ambil hikmah yang terserak.


Buat saya ramadhan - lebaran kali ini pelajaran terbesarnya adalah menerima imperfection. Dulu saya pikir sebelum tidur kita harus menyelesaikan semua masalah di hari itu. Ternyata tidak selalu bisa, beberapa masalah bisa berumur minggu, bulan, bahkan tahun. Masalah belum tentu resiprokal, bisa jadi orang merasa punya masalah sama kita padahal kita tidak begitu padanya. Lalu benar + benar tidak selalu berakhir benar, penafsiran orang soal baik-buruk benar-salah bisa berbeda, penangkapan orang soal niat tidak selalu sama. Intinya harus belajar untuk tidur walau tidak selalu dengan hati yang lega.

Sekurus-kurusnya ikan tetap ada dagingnya, segemuk-gemuknya ikan tetap ada tulangnya. Tidak ada orang yang tidak punya masalah atau ganjalan. Tidak ada, blas. Seindah apapun feed instegramnya. Straight ten cuma ada di sekolah, di dunia nyata itu nggak mungkin (change my mind on this, if you might want). Badai pasti berlalu, tapi hari yang cerah juga pasti berlalu. Kalau sedang badai kita bersabar, kalau sedang cerah kita bersyukur dan waspada. 

Catatan setidaknya untuk diri saya sendiri:
1. Perspective over perception, coba untuk melihat dari sudut pandang orang lain.
2. Tidak semua orang ingin kita temui, dan tidak semua orang ingin ketemu kita, kalau belum bisa buat orang lain bahagia, minimal jangan jadi orang yang berbahaya
3. Tidak semua orang 'berlebaran', maka pekalah and be wise.
4. Fokus pada kebaikan yang bisa dilakukan, kalau nggak tahu lebih baik diam.

Terakhir, mohon maaf atas segala kesalahan saya baik yang disengaja maupun tidak. Mohon diingatkan jika saya ada janji atau hutang yang perlu saya bereskan. Semoga Allah mudahkan akses untuk saya minta maaf pada orang yang pernah saya rugikan dan membalas budi orang yang pernah saya mintai pertolongan. 

Taqabbalallahu minna waminkum. Semoga Allah terima amal ibadah kita pada bulan yang mulia ini. Selamat Idul Fitri 1445H. Selamat lebaran dan liburan, semoga jadi momen yang penuh syukur.

Salam,
Chandra

Masjid untuk Semua

April 09, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
Di Subuh terakhir Ramadhan tahun ini alhamdulillah kesampaian salat di Masjid Jogokariyan. Thanks to teman-teman yang membersamai walaupun berarti motoran berkilo-kilometer jam setengah 3 pagi.


Jogokariyan kini sudah dikenal lebih dari sekedar masjid. Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ) yang sudah berlangsung selama 20 tahun berturut-turut adalah fastival lintas keyakinan dan budaya. Pasar sore-nya mempertemukan ratusan pedagang dengan ribuan pembeli, perputaran uangnya diperkirakan dalam orde milyar. Beberapa bidang tanah di sekitar masjid dijadikan kantong parkir dan disana terparkir banyak kendaraan plat luar daerah. Toko, hotel, dan warung makan banyak buka di sekitar masjid. ATM bank, BTS telekomunikasi, dan klinik pun ada.

Namun sebagai masjid tentu pelayanan ibadah tetap jadi prioritas. Ruang salat dibuat sangat nyaman dan wangi. Sistem pendingin sentral, sound system, dan multimedia berkualitas terpasang di dalamnya. Tempat wudhu dan toilet terjaga bersih. Baitul maal mengelola zakat, infaq, dan sodaqoh dalam jumlah besar karena memang banyak jamaah yang mempercayakan. Buka puasa 3500 porsi piringan untuk mencegah menumpuknya sampah. Program i'tikaf 10 hari terakhir full menginap di masjid dengan diberikan fasilitas. Takmir menjalankan masjid dengan orientasi pelayanan pada jamaah, banyak sentuhan personal yang membuat jamaah betah.

