I'm Visiting All States in the US

February 18, 2022 Posted by Chandra Nurohman No comments


I haven't been to the US, but as far as I know country is huge geographically. I got most of US impressions through those Hollywood movies. Movies show various setting and landscape: casino in Las Vegas, cowboys in Texas, New Yorker's apartment, or wildlife of Florida. But that's it, only a handful scenery portrayed.

The problem with outsiders like me is that I often see or read US related references from memes and twitter without knowing the context, like this one below. Hmmm, what's that with Mississippi? Is it so 'third world' that people assume Mississippian can't get into Super Bowl?


It looks to me that the US has so many kinds of life. So here's me, out of my curiosity, visiting all states in the US from my desk. I will randomly put the street view pointer and post whatever I saw. Two pics from each state (will be so many bias here, don't take this seriously, I would think Jakarta is heaven if accidentally drop the pins on SCBD and Pondok Indah). States are sorted alphabetically, let's see what we got.

1. Alabama

In southern region of the US, mostly rural area, lots of greens on the map so I guess they got woods there.

 

 

2. Alaska

Not in the mainland and so north, I don't think its easy to live there, I just checked whole Alaska has similar population with Gunungkidul.


 

 

3. Arizona

NBA franchise Phoenix 'Suns' makes home there because it's incredibly hot.



 

4. Arkansas

At a glace looks like a nice place to live, neat and green. Unfortunately, I heard they have low internet penetration.

 

 

5. California

San Fransisco, you know? Los Angeles? All the modernity.



 

6. Colorado

Landscape wise, they are half desert half green.



 

7. Connecticut

Typical New England region: small area, rich people. Family movie vibes.



 

8. Delaware

Seen some YouTube videos about shady bureaucracy and tax haven in this state. My pins both landed in luxurious neighborhood. I don't know if it's related.



 

9. Florida

"Florida man fought 7-ft long alligator"



 

10. Georgia

They hosted Olympics in 1996, cities look decent.



 

11. Hawaii

Would you mind to live in the middle of Pacific Ocean?



 

12. Idaho

Adventurous state, so many mountains, and wildfires..



 

13. Illinois

State of Fox River Penitentiary for you Michael Scofield fans



 

14. Indiana

Does it have something to do with Indiana Jones?


 

15. Iowa

Ruler straight on north and south, more natural border on east and west where Missouri and Mississippi flow. 



 

16. Kansas

Like Colorado: half green half brown. Pict not sponsored by retail store company.



 

17. Kentucky

KFC, what else?



 

18. Lousiana

Its coastline and rivers remind me of North Jakarta, don't know about the flood



 

19. Maine

I reckon you can cross the border to Canada through Maine



 

20. Maryland

It looks like a colorful city..



 

21. Massachusetts

Massachusetts Institute of Technology! Boston Marathon! Place of anythings great!



 

22. Michigan

Surrounded by Lake Michigan, who do not like lake?



 

23. Minnesota

I need to browse to get clues about this state, conclusion: its cold



 

24. Mississippi

State that gives me idea to write this post, and now I found the answer to the tweet above: Mississippi sits on 50th for median household income unfortunately, sorry.



 

25. Missouri

Which one is named first, the state or the river?



 

26. Montana

Montana must have something to do with mountains



 

27. Nebraska

It looks . . flat



 

28. Nevada

Casinos and deserts



 

29. New Hampshire

I'm trying my best to get a description sentence for this state: it has relatively narrow coastline, but it directly faces Atlantic Ocean.



 

30. New Jersey

That guy from Half as Interesting channel always make fun of Newark International Airport in NJ, I don't know why.



 

31. New Mexico

I thought it was in Mexico



 

32. New York

New York that's it. That's the tweet.



 

33. North Carolina

Honestly my first thought: the state's name is so human.



 

34. North Dakota

I catch native American vibes here.



 

35. Ohio

From the street view it looks like average American cities, I don't know why so many roads are wide but empty.



 

36. Oklahoma

Another city in the middle of the US, mixed landscape. 



 

37. Oregon

West coast state facing the Pacific, the green parts looks comfy to visit



 

38. Pennsylvania

Hey Arnold vibes + workshops + roads in the woods.



 

39. Rhode Island

Actually most parts of it are still in the mainland.



 

40. South Carolina

Sibling of North Carolina



 

41. South Dakota

Earth is flat.



 

42. Tennessee

I don't know. Pass.



 

43. Texas

Is there real cowboy there?



 

44. Utah

In 2000s Nintendo games, Utah = snowy hills.



 

45. Vermont

I'm digging, but can't see any familiar city in Vermont..



 

46. Virginia

Seen from above, this is the weirdest-shaped state I think.



 

47. Washington

Seattle, home of Boeing and advance tech, dreams. BTW, Washington State is not equal to Washington DC. 



 

48. West Virginia

Those greens for Taman Nasional vibes



 

49. Wisconsin

Another state facing Lake Michigan with Milwaukee as its main city, beautiful scenery.



 

50. Wyoming

Last state alphabetically, perfect rectangular border!



Here you are pics of all states in the US plus my not-so-important thought about it. Sorry if it is not even funny. I mean, see that jungle, savanna, coast, some of them are so good to see, US is not only California, New York, and big cities.


Astro - Groceries in 15 Mins

February 10, 2022 Posted by Chandra Nurohman 2 comments


Saya mau mereview pengalaman belanja melalui Astro Indonesia, sebuah start-up quick-commerce yang memberikan layanan belanja cepat untuk beberapa kawasan di Jakarta dan sekitarnya. Mereka mengklaim bisa men-deliver pesanan groceries dalam 15 menit. Saya mau buktikan apakah iya bisa secepat itu serta bagaimana rasanya menggunakan aplikasi dan layanannya.