Masjid Jogokariyan secara fisik tidaklah megah, banyak masjid yang lebih besar dan mewah. Tapi masjid ini dengan segala komponen penunjangnya dimanage dengan sangat advance untuk sebuah masjid. Sudah seperti mengurus perusahaan saja. Pengurus masjid sangat serius memberikan layanan terbaik bagi para jamaahnya, 24 jam x 30 hari selama bulan ramadhan. Melayani sebanyak mungkin jamaah sambil tetap menjaga kekhidmatan ibadah, kenyamanan, dan tanggung jawab sosial. Ribuan jamaah, ratusan relawan, masjid ini tak pernah sepi selama ramadhan. 

Masyarakat sekitar pun sangat suportif. Jalan Jogokariyan sering sulit dilewati saking banyaknya jamaah. Warga sekitar mungkin banyak yang pernah mengalami kesulitan ketika mau pulang ke rumah. Tapi justru masjid ini jadi kebanggaan bagi masyarakat Jogokariyan khususnya dan masyarakat Jogja pada umumnya. Masjid Jogokariyan adalah definisi masjid yang makmur. Meski begitu Ustadz Salim A Fillah dalam kuliah subuhnya tadi pagi mengatakan bahwa Masjid Jogokariyan tidak sempurna, tidak ingin jadi sempurna, apalagi terlihat sempurna. Glembuk Yoja banget.

Masjid yang nyaman untuk semua, beneran untuk semua.

Thanks,
Chandra






Cerita Cabut Gigi

March 31, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
Bukan saya yang cabut gigi, tapi istri, begini ceritanya..

Suatu hari di 2023 
Gigi paling belakang kanan atas sakit. Kami ke salah satu klinik gigi di daerah Ciledug dan gigi yang berlubang itu ditambal oleh dokter. Selama kurang lebih setahun tidak ada masalah dan tidak pernah kambuh. Sampai akhirnya di awal ramadhan kemarin kumat.

12 Maret 2024, Selasa
Sakit gigi kambuh saat awal puasa sekaligus libur cuti bersama nyepi dimana banyak klinik tutup dan dokter libur praktek. Akhirnya kami nemu dokter gigi si RS Mitra Keluarga Pamulang. Kebetulan rumah sakit ini juga berpartner dengan asuransi kantor yang akan kami pakai. Tidak ada antrian di poli gigi karena kalau tidak urgen rasanya orang tidak ingin periksa gigi saat puasa.

Menurut dokter, gigi yang bolong ini sudah seharusnya dicabut. Tapi karena kami prefer cabut gigi setelah lebaran jadi minta ditambal dulu sementara. 

14 Maret 2024, Kamis
Rasa ngilu di gigi sudah hilang. Kami jadi optimis bahwa bisa cabut gigi setelah lebaran. Di sisi lain kami juga prefer untuk cabut gigi di Bantul saja karena sudah ada dokter gigi langganan di sana. Plus BPJS istri kemarin ada problem jadi sepertinya perlu diurus dulu. 

17 Maret 2024, Minggu
Gigi kumat lagi. Kali ini malah lebih sakit sehingga tidak ada pilihan lain selain harus segera dicabut. Kami cek beberapa rumah sakit yang ada praktek dokter spesialis bedah mulut, mencocokkan dengan availability saya untuk mengantar, dan cari opsi tanggal terdekat, plus sedikit background check siapa dokternya.

Akhirnya kami putuskan untuk buat janji dengan drg Evy SpBM di RS Mitra Keluarga Kemayoran pada Selasa, 19 Maret. Kami juga buat janji dengan dokter lain di rumah sakit lain pada hari Rabunya in case dokter Evy cancel/reschedule. Untuk asuransinya otomatis tidak bisa pakai BPJS dan harus pakai asuransi kantor yang by rule coverage-nya 90%, jadi akan ada ekses. 

19 Maret 2024, Selasa
Kami ketemu dokter Evy di RS Mitra Keluarga Kemayoran. Proses pendaftaran cepat dan tidak ada antrian, ternyata hari itu kami adalah satu-satunya pasien. Istri ditanya keluhan dan diperiksa. Inginnya cabut gigi sesegera mungkin, tapi tidak bisa di hari ini karena baru konsul pertama, perlu rontgen dulu, dan perlu konfirmasi ke asuransi apakah biaya odontektomi dicover. 