Informasi tentang Astro bisa didapat di website atau instagramnya ya. Disana kita bisa lihat daftar kawasan yang sudah tercover layanan Astro. Seiring berjalannya waktu Astro semakin memperluas wilayah operasinya. Jika lokasi kita belum ada dalam daftar, kita bisa mengajukan lokasi yang diinginkan via websitenya.

Aplikasi Astro dapat didownload di Google Play Store maupun Apple App Store. Pertama kali menggunakan aplikasinya ternyata registrasinya mudah, ketika digunakan pun responsif, intuitif, dan sama sekali tidak menemui masalah. Untuk detail fitur dan tampilannya bisa dicoba sendiri dengan download app-nya ya.


Menemukan daftar produk yang dijual di aplikasi Astro gampang dan ternyata variasinya sangat banyak. Astro menyediakan berbagai bahan masakan, sembako, sayur dan buah, daging, bumbu, berbagai snack dan minuman siap konsumsi, obat dan alkes, sabun, alat tulis dan aksesoris, perlengkapan rumah dan elektronik, sampai set produk prokes (masker, sanitizer, dll) dan produk valentine (tematik karena mau valentine mungkin).

Isi produk dari masing-masing kategorinya cukup mewakili kebutuhan konsumen pada umumnya saya rasa, walaupun tentu nggak selengkap toko swalayan konvensional. Ini tentu bisa diterima karena Astro adalah platform belanja instan, cepat, dan mudah, bukan sebuah toserba. 


Harga yang ditawarkan Astro sangat masuk akal, tanpa promo dan diskon pun harganya sebelas duabelas dengan harga swalayan. Kalau pakai promo bahkan harga sayur bisa setara dengan pasar tradisional. Promonya Astro nggak banyak syarat, apalagi untuk pengguna baru. Ada promo gratis ongkir dan diskon harga barang, jumlahnya juga lumayan. 

Ini adalah orderan pertama saya, bisa dilihat sendiri ya harga dan promonya. Pertanyaannya apakah kalau order lagi akan dapat promo yang sama? Setelah saya coba checkout yang kedua kalinya sih ongkir masih tetep gratis, harga barang juga masih diskon walaupun nggak sebanyak sebelumnya. Sayangnya saya tidak ketemu dimana bisa lihat list promo/voucher yang tersedia.

 

Belanja di Astro jadi makin mudah karena tersedia berbagai macam metode pembayaran: ewallet, card, dan VA dari berbagai bank. Saya rasa cukup mengakomodir preferensi semua orang. Harga yang dibayar juga sesuai angka yang ditampilkan (harga barang + ongkir - promo), tidak ada tambahan admin fee atau apapun lagi. Tentunya verifikasi pembayaran sudah otomatis, tidak perlu upload-upload bukti transfer.

Setelah pesanan terbayar, kita bisa lihat tracking order sudah sampai mana: diproses, dikemas, dikirim, sampai tujuan. Memang tidak ada tampilan peta seperti layanan pesan antar makanan ijo dan oren ya, tapi nggak perlu sih karena Astro menjanjikan barang akan sampai dalam 15 menit jadi ya standby aja kalo pesen, gak akan lama. Oh ya, Astro ini pakai kurir sendiri ya seperti delivery lainnya.

Ternyata benar saya tidak perlu nunggu lama hingga pesanan sampai. Pesanan saya tiba dalam 18 menit, ya memang bukan 15, tapi who cares? Itu juga 2 menitnya karena cari-carian sama kurirnya. Overall ini impresif, no complaint. Tetap termasuk cepat dan bisa diandalkan. Jaminan sampai dalam sekian menit ini lebih menyenangkan daripada mantau peta drivernya sudah sampai mana.




 

Pesanan saya datang lengkap dengan kemasan yang rapi, pesanan jamurnya pun segar dan dingin, good. Pengalaman belanja yang menyenangkan. Memang penilaian ini bisa jadi dipengaruhi promo pengguna baru yang sampai 40%. Tapi kalau sudah tidak promo pun saya tetap ingin pakai, kalau belanjanya banyak ongkirnya worth it kok. 

Berdasarkan pengalaman ini saya menyarankan teman-teman yang tinggal atau beraktivitas di lokasi yang dilayani Astro untuk mencoba. Kalaupun nggak ingin jangka panjang, coba untuk dapat promo awalnya pun saya rasa gapapa. Atau sewaktu-waktu jika hujan atau lagi sulit keluar, punya Astro ini bakal sangat membantu.

Kalau download Astro, waktu registrasi masukkan referral code saya ya: CHA9T3 hehe


Chandra

Ke IKEA

February 07, 2022 Posted by Chandra Nurohman No comments

 


IKEA adalah brand yang fenomenal menurut saya. Ketika IKEA membuka store pertamanya di Indonesia pada 2014 lalu, brand asal Swedia ini langsung menjadi standar lifestyle yang baru. Frase 'IKEA Alam Sutera' menjadi sangat catchy karena selama lima tahun mereka bertahan dengan satu cabang ini saja. Saat ini brand ini sudah punya 4 cabang lain: Sentul City (November 2019), Kota Baru Parahyangan (Maret 2021), Jakarta Garden City (September 2021), dan Bali (November 2021).

Setelah sekian lama akhirnya saya berkunjung ke IKEA untuk pertama kalinya. Selama ini saya belum tertarik karena merasa belum perlu beli furnitur disana, alasan yang setelah saya datang sendiri ternyata tidak valid karena IKEA bukan tentang furnitur saja, baca sampai habis untuk tahu maksudnya. Saya datang ke IKEA Alam Sutera tanpa eksplor lebih dulu apa yang ada disana atau tokonya seperti apa.

Ternyata tokonya lebih bagus daripada yang saya kira. Bukan hanya bagus secara fisik bangunan dan produknya ya, tapi juga konsep yang dipresentasikan. Saya menulis ini dengan harapan agar teman-teman yang baca kalau belum tahu jadi tahu, dan kalau sudah tahu jadi semakin ingin datang. Trust me, setidaknya sekali kalian harus kesana. Here we go

Datang ke IKEA seperti jalan-jalan ke museum. Rasanya customer IKEA lebih pas disebut pengunjung daripada pembeli. Begitu masuk toko pengunjung langsung disuguhi peta yang menunjukkan 28 segmen toko yang terbagi dalam 2 lantai. Setiap segmen diberi nomor 1- 28 dan untuk pengalaman yang komplit pengunjung disarankan untuk mendatangi semuanya mengikuti jalur yang disarankan. 


Maaf kawan tulisannya kecil-kecil, I'll explain on the article

Segmen 1 sampai 11 berada di lantai 1 (atas) yang disebut Showroom. Selanjutnya segmen 12 sampai 28 ada di lantai GF yang dinamai Market Hall (bawah). Tentu kalau sudah tahu lokasi barang yang dituju dan tidak ingin mengikuti jalur yang ada juga bisa, ada jalan pintas yang disiapkan. Penunjuk arah dimana-mana, ada panah penunjuk jalur di lantai, setiap segmen punya konsep yang berbeda. Keren sekali.


Pada Showroom lantai 1, setiap segmen mewakili dekorasi satu jenis ruangan seperti ruang keluarga, kamar tidur, ruang kerja, ruang makan, dapur, dll. Produk-produk IKEA ditampilkan dalam set ruangan sebagaimana produk itu akan diaplikasikan. Displaynya sangat nyata. IKEA pun tidak melarang pengunjung untuk duduk pada kursi yang didisplay atau membuka lemari yang ada disana.

Barang display ini tidak untuk diambil. Jika pengunjung ingin membeli, yang perlu dilakukan adalah mem-foto tag produk karena disana ada direktori dimana produk tersebut bisa ditemukan di bagian Market Hall. Ini semacam katalog store, tapi instead of katalog dalam bentuk kertas, ini katalognya tiga dimensi dan bisa disentuh.

IKEA sudah mengantisipasi jika pengunjung lelah berjalan menyusuri ruang-ruang display tersebut. Pada segmen 11 mereka memiliki restoran yang menjual berbagai jenis makanan yang dinamai Swedish Restaurant & Cafe. Menu andalannya adalah Bola Daging Swedia, kalau kesini wajib coba. Selain yang ini, di lantai GF juga ada counter snack yang mereka sebut Swedish Bistro. Serba Swedia.

Oh ya, kita boleh lho datang ke IKEA cuma untuk makan, bahkan mereka punya layanan Drive-thru. Restorannya proper dan fully restaurant gitu, bukan hanya pelengkap sebuah toko furnitur. Rasa enak, tempat bersih, layanan baik terpenuhi semua. IKEA sangat serius dengan bisnis makanannya.

IKEA date
 

Saatnya melanjutkan berbelanja ke lantai GF. Sebagai market hall, disini konsepnya lebih normal seperti toko furnitur pada umumnya. Tentu dengan penataan dan desain interior yang tetap ciamik. Dari segmen 12 sampai 20 pengkategorian dilakukan berdasarkan jenis barang: pecah belah, tekstil, peralatan kamar mandi, lampu, dekorasi, and so on. 

Segmen 21 adalah yang ikonik dan biasa jadi tempat pengunjung foto-foto dengan tema gudang. Segmen ini disebut Self-serve furniture area, pengunjung bisa mengambil furnitur dalam kemasan datar langsung dari rak-raknya (ingat barang yang diincar dari showroom tadi, ini salah satu tempat ambilnya). Selanjutnya segmen 22 adalah As-Is dimana barang-barang obral ditaruh, biasanya karena cacat atau ex-display. Segmen 23 adalah kasir, tentu IKEA menerima segala jenis pembayaran.

 

Sebelum keluar, segmen 24 adalah yang saya bilang Swedish Bistro tadi. Lalu segmen 25 sampai 28 adalah layanan pelengkap. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan ketersediaan toilet, mushola, ATM serta fasilitas lain ya, semua ada dan lokasinya ditunjukkan secara jelas di peta. Walaupun sejujurnya jumlah toiletnya agak minim untuk toko sebesar itu.

Jika berbelanja furnitur, trolley bisa dibawa sampai parkiran. IKEA juga sudah menyediakan loading dock di parkiran sehingga belanjaan bisa langsung dimasukkan ke bagasi mobil. Oh ya, parkir di IKEA gratis untuk mobil dan motor. Kalau datang tidak bawa mobil bagaimana, misal pakai taksi atau motor, apakah bisa beli furnitur? Bisa, karena IKEA menyediakan layanan pengiriman. Untuk IKEA Alam Sutera, mereka bisa kirim-kirim se-Jabodetabek.



IKEA juga sangat ramah anak. Mereka menyediakan taman bermain dan tempat penitipan anak yang disebut Smaland, anak-anak bisa bermain disana sementara orang tuanya berbelanja. Tapi tentu kalau anak ingin diajak keliling boleh juga. Di restorannya pun IKEA menyediakan menu kids meal.

Itu tadi catatan perjalanan saya di IKEA Alam Sutera. Menurut saya IKEA menjual 3 hal: furnitur, makanan, dan pengalaman. Store IKEA sangat well-thought dari konsep dasar hingga detail-detailnya. Komplit tapi simpel, ramah bagi semua orang. IKEA menyebut pegawainya dengan istilah co-worker, dan menganggap pengunjungnya sebagai teman.