Hari itu juga istri rontgen gigi. Dokternya baik sekali, mau menunggu sampai hasil rontgen keluar. Kesimpulannya selain gigi keropos yang sakit ini, ada satu lagi di kanan bawah yang perlu dicabut karena impaksi. Oke kebayang berapa kira-kira 10% ekses yang perlu dibayar, itupun jika dikonfirmasi oleh asuransi bahwa masuk benefit. Tindakan dijadwalkan Kamis, 21 Maret, subject to konfirmasi dari pihak asuransi yang menurut RS biasanya butuh waktu 1-2 hari.

20 Maret 2024, Rabu
Belum ada konfirmasi dari pihak asuransi jadi kami prepare untuk tindakan giginya mundur ke minggu depan.

21 Maret 2024, Kamis
Alhamdulillah pagi-pagi ada telepon dari admin rumah sakit bahwa asuransi mengcover odontektomi, tapi limitnya diambilkan dari rawat inap. Okelah saya pikir, mestinya skemanya sama, 90% dibayar asuransi, 10% dibayar sendiri. Siang harinya kami berangkat ke RS Mitra Keluarga Kemayoran lagi.

Jam 2 tepat kami tiba, namun dokter sedang ada pasien lain. Jam 2.40 kami masuk ruangan dan istri langsung naik kursi tindakan. Saya diijinkan masuk ruangan dan duduk di pojok. Sebenarnya nggak bisa lihat secara jelas juga karena terhalang berbagai peralatan dokter gigi. Saya juga sambil meeting online karena itu masih jam kerja.

Tindakan selesai jam 3.40. Kami agak berburu dengan waktu karena jam 5 saya ada agenda offline di daerah Kuningan. Saya ke bagian admin untuk mengurus pembayaran, namun info dari admin sedang diproses dengan asuransinya dan kemungkinan akan memakan waktu 2 jam. Tapi karena pasien butuh obat secepatnya, obat bisa diambil dulu di farmasi. Karena yang jam 5 ini agenda penting dan tidak bisa telat, setelah salat saya pergi duluan naik gojek sementara istri menunggu obat. Pikiran saya kemana-mana antara istri yang nunggu obat dalam kondisi tidak bisa buka mulut, asuransi yang saya khawatirkan tidak jadi mengcover (total biaya 13 juta++), dan meeting yang akan saya jalani. It's a loooong day.

Di tengah perjalanan istri WA bahwa sudah dapat obat dan sudah bisa tiduran di mobil. Satu kekhawatiran selesai. Saya mulai meeting jam 5 dan tidak buka HP sampai jam 6. Karena buru-buru terus dari tadi saya belum sempat beli makan untuk berbuka, untung di jalan saat naik gojek tadi ada bagi-bagi takjil jadi setidaknya saya punya sebotol teh manis. Jam 6 ketika buka hp lagi ternyata ada masalah berikutnya, istri ngabarin kalau alergi dengan obatnya sampai muka bentol-bentol dan gatal sekujur tubuh. Saya yang tadinya mau beli makanan dulu jadi harus segera pesen gojek balik ke RS. Can't catch a break.


Sampai di parkiran kondisi istri sudah membaik, tapi tentu tidak bisa dibiarkan alergi seperti ini. Mosok tiap minum obat harus bentol-bentol dan gatel-gatel. Setelah tanya pada teman yang seorang apoteker, disarankan balik ke farmasi untuk minta tukar antibiotik yang lain. Ada untungnya posisi kami masih di RS, tidak langsung pulang setelah dapat obat. Kami maghrib bareng lalu saya masuk ke dalam, istri nunggu di parkiran.