Saya di IKEA dari jam 13.30 sampai 19.00 dan sama sekali tidak merasa bosan. 

Alhamdulillah..


Chandra


Amigos

February 03, 2022 Posted by Chandra Nurohman No comments

Sebuah sisi lain yang jarang diketahui dari bekerja di segitiga emas adalah kebiasaan makan siangnya. Dulu sebelum disini saya pikir orang-orang yang bekerja di kawasan ini lunch-nya di kalau tidak di kafe ya di mall. Nyatanya, sebagian besar pekerja tidak melakukan itu. Justru spot paling ramai di jam istirahat siang jauh dari kesan blink-blink yang banyak diduga orang.

Spot paling ramai itu ada di belakang deretan gedung-gedung Sudirman Thamrin Kuningan, kawasan kampung kota dimana banyak buka warung-warung dan pedagang kaki lima. Disanalah epicentrum pekerja yang menghabiskan waktu istirahat sambil makan siang.

Namanya juga kampung kota, tempatnya memang tidak rapi apalagi nyaman. Tidak heran sebutan prokem-nya tempat makan seperti ini adalah Amigos alias Agak Minggir Got Sedikit. Ada beberapa alasan warung-warung ini ramai didatangi.

 
Pertama tentu saja karena murah. Dengan uang 15-25 ribu saja kita sudah bisa kenyang, bandingkan dengan lunch di tempat fancy yang bisa sampai 100 ribu sekali duduk. Memang beda di sisi instagramable-nya sih, tapi kalau menyangkut rutinitas harian ya motif ekonomi lebih penting. Makan mahal sesekali, hari lain ya ke belakang gedung. Faktanya, beberapa makanan amigos ini genuinely enak, bukan cuma asal jualan.

Kedua, bisa ngudud. Saya bukan perokok, tapi biasanya kalau makan di belakang kantor nongkrongnya jadi lama karena beberapa teman sebat atau nge-vape dulu. Setelah beberapa jam di ruangan ber-AC, orang yang terbiasa merokok biasanya craving tempat terbuka seperti ini. Saya juga beberapa kali jumpa pegawai level bos (yang gak masalah dengan harga) memilih makan di amigos karena bisa ngrokok.


Ketiga karena dekat, tidak perlu pesen ojek online untuk menuju lokasi, dan tidak menghabiskan waktu di jalan. Beberapa kantor punya waktu istirahat yang ketat jadi masalah jarak ini jadi penting. Kalaupun tidak nyaman makan di tempat bisa dibungkus lalu makan di dalam gedung. Simpel, cepet, nyaris tanpa nunggu.

Keempat, variasi makanannya sangat banyak. Warung standar makan siang seperti masakan padang, warteg, dan warung nasi asgar jelas ada. Gerobak mie ayam, bakso malang, siomay batagor, ketoprak, gado-gado, soto mie bogor, sampai sate ada. Cemilan tahu bulat, cimol, kentang goreng, pukis, gorengan, dan berbagai jenis es ada. Ayam bebek goreng dengan macam-macam varian sambalnya juga tersedia. Selain itu biasanya tidak jauh dari sana berdiri Indomaret, Alfamart, dan Circle K kalau perlu sekalian beli sesuatu.



Pandemi membuat warung-warung belakang gedung berkurang pendapatannya karena berkurangnya jumlah orang yang berangkat kerja. Tapi saya cukup yakin komunitas ini akan tetap ada. Sejak awal bekerja disini saya tahu bahwa istirahat siang di belakang kantor adalah opsi paling make sense. Selain alasan-alasan di atas, warung amigos memberi ruang bagi pekerja untuk berkoneksi secara bebas dan non formal antara satu dengan yang lainnya. Obrolan di warung sambil ngopi lebih berbahaya daripada di dalam ruangan kantor.


Chandra

Yogyakarta International Airport

January 18, 2022 Posted by Chandra Nurohman , No comments

 

Boleh kan ya setuju dengan bandara YIA sambil tetap merasa prihatin pada penduduk setempat yang tidak rela kepemilikan lahannya dialihkan untuk pembangunannya?

Bandara adalah salah satu aspek yang dipelajari waktu kuliah teknik penerbangan dulu. Dari insight yang saya dapat, saya berpendapat bahwa Jogja tidak bisa terus mengandalkan bandara Adi Sutjipto (JOG) untuk jangka panjang. Pembangunan fasilitas secara sporadis seperti terminal baru tidak sustainable. At some point perlu ada bandara modern yang dibangun. 


JOG adalah bandara milik TNI AU, otoritasnya di bawah Danlanud. Oleh karenanya pada saat-saat tertentu pesawat komersial harus bergantian dengan jet militer untuk take-off dan landing. Bandara modern tentu tidak bisa seperti ini, terlalu banyak syarat dan ketentuan untuk bisa berkembang. 

Secara lokasi JOG memang strategis karena dekat dengan kota. Di sisi lain hal ini menjadi masalah karena menyulitkan pembangunan infrastruktur bandara, lahannya tidak ada. Banyaknya gedung tinggi kota di sekitar bandara juga bukan sesuatu ideal dalam dunia penerbangan. Ada faktor safety dan polusi cahaya disana. Inilah alasannya banyak bandara modern nyaris di seluruh dunia dibangun di pinggiran kota. 

Oleh karenanya, tidak bisa tidak Jogja harus membangun bandara baru dan memindahkan penerbangan komersil kesana. Bandara ini harus memberikan ruang untuk pengembangan jangka panjang ketika nanti semakin banyak rute penerbangan yang beroperasi. Lokasi yang dipilih di Kulonprogo menurut saya sudah keputusan yang paling tepat. Yang jadi masalah adalah waktunya, apakah harus sekarang?