Sesampainya di farmasi saya diminta untuk ke poli ketemu perawat. Saya ceritakan masalahnya dan dokter by phone mengganti antibiotik dengan jenis yang lain. Saya diminta untuk mengurus ke administrasi, yang mana saya okekan karena saya juga belum bayar untuk tindakan tadi siang. Di luar dugaan saya, percakapan di administrasi begini:

Saya: Sore mas, untuk pasien a.n. Erlinda sudah ada konfirmasi belum ya dari Meditap?
Admin: Baik sebentar dicek dulu Pak.
Admin: Ini kami cek sudah dibayarkan oleh asuransinya kok Pak
Saya: He, semuanya? 100%?
Admin: Iya sudah Pak, jadi sudah selesai.
Saya: Oh baik, terimakasih banyak.

Saya baru tahu kalau pakai limit rawat inap bisa dicover sampai 100% selama limitnya ada. Beda dengan rawat jalan yang 90%. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, setelah sehari kebanting-banting akhirnya dikasih hiburan dengan tagihan yang nol. Hemat 1.5 juta bahkan mungkin lebih, karena satu gigi 6.8 juta belum termasuk obat dan admin. Akhirnya saya hanya bayar untuk antibiotik pengganti sebesar 74 ribu, saya pilih pembayaran pribadi karena ingin cepat selesai dan pulang.

Next thing is kami mampir Family Mart dalam perjalanan pulang karena dokter menyarankan untuk makan eskrim. Sekalian saya makan nasi bekal yang sejak siang dibawa dari rumah.

22 Maret 2024, Jumat
Saatnya minum obat lagi, dan ternyata meskipun antibiotik sudah diganti alergi yang sama muncul kembali. Saya yang belum lama sampai kantor langsung otw pulang lagi. Sampai rumah saya menemukan istri bukan hanya gatal-gatal namun juga sesak. Kami telpon saudara yang nakes dan menyarankan untuk dikasih obat alergi dan cortidex sambil oles minyak kayu putih di perut karena perut juga sakit. Ini lebih parah dari kemarin, akhirnya disimpulkan bahwa yang membuat alergi bukan antibiotik tapi obat anti nyerinya. Setelah masuk obat alergi dan cortidex gejala berangsur menurun, sejak saat itu tidak minum obat nyeri dari dokter lagi. Alhamdulillahnya bekas dicabut juga tidak terlalu sakit. Esok harinya tanggal 23 sudah bisa ikut buka bersama.

28 Maret 2024, Kamis
Seminggu setelah tindakan dijadwalkan ketemu dokter lagi untuk cabut jahitan. Prosesnya cepet banget ternyata, hanya lima menit. Sedikit kebas namun setelah itu tidak terasa apa-apa lagi.


Alhamdulillah sekarang sudah normal dan aktivitas puasa bisa berjalan seperti seharusnya. Dua gigi berpotensi masalah itu sudah selesai dicabut.


Thanks,
Chandra

Time Dilation

March 23, 2024 Posted by Chandra Nurohman No comments
Masih jadi perdebatan apakah time travel mungkin untuk dilakukan. Salah satu keyakinan yang saat ini banyak dipegang adalah time travel ke masa lampau tidak bisa, tapi ke masa depan mungkin bisa. Dasarnya adalah teori time dilation atau dilatasi waktu, dimana dikatakan orang yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi akan mengalami waktu lebih lambat daripada orang yang diam. 

t: waktu menurut orang diam di bumi
to: waktu menurut orang yg terbang kec tinggi
v: kecepatan si orang yang bergerak
c: kecepatan cahaya (dalam vacuum)

Misal ada dua anak umur 10 tahun, salah satunya diajak keliling luar angkasa dengan pesawat berkecepatan 0.8 kecepatan cahaya lalu balik lagi ke bumi. Coba kita hitung, komponen di bawah akar jadi akar(1-0.64c^2/c^2) = akar(0.36) = 0.6. Maka t = to / 0.6, atau to = 0.6t. Maka jika menurut orang bumi penerbangan itu memakan waktu 10 tahun, orang yang pergi hanya menua 6 tahun. Ketika anak yang di bumi umur 20 tahun, anak yang baru balik dari terbang itu baru berumur 16 tahun.