 

Harus diakui pembangunan YIA ini tampak agak buru-buru sehingga pembebasan lahan terkesan agak dipaksakan. Sialnya ketika bandara jadi malah ada pandemi yang membuat penerbangan jadi sepi. Kalau tahu begini mending jangan dibangun dulu, JOG masih bisa digunakan sampai beberapa tahun ke depan.

Banyak diberitakan operasi YIA ini merugi, hal ini tidak terhindarkan. Hampir seluruh bandara di dunia rugi ketika pandemi. Simply karena jumlah penumpang dan penerbangan berkurang. Tak pelak ini jadi bahan argumen pihak yang kontra dengan YIA.

Argumen lain yang dilontarkan adalah masalah jarak yang memang jauh dari kota Jogja. Ada dua hal dalam pikiran saya untuk merespon ini. Pertama berhubungan dengan pembangunan YIA yang terburu-buru. Ketika bandara sudah jadi dan beroperasi, akses ke pusat kota belum ready. Shuttle dan kereta yang kemudian diluncurkan kurang sesuai dengan kebutuhan sebagian orang. Infrastruktur paling disukai belum jadi: jalan tol.

Kedua, permasalahan jarak ini subyektif. Bagi orang Kulonprogo, Purworejo, dan sebagian besar Bantul tentu YIA lebih dekat. Tapi bagi penduduk Kota Jogja, sebagian besar Sleman, dan Klaten tentu ingin tetap terbang dari JOG. Alasan ini sangat masuk akal, namun rasanya sulit mencari lokasi yang strategis untuk sebuah bandara besar baru selain di Kulonprogo.

Ada dua harapan saya, yang pertama adalah masalah pembebasan lahan kemarin segera beres seberes-beresnya sehingga tidak menjadi duri dalam daging. Saya lihat ada beberapa pemukiman baru di sekitar bandara yang katanya ditempati oleh warga yang direlokasi. Semoga semua mendapat ganti untung sesuai haknya.

Harapan yang kedua, semoga ekosistem penerbangan segera normal dan kerusakan yang timbul selama pandemi dapat dipulihkan oleh pelaku industri bersama pihak terkait.

Craziest F1 Season Ever!

December 13, 2021 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Formula 1 musim 2021 adalah musim paling gila sepanjang saya mengikuti seri balapan ini. Dua belas jam setelah berakhirnya balapan terakhir musim ini, masih jadi perdebatan apakah kemenangan dramatis Verstappen sepenuhnya sah. As it stands, Verstappen sudah dinyatakan sebagai juara dunia, namun Mercedes masih akan mengajukan gugatan setelah dua protesnya kemarin ditolak FIA.

Mundur sedikit tentang apa itu Formula 1 dan how it works. Formula 1 adalah kasta tertinggi balap mobil dunia. Secara teknologi mobil, mobil F1 adalah mobil balap paling canggih dan rumit, literal rocket science karena derajat engineeringnya bisa disejajarkan dengan teknologi space. Di sisi pembalap, untuk bisa sampai ke F1,pembalap harus berlaga di level-level di bawahnya lebih dulu. Best cars, best drivers.

Formula 1 2021 diikuti oleh 10 tim, masing-masing tim punya dua pembalap. Sejak tahun 2014, F1 didominasi tim Mercedes dan pembalap andalannya, Lewis Hamilton. Dari musim 2014 hingga 2020 nyaris tidak ada gangguan berarti dari tim lain terhadap dominasi ini. Tim Red Bull Honda dengan pembalapnya Max Verstappen hanya sesekali mampu merangsek memenangi balapan. Tapi di akhir musim tetap Mercedes yang juara. Sejujurnya saya sebagai penonton mulai agak bosan Mercedes terlalu sering menang.

Verstappen (merah hitam) dan Hamilton (biru hitam) dalam balapan
 

Barulah pada musim 2021 ini Verstappen dengan mesin Honda yang sudah diupgrade berhasil memberikan perlawanan sengit untuk Hamilton. Sesengit itu hingga ketika musim 2021 menyisakan satu balapan lagi, Hamilton dan Verstappen punya total poin yang exactly sama! Hal yang baru dua kali terjadi sepanjang sejarah F1 yang sudah digelar sejak 1950an (kejadian satu lagi di tahun 1974).

Berikut adalah sistem poin yang saat ini berlaku di Formula 1, pembalap yang finish di posisi 10 besar akan mendapat poin sesuai tabel. Poin ini akan diakumulasikan sepanjang tahun. Pada tahun 2021 ini ada 22 balapan, pembalap dengan akumulasi poin terbanyak setelah 22 balapan menjadi juara dunia.

Dengan persebaran poin yang sangat disperse, jumlah balapan cukup banyak, dan jumlah pembalap yang ada (20), sungguh hampir mustahil dua pembalap punya poin yang sama persis setelah 21 dari 22 balapan terlaksana. Tapi itulah yang terjadi antara Hamilton dan Verstappen. Against all odds, menuju balapan terakhir di Abu Dhabi, keduanya punya poin 365,5!

Note: poin setengah (0.5) ada karena sempat ada balapan yang terhenti di tengah disebabkan cuaca buruk.

Hamilton adalah juara bertahan yang sudah bertahun-tahun menduduki tahta. Verstappen adalah pembalap muda (24 tahun) yang tampil sebagai penantang. Nerve menuju balapan terakhir ini benar-benar tinggi di kalangan pecinta F1. Kualitas mobil dan pembalap tidak perlu diragukan lagi, tinggal mental, strategi, dan keberuntungan yang berbicara.

Dengan poin yang sama seperti ini, siapapun yang bisa finish lebih depan satu peringkat saja (10 besar) di GP Abu Dhabi akan memastikan diri sebagai juara dunia. Winner takes all. As context, saking dominannya Hamilton di musim-musim sebelumnya, balapan terakhir seperti ini biasanya jadi formalitas saja karena poin Hamilton sudah tidak mungkin terkejar lagi apapun hasil balapannya. This season finale will be legendary.

Let's go to the track. Abu Dhabi Grand Prix 2021 dimulai Minggu 12/12 pukul 20.00 WIB. Hasil kualifikasi hari Sabtu menentukan Verstappen start dari paling depan, Hamilton tepat di belakangnya di posisi dua. Namun ketika start Hamilton lebih cekatan dan berhasil merebut posisi ke depan. Verstappen strugling, kocar-kacir mengejar dan tampak kesulitan. 

Hamilton semakin jauh meninggalkan Verstappen. Pitstop berjalan lancar untuk keduanya. Satu-satunya drama yang terjadi di depan hanya ketika Sergio Peres (Verstappen's teammate) berhasil menahan laju Hamilton untuk beberapa saat, namun tidak cukup bagi Verstappen untuk mengejar. Semua berjalan begitu saja, Verstappen butuh keajaiban untuk bisa menyusul Hamilton. Hingga pada putaran 53 (total ada 58 putaran) keajaiban terjadi, Latifi crash menabrak dinding pembatas. Safety Car!

Highlight Abu Dhabi GP:

 
 
Hamilton is only 5 simple laps away from the title, suddenly this happens. Safety Car adalah perangkat dalam balapan Formula 1 yang diturunkan ketika ada insiden yang memerlukan evakuasi atau pembersihan lintasan. Safety Car 'mengawal' pembalap untuk menurunkan kecepatan dan tidak saling mendahului. Safety Car ini membalik jalannya balapan 180 derajat. Dibumbui keputusan kontroversial dari race steward ('wasit' dalam balapan), Verstappen berhasil menempel ketat Hamilton menjelang putaran terakhir.
 
Ketika lintasan sudah selesai dibersihkan dan balapan dilanjutkan untuk satu putaran terakhir, Verstappen siap untuk pertunjukkan yang harus dilakukan sekarang atau tidak sama sekali. Di putaran terakhir dari balapan terakhir tahun ini, Verstappen berhasil menyalip Hamilton! Hamilton dethroned! Max Verstappen Juara Dunia!! F1 world explode!

Membalap di F1 sejak umur 17, akhirnya Max Verstappen berhasil menjadi orang Belanda perjama yang menjuarai Formula 1. Luar biasa gemuruhnya internet menanggapi kemenangan Verstappen ini. Tribun oranye di Yas Marina Circuit Abu Dhabi bersuka cita.
 


Di sisi lain, garasi tim Mercedes tampak geram. Toto Wolf (Mercedes Team Principal) jelas menunjukkan ekspresi kemarahan. Mercedes merasa dirugikan dengan keputusan-keputusan race director dan race steward ketika insiden Latifi dan safety car terjadi. Mercedes melayangkan protes secara resmi. Drama yang luar biasa, bukan hanya engineering dan driving skill namun juga psikis bahkan hukum. Bukan tidak mungkin kejadian di balapan ini benar-benar sampai di meja persidangan.

Unbeliavable, arguably one of the most epic battle in sports I've ever witnessed. Feel blessed to live in this era. Two teams and two drivers are on war to be the smartest guys in the room. Pinnacle of sports. Congratulations Max Verstappen and Red Bull Honda! 




Survivorship Bias

December 10, 2021 Posted by Chandra Nurohman No comments

 

Titik-titik merah pada gambar tersebut mengilustrasikan bekas tembakan pada pesawat-pesawat yang kembali ke pangkalan setelah menjalankan misi dalam perang. Terlihat titik merah terpusat di ujung sayap, pangkal sayap, dan ekor pesawat. Bagian lainnya relatif bebas tembakan. Kasus seperti ini dihadapi oleh militer Amerika pada Perang Dunia II. Berdasarkan data yang mereka himpun, kesimpulan yang diambil adalah harus dilakukan penguatan pada bagian yang banyak titik merah karena dianggap sebagai titik rawan tembakan.

Hadirlah Abraham Wald dari Columbia University dengan pendapat yang berbeda. Wald mengatakan bagian yang harus diperkuat adalah bagian yang tidak ada titik merah. Wald berpikir data titik-titik merah tersebut diambil hanya dari pesawat yang berhasil kembali ke pangkalan. Sedangkan di luar sana ada pesawat yang hilang dan jatuh kemungkinan karena tertembak di bagian yang lainnya. Dengan kata lain, tertembak pada bagian yang tidak ada titik merahnya, dan itu lebih mematikan sampai tidak bisa kembali ke pangkalan. Militer melihat pesawat yang survive saja, Wald melihat yang survive dan yang tidak.

Menyambungkan dengan isu yang hangat baru-baru ini tentang kekerasan seksual. Ada data yang menunjukkan bahwa kekerasan seksual paling banyak dilakukan oleh pacar atau mantan pacar, jauh lebih tinggi daripada suami dan anggota keluarga lain. Militer Amerika akan menyimpulkan bahwa hubungan pacaran jauh jauh jauh lebih berbahaya daripada keluarga. Benarkah?

Secara data memang tampak begitu, sama halnya titik merah bekas tembakan tadi. Tapi jangan lupa bahwa grafik diatas berisi data yang dilaporkan saja. Ada kasus yang tidak dilaporkan seperti ada pesawat yang tidak kembali ke pangkalan. Melaporkan pacar jauh lebih mudah daripada melaporkan suami, ayah, atau saudara.