Jika definisi time travel ke masa depan adalah menjalani suatu masa pada usia yang lebih muda, maka skenario di atas masuk. Si anak ini bathi 4 tahun. Tapi apakah beneran mungkin? Masih sangat jauh kalau mau sampai seekstrem itu. Saat ini masih lebih ke thought experiment. Tapi kalau maju sepersekian detik, sudah terjadi pada orang-orang yang bekerja di ISS (International Space Station). Tapi...ambil hikmahnya aja..

===

Walaupun mungkin jarang, kita pasti pernah sesekali salat dengan khusyuk. Khusyuk yang benar-benar khusyuk. Tuma'ninah dan pelan bukan karena secara fisik dipelan-pelankan, tapi memang ingin berlama-lama bertaut sama Allah. Posisi hati sedang sangat terbuka, mungkin karena sedang ada beban, masalah, kedukaan, kecewa, atau justru harapan yang sangat. Momen ibadah yang benar-benar nikmat, tak peduli dimana, di sekitar ada apa, betapapun banyak suara di sana.

Kalau ada waktu dimana momen macam itu lebih mungkin terjadi, ya di Ramadhan begini. This month is just built different.

Kalau diijinkan dapat momen seperti ini, ibadah yang dirasa hanya sebentar ternyata sudah berlangsung lama. Terasa hanya 20 menit, tapi ternyata waktu sudah maju satu jam. Sama saja dengan ilustrasi 6 tahun vs 10 tahun tadi. Time dilation? Don't know, silakan persepsi masing-masing. Tapi fakta bahwa ini bisa dirasakan sendiri, meyakinkan bahwa banyak hal bukan magic, cuma kita yang belum mengerti.

Thanks,
Chandra


Rajin Ngaji, Jangan Lupa Belajar

March 16, 2024 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Saat belajar puasa dulu, ibadah ramadhan adalah ibadah yang sangat fisik. Sebagai anak-anak tantangan beratnya adalah bangun jam 3 pagi untuk sahur, memaksa melek untuk subuhan, lalu menahan lapar dan haus sampai maghrib dengan siang harinya tetap sekolah dan TPA, malamnya salat minimal belasan rakaat. Itu diulang selama 29 atau 30 hari. 

Sementara kini setelah dewasa orang secara fisik sudah lebih kuat. Lapar dan haus sudah bukan tantangan terberat, kecuali memang punya aktivitas yang sangat menguras tenaga. Masalah tidak makan di luar ramadhan pun orang berkreasi dengan intermittent fasting dengan alasan kesehatan. Bangun dini hari mestinya biasa kalau sering bangun nonton bola. Tarawih kalau sampai ngos-ngosan berarti orangnya yang kurang olahraga atau salatnya kecepetan.

Untuk orang dewasa ramadhan itu game-nya bukan di fisik tapi di prioritas. Mau pilih mana,  perbanyak ibadah sunnah atau kembali bekerja, buka puasa di masjid atau buka bersama di rumah saudara, usai tarawih tadarusan atau nge-gym, pulang kerja buka di luar atau dengan keluarga, baca buku umum atau nyimak video kajian, safari masjid atau main dengan anak, kajian sore atau menyiapkan makanan berbuka,  belajar atau mengejar target bacaan, dll. Keputusan akan lebih mudah diambil kalau pilihannya yang satu baik yang satu tidak, tapi dalam ramadhan sering harus memilih di antara dua yang baik. Ramadhan banyak baik-baiknya. Alhamdulillah.

Ramadhan jadi makin spesial karena terbatas, hanya 1 bulan saja. Karenanya semestinya ramadhan dijalani dengan prioritas yang berbeda. Teringat sebuah pesan:

̶R̶̶a̶̶j̶̶i̶̶n̶ ̶b̶̶e̶̶l̶̶a̶̶j̶̶a̶̶r̶, ̶j̶̶a̶̶n̶̶g̶̶a̶̶n̶ ̶l̶̶u̶̶p̶̶a̶ ̶n̶̶g̶̶a̶̶j̶̶i̶
Rajin ngaji, jangan lupa belajar

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, semoga Allah SWT menerima amal baik dan mengampuni kesalahan kita. Mohon maaf lahir dan batin, jika saya punya hutang atau janji mohon diingatkan.


Thanks,
Chandra