Survivorship bias menyebabkan data yang benar ditafsirkan secara salah. Tidak ada manipulasi data di sini, hanya memang datanya tidak tersedia: pesawat tidak survive sehingga tidak tahu tertembak dimana, kasus tidak dilaporkan sehingga tidak terekam dalam grafik. Untuk mendapat kesimpulan yang tepat perlu kejelian dalam mengeliminasi bias ini dengan melihat konteks dan kemungkinan yang lebih luas.

 

Apa Itu Message Broker

November 26, 2021 Posted by Chandra Nurohman No comments

Sebelumnya saya telah menulis tentang arsitektur monolitik dan microservices pada sebuah aplikasi atau sistem. Seperti yang saya tunjukkan sebelumnya bahwa pada arsitektur microservices, sistem dijalankan oleh banyak service terpisah. Service-service ini saling bertukar data atau message sehingga proses dalam sistem tersebut dapat dijalankan.

Pertukaran data ini dapat dilakukan secara langsung antar service. Kita ambil contoh sederhana sistem informasi di sebuah rumah makan dimana ada tiga 'komputer' masing-masing satu untuk order, kitchen, dan kasir. Data pesanan masuk dari pelanggan akan dikirimkan dari service Order ke service Kitchen untuk dasar penyajian makanan dan service Kasir untuk tagihan pembayaran.

Ketika rumah makan tersebut semakin maju, pengunjung semakin banyak, menu semakin variatif, dan pelayanan harus semakin baik, ditambahlah beberapa service untuk menunjang pekerjaan. Order sekarang dipisah jadi order reguler, ojol, dan drive-thru. Sementara di internal ditambah service Kitchen Food, Kitchen Beverages, dan Admin.

  

Nah sekarang flow transaksinya menjadi jauh lebih rumit. Service yang terlibat bertambah, secara otomatis koneksi antar service pun semakin banyak. Ditambah lagi sekarang dari Kitchen F & B ada kebutuhan untuk mengirim data ke Order untuk memberi tahu jika ada bahan/menu yang habis. Sehingga sekarang selain koneksi bertambah, arah pengiriman data juga bisa bolak balik.

Flow yang rumit seperti ini biasa disebut spaghetti flow. Banyak kelemahan dari flow yang sudah terlalu semrawut ini. Pertama sulit untuk dimaintain atau diperbaiki jika ada masalah, rawan error atau data hilang di tengah jalan, dan sulit dilakukan pengembangan. Bayangkan jika rumah makan semakin besar dan ingin menambah Kitchen Food yang kedua, maka semua service Order akan terkena imbasnya (harus ikut diupdate padahal tidak ada kesalahan).

Induk dari kebanyakan masalah ini adalah keterikatan antar service. Message Broker hadir untuk menyelesaikan masalah ini. Message broker merapikan proses pertukaran data sehingga lebih mudah dimaintain, dimonitor, dan dikembangkan. Message broker melakukan de-coupling, memisahkan masing-masing service sehingga perubahan/pengembangan di salah satu service tidak berdampak signifikan pada service lain. Berikut jadinya ketika Message Broker digunakan

Sekarang service Order tidak perlu mengirim datanya langsung ke Kitchen, Admin, dan Kasir. Instead, Order cukup meletakkannya di Message Broker. Di sisi penerima, Kitchen, Admin, dan Kasir tinggal ambil data yang sudah ditaruh di Message Broker. Tidak ada hubungan langsung antara pengirim dan penerima. Message Broker bagaikan loker tempat menaruh dan mengambil sesuatu. Perhatikan pula bahwa semua panahnya bolak-balik, artinya satu service bisa berperan sebagai pengirim dan penerima sekaligus.

Untuk lebih memperjelas lagi, message broker ini bisa dianalogikan sebagai jasa kurir pengiriman. Bayangkan kita mau kirim undangan ke 100 orang. Tanpa ada jasa kurir, kita perlu mendatangi 100 orang itu satu per satu. Dengan adanya kurir kita cukup datang ke satu tempat saja, begitu undangan kita serahkan ke kurir, ya sudah.

Di sisi penerima bayangkan kita membeli 25 barang di marketplace dari seller yang berbeda-beda. Lebih enak mana kita menunggu dan membukakan pintu untuk satu-satu seller datang membawakan barang yang kita beli di waktu yang berbeda-beda, atau kita menunggu satu kurir saja teriak pakeeet sambil bawa tumpukan segunung barang yang kita beli?  

Konsep message broker seperti ini lah yang digunakan oleh Apache Kafka. Kafka adalah salah satu product message broker yang sekarang ini banyak digunakan di berbagai bidang. Dalam Kafka, pengirim disebut Producer, penerima disebut Consumer, dan data disimpan dalam kotak-kotak yang disebut Topic. Saya akan menjelaskan seputar Apache Kafka ini pada bagian berikutnya.

Sekian.




Cara Mencairkan Dana dari PayPal ke BCA

November 24, 2021 Posted by Chandra Nurohman No comments

PayPal adalah dompet digital dan metode pembayaran digunakan secara internasional. Dikarenakan demografi penggunanya yang tersebar di seluruh dunia, PayPal biasa digunakan untuk transaksi lintas negara seperti jual beli di marketplace luar negeri atau pembayaran fee freelance. PayPal bisa digunakan di Indonesia, bisa diakses secara legal, dan dapat dihubungkan dengan rekening bank lokal. 

PayPal dapat digunakan untuk mengirim dan menerima dana. Kita bisa topup dan withdraw dari rekening bank lokal. Pada artikel kali ini saya akan menuliskan cara mencairkan dana dari PayPal (USD) ke rekening tabungan BCA (IDR).

Bismillahirrahmanirrahim..

1. Sebelum menggunakan PayPal, pengguna perlu membuat akun. Pembuatan akun dapat dilakukan melalui website PayPal. Secara umum pembuatannya mudah dan straight-forward, detail yang diminta untuk dimasukkan pun tidak sulit.

2. Setelah akun aktif dan melakukan transaksi dimana pengguna mendapat transfer dana/punya saldo, pengguna dapat masuk ke kolom Wallet. Disini dapat dilihat jumlah saldo dan akun bank yang terhubung.


3. Jika baru pertama menggunakan dan belum ada bank atau card terhubung, klik Link a bank atau Link a card. Selanjutnya masukkan detail rekening atau kartu kredit. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah kalau mau punya PayPal harus punya credit card, dari sini terjawab bahwa tidak harus, kita bisa pakai rekening debit biasa. Pada gambar di atas bisa dilihat saya telah menghungkan rekening BCA dan BNI.

4. Setelah rekening bank atau kartu sudah set, berikutnya kita bisa melakukan withdrawal atau penarikan dana. Kembali ke Wallet, pada bagian PayPal balance klik Transfer funds

 5. Selanjutnya pilih bank/card tujuan transfer. Ada catatan bahwa untuk bank dana akan masuk ke rekening dalam 2-4 hari kerja, we'll see on that later. Abaikan 'Checking' (giro) di depan nomor rekening ya, dananya akan masuk ke rekening tabungan kok. Klik Next

6. Masukkan nominal yang akan ditarik (dalam dollar). Disini saya withdraw semua saldo, USD305. Klik Next

7. Masuk ke halaman Review Transfer. Periksa kembali jumlah transfer, rekening tujuan, serta yang penting disini adalah kurs konversi ke rupiah. PayPal memang tidak mengambil Fee, PayPal ambil untung dari selisih kurs jual dan beli. Dapat dilihat total dana yang akan masuk ke rekening. Klik Transfer <nominal> IDR Now


8. Finish Transfer, notifikasi bahwa transfer telah diproses, namun kita harus menunggu review dari pihak bank sampai dana masuk ke rekening. Klik Done


9. Kita bisa lihat Status Transfer. Enaknya PayPal adalah kita bisa selalu men-track transaksi sehingga tidak terkesan dana hilang karena sudah terdebet dari PayPal tapi belum masuk rekening. Secara eksplisit PayPal memberikan estimasi bahwa dana akan masuk 25 November pukul 14:59 maksimal.

10. Cek mutasi rekening BCA untuk melihat apakah dana sudah masuk. Meskipun diestimasi akan masuk dalam 2-4 hari, withdrawal ini sudah masuk ke rekening setelah 1 hari kerja saja, Hal ini tergantung pada banyak faktor. Withdraw pada weekend atau hari libur akan memakan waktu lebih lama. Hal yang perlu diingat adalah PayPal menggunakan kalender US sehingga mungkin saja memiliki public holiday yang berbeda dengan Indonesia.


Sekian rangkuman step by step cara mencairkan dana dari PayPal ke rekening BCA. Semoga membantu teman-teman yang perlu melakukan transaksi serupa. Transaksi saya melalui PayPal memang belum banyak, masih bisa dihitung jari. Tapi sejauh ini dana selalu masuk sebelum waktu estimasi dan tidak ada drama-drama, alhamdulillah. PayPal juga punya aplikasi yang memudahkan kita untuk transaksi, cek saldo, atau cek status penarikan dana.

Sekian,

Chandra





 




Setahun Menikah

November 17, 2021 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Menikah setahun berasa mendewasa tiga tahun, itulah yang saya rasakan. Kalau kita main game, sering kali ada item, karakter, atau map yang baru bisa terbuka setelah memenuhi syarat tertentu. Syaratnya bisa capaian level, poin, atau penyelesaian suatu misi. Buat saya menikah ada miripnya dengan itu. Menikah seperti satu check point yang membuka hidup baru.

Banyak pintu yang tertutup ketika menikah, tapi lebih banyak yang terbuka. Meskipun sebelum menikah sudah tanya-tanya, tetap saja banyak kagetnya. Sepertinya memang tidak ada template berkeluarga itu caranya seperti apa. Justru karena itu naik turunnya jadi lebih seru.

Menikah adalah lompatan terbesar yang pernah saya lakukan seumur hidup. Lebih besar daripada masuk SMP di 'kota' dan merantau ke Bandung, those feel so trivial now. Begitu banyak hal baru yang saya lihat dan alami, sebagiannya butuh waktu lumayan untuk cope with it. Sekarang setelah setahun alhamdulillah beberapa hal mulai sorted. Waktu terasa lebih cepat berlalu dengan ringan.

Salah satu nilai yang saya dapatkan pasca menikah adalah bahwa kebanyakan urusan dalam hidup itu sifatnya maraton, bukan sprint. Mungkin sudah banyak ditulis di buku-buku motivasi, tapi setelah menikah saya makin menerima itu karena merasakannya sendiri. 

Berusaha melakukan segalanya serba cepat akan melelahkan, hasil yang didapat pun belum tentu kokoh. Lebih baik membangun pondasinya dulu supaya kalau sudah sampai di tujuan akhir, hasilnya lebih konkrit dan memuaskan karena dibangun melalui proses yang anggun. Kadang kita terlalu memaksakan untuk stay relevant.

Menikah itu di awal-awal seperti mandatory retreat. Kita perlu mundur dari cara hidup yang populer dan mungkin kelihatan keren untuk belajar hal-hal basic yang selama ini belum terasah karena belum diperlukan. Untuk orang yang susah belajar kalau tidak ada tuntutan, hal ini sangat membantu. Saya tidak self proclaim bahwa setelah setahun menikah saya jadi pribadi yang lebih baik. Saya hanya merasa, for the first time, for real, telah melakukan sesuatu.